Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 47 Tubuh Pengganti


__ADS_3

Nathan kembali dari kerumunan dengan wajah pucat menghampiri Rheva.


“Bukannya tadi kau ada di depannya Dirga, kenapa kau tidak tahu dia menghilang?” tanya Rheva seolah menyalahkan temannya karena kurang perhatian.


“Tadi kau juga lihat bukan, dia berjalan di belakang ku setelah jatuh tadi ? Aku juga tidak tahu kemana dia. Tadi dia bilang membersihkan kotoran bekas terjatuh dan itupun dia masih berjalan di belakang ku...” jawab Nathan merasa bersalah.


“Biar ku cari sekarang...” Rheva berjalan kembali masuk ke hutan. Namun Nathan menariknya dan melarang dia pergi ke sana sendirian. Ketua tim pelaksana, Simon yang akhirnya mengetahui bahwa masih ada satu orang yang hilang akhirnya turun tangan.


“Jangan kembali ke hutan atau kalian akan tersesat lagi. Lebih baik kita kembali ke tenda dulu. Nanti setelah makan baru kita akan mencari teman mu yang hilang itu.” ucap Simon menegaskan agat tak ada siapapun yang masuk ke area hutan sendirian tanpa tim penyelamat.


Rheva merasa enggan kembali ke tenda dan bermaksud menyelinap untuk mencari Dirga sendiri nanti, karena ia mendapatkan firasat buruk. Dia akhirnya berjalan sambil di pegangi Nathan dan Tomy. Karena gadia itu sering berbuat nekad. Dan dua temannya tak mau dia membahayakan dirinya sendiri.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di tenda. Di sana sudah banyak yang menunggu kedatangan mereka. Mahasiswa yang lain membuat api unggun. Lalu Simon meminta semua mahasiswa untuk berkumpul di dekat api unggun. Bahan makanan yang sudah siap akhirnya mereka olah. Mereka memanggang daging, ikan, jagung dan lainnya. Setelah matang mereka menyantapnya bersama.


Rheva ikut makan jagung bakar sekedar mengganjal perutnya agar tidak kosong. Pikirannya masih pada Dirga.


“Sampai kapan aku harus menunggu tim penyelamat bergerak? Bukankah itu akan memakan waktu lama? Aku tak bisa berdiam diri. Aku tak tahu bagaimana keadaan Dirga. Aku harus bergerak cepat, sebelum semuanya terlambat...” batinnya sambil mengawasi semua mahasiswa yang ada di sana dan mencari waktu yang tepat untuk bergerak.


Satu jam berikutnya Simon dan tim penyelamat mulai bergerak masuk ke hutan. Rheva yang ingin ikut mencari tak di perbolehkan, menjadi kesal.


“Aku terpaksa harus melakukan ini...” Rheva menghentikan waktu. Seketika semua orang, bahkan semut pun ikut diam, tak bergerak sama sekali layaknya patung. Dia tidak mau ada korban lagi yang hilang selain Dirga. Karena selama ini feelingnya jarang sekali tidak tepat.

__ADS_1


Setelah di rasa aman, dia pun akhirnya masuk sendirian kembali ke hutan. Ia mencari tempat dimana Dirga jatuh tadi dengan mangandalkan senter yang ada di genggamannya.


Sementara itu Dirga tidak tahu kemana dirinya di bawa. Lima orang itu akhirnya menuju ke sebuah bangunan lama tinggi yang tersusun dari bata, seperti sebuah kastil kuno.


“Kastil... di tengah lembah seperti ini ada sebuah kastil ? Kerajaan siapa itu ?” batinnya melihat bangunan itu. Beberapa saat kemudian mereka membawanya masuk ke sebuah ruangan.


Ruangan itu tampak kotor, banyak sarang laba-laba di tiap sudut ruangan serta aromanya tidak enak. Ada ruangan berjeruji besi di samping ruangan itu. Mereka berlima lalu memasukkan Dirga ke sel itu.


“Tunggu giliran mu untuk melakukan pengecekan. Tapi sepertinya tubuhmu pas sekali.” ucap salah satu pria berjubah hitam.


“Kau bisa menghirup udara sepuasmu sekarang. Hiruplah selagi kau bisa masih bisa bernafas, hahaha....” ucap pria berjubah lainnya yang bersiri di depan jeruju memegang erat wajahnya.


Beberapa saat kemudian lima pria orang berjubah itu menghilang dalam kilatan cahaya yang bersinar di ruangan itu.


Setelah memastikan lima orang berjubah tadi menghilang, Dirga segera keluar dari jeruji besi itu. Mudah saja baginya keluar, cukup hanya dengan membuka kunci sel dengan kekuatannya.


Ia berjalan ke jendela yang ada di ruangan itu lalu melihat ke bawah. Ternyata dirinya ada pada ketinggian lebih dari 10 meter. Di luar terhampar suatu lembah luas seperti tak berujung.


Ia lalu berjalan menyusuri lorong ruangan yang kosong itu untuk mencari jalan keluar. Ada pintu di ujung ruangan. Ia membukanya dan melangkah.


“Ups... hampir saja. Aku hampir terjatuh.” untungnya dia langsung berpegangan pada tepi jalan yang dia pijak. Karena di bawah ruangan itu adalah jurang.

__ADS_1


“Jalan buntu, dimana jalan keluarnya ?” mengamati sekitar lalu naik ke atas dan kembali ke ruangan itu.


Saat dia berjalan dan akan mencari jalan keluar lainnya, dia merasakan ada suatu kekuatan dari luar yang mendekat.


“Celaka...!! Apa itu lima orang berjubah tadi... aku harus segera kembali kalau begitu.”bergegas kembali masuk ke sel tempat ia di tahan.


Sebelum sampai sel ada sebuah ruangan yang membuatnya penasaran dan ingin mengetahui apa yang ada di ruangan itu. Ia membuka pintu pelan yang ternyata tidak di kunci lalu mengintip. Ada banyak kerangka manusia berserakan di lantai. Tiba-tiba ada tengkorak yang jatuh dan menggelinding ke pintu yang membuatnya bergidik ngeri. Ia lalu segera menutup pintu itu dan secepatnya masuk ke sel tadi.


Setelah ia masuk ke sel, ia berpura-pura tidur. Tak berapa lama kemudian datanglah tiga orang sosok berjubah masuk ke ruangan itu. Di susul dua orang berjubah lagi masuk yang membawa satu buah peti.


“Tuan kami sudah mencarikan seseorang untuk mu. Semoga saja roh mu cocok menempati tubuh anak itu.” ucap salah satu pria berjubah hitam membuka peti yang dia bawa.


Dari dalam peti tampak mayat hidup tak berbentuk dengan daging busuk duduk di peti. “Bawa orang yang kau maksud padaku. Aku akan memeriksanya !” perintah sosok itu.


Pria berjubah hitam lainnya masuk ke sel dan membawa Dirga keluar dari sel dan membawanya pada tuan mereka. Mayat hidup itu menyentuh wajah Dirga dan meninggalkan lendir berbau busuk di wajahnya.


“Kerja bagus... kali ini kalian menemukan tubuh yang tepat untuk ku. Dia sempurna sekali bagiku. Tak lama lagi aku akan bangkit... hahaha... Aku tak sabar untuk segera bangkit lagi. Persiapakan ritualnya besok ! Aku tak mau menunggu lama !!!” ucapnya tertawa lantang lalu masuk ke dalam peti lagi.


“Baik Yang mulia...” jawab salah satu pria berjubah lalu melempar tubuh Dirga kembali ke sel dengan kasar. Sedangkan pria berjubah lainnya menutup peti itu dan membawanya pergi menghilang.


“Sebentar lagi yang mulia raja Vexsel akan bangkit. Dan demon akan berjaya lagi. Hahaha....” ucap pria berjubah hitam lalu menghilang bersamaan.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2