Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 129 Jembatan Lembah Kematian


__ADS_3

Para roh penasaran dan kelelawar yang mengerubungi Dirga membuat anak itu tak bisa berkonsentrasi berjalan di jembatan yang sempit dan hampir saja terjatuh ke sungai api yang berkobar-kobar.


“Pergi kalian semua dari sisi ku ! Jangan menghalangi jalanku !” teriak Dirga dengan marah karena mereka mengganggu dirinya.


Dia pun menyingkirkan para kelelawar yang masih mengikutinya dengan satu gerakan dan melemparkannya ke sungai api yang membuat mereka terbakar seketika dalam kobaran api yang menyambar-nyambar.


meskipun para kelelawar terus berdatangan dan berhasil dia lenyapkan namun para roh tidak ada yang lenyap dan malah semakin banyak jumlahnya sekarang.


“Aku tidak akan segera sampai ke ujung jembatan jika seperti ini terus, malah tenaga ku akan terkuras banyak.” batin Dirga melihat semakin banyak jumlah yang berdatangan dan mengejarnya sambil memikirkan sebuah acara untuk lepas dari mereka dengan mudah.


Saat anak itu berpikir, tanpa sengaja dia melihat pedang penghancur jiwa yang tergantung di lehernya memendarkan sinar jingga dan membuatnya menemukan sebuah solusi tepat.


“Benar sekali... sebaiknya aku mencoba kekuatan pedang ini di sini. Apakah pedang ini bisa menghancurkan jiwa seperti namanya ?” batin Dirga kembali lalu menyentuh pedang jiwa yang ada di lehernya dan mengaktifkannya.


“swoosh... !” Pedang jiwa kini sudah ada dalam genggaman tangannya.


“Ayah ibu... kumohon pinjamkan kekuatan kalian pada pedang ini agar aku bisa melenyapkan mereka semua dengan kekuatan pedang ini...” ucapnya lirih lalu mulai mengayunkan pedangnya ke udara dan menebaskan ke sekitar tubuhnya dimana para roh perasaan masih berusaha mengejarnya.


“blast... !” Beberapa roh musnah setelah terkena tebasan dari pedang penghancur jiwa yang di pegang oleh Dirga.


“Argh... ! Pedang apa itu... Kenapa bisa menghancurkan roh ku ?!” teriak beberapa roh yang kesakitan setelah terkena tebasan dari pedang penghancur jiwa. beberapa roh terlihat semakin pudar dan akhirnya menghilang setelah terkena tebasan pedang penghancur jiwa.


“Celaka... ! Sepertinya itu adalah pedang pemusnah jiwa yang bisa mengoyak roh dalam sekali tebasan...!” ucap salah satu roh penasaran yang terlihat terkejut melihat satu per satu temannya yang hilang setelah terkena tebasan pedang itu dan membuat dirinya ketakutan sendiri.


“Tidak ada pedang pemusnah jiwa di dunia ini. Itu hanya omong kosong belaka. Mereka saja yang lemah !” timpal roh lainnya yang berwujud seperti monster dengan satu mata di wajah dan tiga tanduk di sekitar kepala.


Dirga terus berjalan melewati jembatan setapak sambil menebaskan pedang penghancuran miliknya.

__ADS_1


“swoosh... !” Satu per satu rumah hancur setelah terkena tebasan pedang penghancur jiwa dan membuat jumlah yang mengejar Dirga sedikit berkurang.


Namun melihat roh temannya yang hancur, para roh yang ada di sana menjadi marah. Beberapa roh bergabung menjadi satu roh berwujud lelaki besar berkumis panjang dengan satu mata yang hilang dan mengenalkan topi merah seperti seorang perompak dengan simbol tengkorak di tengah topi yang di pakainya itu dengan sebuah pedang kaca di tangannya.


“Siapa kau sebenarnya ? Apa tujuan mu datang ke lembah kematian ini ?” tanya roh yang bergabung itu pada Dirga sambil mengayunkan pedangnya ke arah Dirga.


“Kau tak perlu tahu siapa aku dan apa tujuan ke sini. Kau menghalangi jalanku saja. Enyahlah kalian semua !” teriak Dirga pada roh yang bergabung itu dan para roh lainnya yang masih berusaha mengejarnya.


“Trang... !!” pedang mereka berdua beradu. Terlihat roh yang bergabung itu nampak kuat setelah bergabung dan terus me desak Dirga.


Di lain sisi saat roh yang bergabung itu menyerang Dirga, para roh lainnya yang ada di sekitarnya turut membantu aksinya dan ikut melawan Dirga.


“Bedebah kalian semua !!!” ucap Dirga yang mulai kehabisan kesabarannya karena di keroyok dari berbagai sisi.


Sambil memainkan pedangnya, dia mengaktifkan kekuatan matanya. Saat matanya bersinar merah, dia mengarahkan kekuatan matanya pada para roh yang ada di sekitarnya, namun kekuatan matanya sama sekali tidak berpengaruh dan melukai mereka sedikitpun.


“Hahaha...” para air ada di sana tersenyum lebar melihat Dirga yang terpeleset jatuh dari jembatan di sana.


“Sial... !!!” Sebelum jatuh ke sungai api, Dirga berpegangan pada sisi jembatan dan bergantung di bagian bawah jembatan.


Dari atas para roh itu kembali mengepung Dirga dari berbagai sisi yang membuatnya semakin terdesak.


Dari kejauhan di ujung jembatan ada seekor roh berwujud rusa berwarna putih dan bermata merah. Rusa itu melihat pertarungan yang terjadi antara Dirga dan para roh sedari tadi.


“Crash... !” Dengan satu tangan Mengayunkan pedangnya menebas semua roh yang mengepungnya dan membuat sebagian dari mereka musnah. Namun sayang sekali tebasannya terlalu kuat dan membuat dia memotong jembatan tempat dia bergantung.


“Argh... !” teriak Dirga saat tangannya terlepas dari sisi jembatan dan meluncur ke bawah. Dia melihat api yang ada dibawahnya meletup-letupan lalu berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak jatuh ke dalamnya.

__ADS_1


“wuss....” Tiba-tiba ada yang menyambar tubuhnya dan melesat dengan cepat melintasi sungai api itu.


“Siapa yang membantu ku ?” batin Dirga yang merasa menduduki sesuatu lalu melihatnya ternyata dia duduk di atas punggung seekor rusa putih yang menyelamatkan dirinya.


“Terima kasih sudah menyelamatkan aku rusa putih. Siapa kau sebenarnya ?” tanya Dirga pada rusa itu sambil memegang erat tubuhnya.


Belum sempat rusa itu menjawab, sekumpulan roh kembali terbang melesat ke arahnya dan mulai menyerangnya lagi.


“Blast... !!” Dirga kembali menebaskan pedang penghancur jiwa miliknya dan membuat roh yang mengejarnya hancur seketika.


Beberapa saat kemudian rusa itu mendarat di ujung sungai api lalu menurunkan tubuh Dirga ke tanah. Hal aneh terjadi saat para roh yang masih mengejarnya tadi tiba-tiba menyingkir dari sisinya setelah dia memijakkan kaki di tak berani mengejarnya lagi.


“Kenapa roh itu takut menyeberangi jembatan ini ? Ah....sudahlah biarkan saja karena hal itu menguntungkan bagiku.” ucapnya sambil tersenyum menatap arah pergi dari sisinya.


Dia kembali melihat rusa putih yang tadi menyelamatkan dirinya dan menyentuh tubuhnya.


“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Kau siapa dan kenapa menyelamatkan aku?” tanya anak itu kembali pada dosa putih itu dan menunggu jawabannya.


“Aku adalah roh suci di tempat ini. Kau hampir saja masuk ke kawah iblis tadi. Apa tujuan mu ke sini, manusia ?” jawab rusa putih itu dan menanyakan maksud kedatangan Dirga ke lembah itu.


“Aku kemari untuk mengambil embun es abadi untuk menyelamatkan seseorang.” jawab nya menjelaskan tujuannya.


“Embun es abadi ? Hal itu mustahil sekali untuk kau mendapatkan karena sukar sekali untuk menemukan benda itu.” ujar rusa putih itu terkejut.


“Jadi kau tahu di mana aku bisa mendapatkan es abadi itu ? Tolong tunjukkan padaku tempatnya jika kau mengetahuinya.” pinta Dirga pada rusa itu dengan memohon padanya.


Rusa putih itu tampak melihat ke sekeliling lalu kembali menatap Dirga.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2