Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 136 Ricuh


__ADS_3

Jumlah pasukan Infinix yang menghadang Andrew beserta para tahanan lainnya yang berhasil kabur tak ada separuh dari jumlah tawanan yang berhasil dibebaskan oleh Andrew.


“Terus maju... !” teriak salah satu tawanan yang berapi-api saat menghadapi pasukan Infinix. Mereka memanfaatkan keadaan yang tak imbang itu sekaligus membalaskan dendam mereka selama ini dan secara serentak menyerang pasukan Infinix yang berhasil memukul mundur para pasukan itu.


“Ayo cepat kita segera pergi dari sini !” ucap Andrew mengajak semua para tawanan untuk pergi ke suatu tempat setelah para pengawal yang mengejar mereka kewalahan.


Andrew pun pemimpin dan menunjukkan jalan ke lokasi yang sudah di siapkan yang terletak jauh tersembunyi di dalam hutan.


Di lain tempat di mana Dirga dan Lin Han berada sekarang.


Dirga bersama Lin Han dan beberapa rekan lainnya menyusup masuk ke benteng.


“Ayo kita mulai sekarang, kau siap ?” tanya Lin Han pada Dirga saat di depan benteng.


“Tentu saja...” jawab Dirga tersenyum pada Lin Han. Mereka berdua selalu membuat diri mereka tak nampak kemudian masuk ke benteng bersama rekan lainnya yang sudah menyamar dan memakai atribut pengawal pasukan di benteng itu.


“zap... !” empat orang lainnya yang menyamar sebagai pengawal yang menjaga benteng menghampiri pengawal asli yang mengamankan tempat itu.


“Biar ku bantu tugasmu kali ini...” ucap salah satu tim Lin Han yang datang menghampiri pengawal benteng.


“Siapa kau... aku seperti tak pernah melihatmu ?” tanya pengawal itu pada tim Lin Han yang menghampirinya.


“Jangan-jangan kau...” ucap pengawal itu yang curiga pada pengawal yang mendekatinya.


Tim Lin Han segera lembaga pengawas itu sebelum dia berteriak dan memanggil pasukan yang lainnya dan berhasil melumpuhkan ditempat setelah melakukan beberapa serangan.


Tiga orang lainnya masih satu tim dengan Lin Han melakukan hal serupa seperti yang dilakukan oleh salah satu rekannya tadi saat melihat pengawal yang datang.


“Zap... !” Tim Lin Han meringkus empat orang penjaga yang ada di sana dan menggantikan tugas mereka.


“Teman ku satu ras aku datang untuk menyelamatkan kalian. Ikuti instruksi kami beberapa saat lagi dan persiapkan diri kalian !” ucap salah satu tim Lin Han pada salah satu tahanan Ighist yang berjalan di depannya.


Tahanan Ighist itu hanya mengangguk tanda mengerti kemudian kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa dan berbisik pada temannya yang lain saat berpapasan dengan tahanan lain yang juga melakukan kerja rodi.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama berita itu pun menyebar dari mulut ke mulut tanpa perlu di minta hingga seisi benteng itu mengetahui kabar tentang pembebasan mereka.


Semua tim Lin Han sudah ada di posisi masing-masing dan tinggal menunggu kode saja untuk beraksi.


“suit....” terdengar siulan dari Lin Han setelah lelaki itu memantau keadaan di luar benteng dan dinyatakan aman.


Satu tim Lin Han yang mengenakan pakaian dan atribut pangawal di sana langsung bergerak dan menuju ke pintu satu yang ada di bagian utara benteng.


“ikuti aku... !” ucap tim Lin Han pada para tahanan yang ada di sana dan menuntunnya keluar dari benteng.


Hal yang sama juga terjadi di pintu ke dua di bagian timur benteng. Satu tim Lin Han memimpin beberapa tahanan bergerak keluar dari benteng.


Semua tahanan berhasil keluar dari benteng itu dan sekarang berkumpul di luar benteng.


“Ayo sekarang ikuti kami... !” ucap dua orang lainnya yang sudah siaga diluar dan menunjukkan jalan menuju ke tempat dimana tahanan yang sebelumnya sudah berkumpul.


Dari kejauhan datang beberapa pengawal yang sedang berpatroli. Dan tampak terkejut sekali melihat banyak ya tahanan yang keluar secara beramai-ramai dari benteng itu yang dipimpin oleh rekannya sendiri.


“Lihat itu... apa yang mereka lakukan pada para tahanan itu ?” tanya salah satu pengawal pengawal pada rekannya.


“Ayo cepat kita ke sana sebelum semua tahanan berhasil kabur dari tahanan ini !” teriak satu pengawal ada yang lainnya. Dan beberapa pengawal pun segera melesat dengan cepat menuju ke Benteng dan menghadang mereka.


“Jumlah mereka banyak dan kita kekurangan personil. Cepat panggil pengawal Infinix yang lain untuk segera ke sini !” ucap salah satu pengawal lain pada temannya dan beberapa pengawal lainnya langsung menuju ke markas pusat untuk memanggil semua pengawal yang ada di sana.


Namun apa yang terjadi ? Pengawal itu juga melihat pengawal yang ada di markas pusat sedang melakukan perlawanan pada musuh yang menyusup.


“Kenapa kau diam saja ! Cepat bantu kami !” teriak salah satu pengawal yang ada di markas dan terlihat sedang melawan tim yang di pimpin oleh Rheva.


Pengawal itu pun tak menjawab dan segera kembali ke Benteng untuk membantu rekan yang kekurangan personil.


Setibanya di sana dia melihat para rekannya yang berhasil di lumpuhkan oleh massa tawanan yang kabur.


“bak-buk...” baku hantam terjadi di depan benteng antara para tawanan yang kabur melawan pengawal.

__ADS_1


“Yo...” teriak para tawanan yang kabur itu dengan semangat saat melawan pasukan Infinix yang tiba-tiba muncul dan mengeluarkan asap hitam.


“Dirga ayo ini saat nya kita beraksi !” ucap Lin Han yang kini sudah menampakkan wujudnya kembali.


“Ayo... !” jawab Dirga yang bersemangat dan tak sabar mencoba menebaskan pedang penghancur jiwanya pada pasukan Infinix.


Mereka setelah bergerak menuju beberapa pasukan Infinix yang mulai menyebar asap hitam sebelum asap itu menimbulkan dampak yang serius bagi para tawanan lainnya.


“Slash.... !!” dengan cepat Dirga menebaskan pedang penghancur jiwanya pada pasukan Infinix.


“Argh... !” pasukan Infinix yang terkena sabetan pedang penghancur jiwa milik Dirga tubuhnya langsung hancur menjadi abu dan menyisakan rohnya yang tampak menderita dan terus bakar api dan beberapa saat kemudian roh itu pun hancur.


“Slash.... !” Dirga kembali mendapatkan pedang pelanjut jiwanya pada beberapa pasukan Infinix yang dilewati dan membuat tubuh mereka hancur tak bersisa.


Secara bersamaan Lin Han juga mengayunkan pedangnya di udara dan melemparkan pedangnya dari kejauhan yang menembus tubuh pasukan Infinix.


“Jleb.... !” Pedang milik Lin Han terus melesat dan kembali menembus tubuh pasukan Infinix lainnya dengan cepat yang membuat mereka tumbang bersamaan.


“bruk... !” Semua pasukan Infinix yang ada saat itu sudah mati di tangan Dirga dan Lin Han.


“Cepat semuanya pergi dari sini !” teriak tim Lin Han yang memimpin para tahanan yang sempat tertahan akibat serangan pengawal tadi.


Para tahanan bergerak mengikuti tim Lin Han setelah berhasil mengalahkan pengawal yang mengepung mereka di depan benteng.


Namun beberapa tahanan Yang lain terlihat ambruk setelah terkena asap hitam dari pasukan Infinix tadi


“Lin Han apa yang harus kita lakukan sekarang ?” tanya Dirga saat melihat beberapa tawanan mulai jatuh lagi setelah terkena asap hitam.


“Serap kembali atau hilang kan asap itu !” ucap Lin Han berteriak sambil membantu mengevakuasi para tahanan.


“Maksud mu kau memintaku melakukannya ?” tanya Dirga yang tak yakin.


“Ya siapa lagi kalau bukan kau. Kau bilang kau keturunan Infinix. Maka kau juga bisa mengurus asap itu. Cepat lakukan sekarang !” teriak Lin Han dari kejauhan.

__ADS_1


Dirga bingung apa yang bisa di lakukannya untuk mengatasi asap hitam itu. Sementara jumlah para tahanan yang jatuh semakin bertambah.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2