Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 86 Mencari Dia


__ADS_3

Warga sekitar kota Atlanta sempat merasa lega saat kabut hitam itu hilang. Namun mereka kembali kecewa saat kabut hitam itu kembali lagi dan malah semakin pekat.


Tak ada yang bisa di lakukan walikota setempat selain meningkatkan pengamanan dengan mewajibkan semua warga kota Atlanta memakai masker dan pelindung lain untuk keselamatan mereka sendiri.


Namun meskipun warga kota itu mematuhi himbauan walikotanya, tetap saja korban yang berjatuhan semakin bertambah banyak. Dan terlihat banyak ambulans yang datang membawa banyak korban yang merasa sesak dan tak sadarkan diri ke rumah sakit terdekat.


Beberapa warga yang sudah menjalani perawatan kembali normal dan bisa beraktivitas kembali.


Sementara itu Rheva dan Dirga mempunyai ide gila untuk menyingkirkan kabut asap yang mengganggu di kota mereka tanpa melakukan perlawanan.


“Kau yakin pada apa yang kau lakukan ini ?” tanya Rheva pada Dirga ragu jika aksi mereka akan membuat pasukan Infinix menemukan keberadaan mereka.


“Aku yakin sekali mereka tak akan menemukan kita asal kita berhati-hati dan tidak ceroboh. Ku rasa awal kedatangan mereka kemari adalah kedatangan kita ke Lembah Salju, jadi kita harus mengakhiri semua ini.” jelas Dirga pada gadis itu agar percaya pada rencananya.


Mereka bergerak ke pusat kabut hitam berada dimana tak ada satupun orang yang berani datang ke sana. Terlihat kabut hitam yang menggumpal dan berbentuk seperti raksasa di tengah kota yang terus mengeluarkan asap hitam pekat.


“Sekarang apa rencana mu ?” tanya Rheva setelah mereka ada di dekat pusat kabut itu dan berjarak sekitar tujuh kilometer.


“Hosh...hosh...” Dirga mengatur nafas setelah berlari jauh dari area sekitar kampus sampai ke tengah kota.


“Kau bilang pasukan Infinix mencari mu dan mengenal karakteristik kekuatan mu bukan ? Sekarang tunjukkan sedikit saja kekuatan mu...” ucapnya memberi perintah pada gadis itu yang membuatnya bingung.


“Apa kau mau mengumpan kan diri ku pada pasukan Infinix itu ?” tanyanya ragu dan untuk memperjelas.


“Tidak... tentu saja aku tidak akan membahayakan kekasih ku sendiri. Sekarang keluarkan sedikit saja kekuatan mu sambil bergerak ke luar dari kota ini. Aku akan mengikuti mu dari belakang.”


Tanpa bertanya lagi akhirnya gadis itu menarik pedang cahaya. Kilatan cahaya muncul saat Rheva mengaktifkan pedang itu. Dia segera berlari keluar dari kota itu menuju ke tanah kosong yang tak berpenghuni.


Dirga ikut berlari di belakang Rheva untuk melindunginya dari serangan yang mungkin saja datang dari arah belakang.


Benar saja pasukan Infinix yang mengendalikan kabut tebal itu merasakan kekuatan yang barusan muncul dari pedang cahaya milik Rheva.

__ADS_1


“Aku merasakan ada kekuatan Ighist barusan, apa dia ada di sini ? Kali ini kau taka akan lolos !” ucap pasukan Infinix yang ada di balik kepulan asap itu.


Dia merasakan kekuatan itu bergerak menjauh dari sana. Dan benar saja kabut tebal itu pun bergerak mengikuti kekuatan Ighist itu.


“Ya ternyata kau benar, pasukan Infinix itu memang mencari mu.” ucap Dirga sambil terus berlari dan melihat gumpalan kabut itu yang mulai mengejar Rheva.


“Sekarang apa yang harus ku lakukan ?” tanyanya setelah sampai di tanah kosong luas dan tak berpenghuni itu.


“Tunggu sebentar...biarkan dia lebih dekat lagi baru kita akan pergi dari sini.”


Tak berapa lama kemudian gumpalan asap itu mulai terlihat. Dirga menarik gadis itu dan merobek sedikit bajunya lalu meninggalkannya di tempat itu.


“Sekarang... ayo kita pergi dari sini...”


“Kemana... ?” tanya gadis itu yang semakin tak mengerti.


“Kunci... ke Lembah Salju sekarang, cepat !” teriak Dirga saat melihat gumpalan kabut itu semakin dekat dengan mereka.


“Zink...” mereka tiba di depan rumah Rheva.


“Huft... hampir saja... kau membuat kita celaka.” ucap Rheva merasa lega tak lagi di kejar oleh pasukan Infinix.


“Sekarang....” tanyanya teropotong karena Dirga langsung mengajaknya masuk ke rumahnya.


Di dalam Dirga yang bersandar sejenak di kursi panjang yang nyaman itu sambil menunggu waktu lima belas menit habis untuk kembali ke kotanya.


Rheva juga ikut duduk sejenak di samping Dirga untuk mengatur nafas dan irama jantungnya yang tidak beraturan setelah kabur dari pasukan Infinix tadi.


“Ehm... sayang... kurasa aku mau membantu mu mencari dia yang kau cari itu....” ucap Dirga mencairkan suasana dan membuat gadis yang duduk di sebelahnya tertawa.


“Apa kau serius... kau yakin tidak cemburu pada dia ?” tanyanya menggoda.

__ADS_1


“Ku kira dia yang kau cari itu tak lebih baik daripada aku. Kenapa harus cemburu pada lelaki lemah seperti dia yang harus di lindungi segala. Apa dia tak bisa melindungi dirinya sendiri ?” ucapnya meremehkan sosok dia yang di cari Rheva itu.


Gadis itu mengernyitkan dahinya menatap Dirga yang menurutnya menjadi konyol lalu melempar senyuman kesal.


“Kalau begitu berikan informasi mengenai dia padaku, nama, ciri, tempat tinggalnya atau apapun yang bisa ku jadikan bahan untuk menemukan dia.”


Sayangnya dia melihat gadis itu menggelengkan kepalanya.


“Apa... jangan bilang kau sendiri tak tahu informasi apa pun mengenai dia itu...?” Dirga merasa di permainkan oleh gadis itu karena sama saja menyuruhnya mencari jarum dalam tumpukan jerami.


“Ya... kenyataannya seperti itu. Jika aku punya informasi tentang dia, aku sudah pasti sudah menemukan dirinya.” Gadis itu merasa menemui jalan buntu dan menyandarkan kepalanya pada kursi untuk mengingat informasi yang dia punya.


Sementara itu pasukan Infinix di kota Atlanta akhirnya sampai di tempat Rheva menghilang sebelumnya. Dia mencari di tanah kosong itu tak ada siapapun selain dirinya sendiri dan hanya menemukan sobekan baju yang tergeletak di atas tanah.


“Sialan.... ternyata hanya selembar sobekan kain ! Aku sudah tertipu mentah-mentah. Sialan ! Jika taka ada di sini maka dia pasti ada Lembah Salju. Baiklah...aku akan ke sana.”


Tiba-tiba gumpalan kabut itu menghilang dari kota Atlanta bersamaan dengan menghilangnya pasukan Infinix dari sana. Kini udara di kota Atlanta kembali bersih seperti sedia kala.


Sementara itu di Lembah Salju.


Rheva dan Dirga masih membahas tentang dia.


“Rheva bukankah waktunya kurang tiga menit lagi dan kita akan kembali ? Cepat carilah petunjuk di sini baru kita akan kembali.” ucapnya mengingatkan sambil melihat jam tangannya.


“Semua petunjuk ada di buku yang sudah ku bawa dulu. Kita kembali saja sekarang. Katakan kita kembali kemana ?” gadis itu berdiri dari kursi dan segera menarik Dirga sambil mengeluarkan kunci.


“Kita ke perpustakaan kampus saja.” jawabnya singkat. Dan waktu tinggal satu menit lagi, Rheva merapal sebuah mantra dan seketika mereka menghilang dari sana dan muncul lagi di perpustakaan kampus mereka.


Di saat bersamaan pasukan Infinix tiba di lembah salju dan mencari keberadaan mereka.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2