Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 35 Mencari Raneea


__ADS_3

Keesokan harinya Dirga masuk sekolah seperti biasa. Kelas sudah di mulai tapi kursi di sebelahnya masih kosong. Dia menunggu kehadiran Raneea yang mungkin saja terlambat walaupun selama ini gadis itu tak pernah terlambat. Satu mata pelajaran telah usai, namun gadis mania itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


“Mungkin dia izin karena ada satu keperluan.” batin Dirga sambil menatap kursi kosong di sebelah kirinya kemudian beralih menatap papan tulis lagi.


Selama pelajaran dia kurang fokus dan masih memikirkan Raneea. Dia teringat pada bros berbentuk pedang dan juga bayangan sosok hitam yang saat itu mengikuti gadis itu.


“Kevin apa kau tahu apa yang terjadi pada Raneea kemarin. Apa kau tahu sosok bayangan hitam yang mengejar dia kemarin ?” tanya Dirga lirih sambil menatap kursi kosong di sebelahnya yang kini di duduki oleh Kevin. Sementara itu Kevin tidak menjawab dia melihat ke arahnya dan menghilang seketika untuk mencari informasi.


Beberapa saat kemudian dia kembali dan duduk lagi di kursi Raneea yang membuat Dirga kaget karena kemunculannya yang mendadak di saat dia serius sedang mengerjakan soal mate-matika.


“Bagaimana... apa... apa kau tahu sesuatu?” melihat Kevin yang menggelengkan kepala dengan wajah ketakutan.


“Ada apa... apa kau tahu sesuatu dan menyembunyikan itu dariku?” tanya Dirga dengan suara normal yang membuat teman di depannya menoleh ke belakang dengan tatapan curiga. Dia segera berpura-pura mengerjakan soal agar Billy tak menaruh curiga padanya. Setelah Billy tidak mengawasinya lagi, dia menaruh pensilnya dan kembali menatap Kevin.


“Bahaya... anak itu tidak di sini lagi. Tak bisa di lihat siapa yang mengejarnya dan dimana dia sekarang. Jangan cari dia...” Setelah berkata begitu Kevin langsung menghilang dengan wajah ketakutan. Dia seperti tahu sesuatu tapi tidak mengungkapkannya pada Dirga.


“Tunggu dulu. Tunggu... maksud mu apa?” Namun Kevin tak kembali lagi dan Billy serta teman yang ada di deretan bangku sebelah kiri menoleh ke arahnya yang membuat dia kembali menatap bukunya dan mencoba mengerjakan soal yang tadi belum ia selesaikan, walaupun pikirannya kini teralihkan pada Raneea.

__ADS_1


Tiga hari berlalu dan sampai detik ini kursi yang biasa di duduki gadis manis itu masih kosong. Dia masih tak percaya pada teman yang dia anggap sahabatnya itu masih belum muncul di sekolah. Dan tak ada teman yang mau duduk di dekatnya. Sehingga kursi itu kosong dan menjadi tempat duduk Kevin.


Dirga menunggu jam pelajaran berakhir dan semua temannya sudah pulang. Saat kelas kosong dan Bu Lily mau keluar dari kelas, dia menghentikan langkah kaki gurunya itu.


“Bu Lily maaf... maaf Bu. Beberapa hari ini Raneea tidak masuk sekolah. Kemana dia?” tanya Dirga penasaran bercampur khawatir.


“Raneea...? Dia pindah ke luar kota karena Ayahnya di pindahkan tugas ke luar kota.” jawab Bu Lily melepas kacamata dan membiarkannya tergantung di leher.


“Tapi Bu... tapi kenapa mendadak sekali dan tidak ada pemberitahuan ? Selain itu dia belum berpamitan pada semua teman...”


“Ayahnya Raneea seorang pasukan khusus di militer. Jadi sewaktu-waktu mendapatkan tugas mendadak dan harus siap setiap saat mengemban tugas yang di berikan.” jawab Bu Lily dengan menggerakkan bola mata ke kanan lalu menatap kosong ke arah luar. Dirga tahu apa yang di katakan Bu Lily bohong dari tatapannya tadi dan dia yakin ada yang di sembunyikan oleh gurunya itu.


“Maaf Ibu benar-benar tidak tahu kemana Raneea pindah. Dan masih ada yang harus ibu kerjakan sekarang. Jika tak ada lagi yang di tanyakan, Ibu pergi dulu.” memakai kembali kacamata yang tadi tergantung di leher dan berjalan dengan cepat meninggalkan dia sebelum ada pertanyaan lebih lanjut. Karena dia sudah berjanji tidak akan memberitahukan alamat kepindahannya pada siapapun sebelumnya. Dirga berjalan lemas keluar dari kelas setelah tidak mendapatkan informasi dari gurunya.


“Aku yakin dia masih ada di daerah ini, entah dimana. Kenapa kau jadi misterius. Kenapa... aku yang teman mu saja tidak tahu siapa dirimu. Siapa kau sebenarnya...” berlari ke gerbang sekolah karena melihat mama sudah menunggunya dari tadi. Dia masuk ke mobil lalu duduk dengan memandanagi jalanan dari kaca mobil.


“Ada apa dengan mu nak, kenapa kau tampak sedih begitu? Apa teman mu ada yang mengganggu mu lagi? Besok kita pindah sekolah saja kalau begitu.” tanya Elsa yang bisa merasakan kesedihan yang terpancar di wajahnya.

__ADS_1


“Tidak ma, tidak ada yang mengganggu ku...” jawabnya tersenyum menatap Elsa. “Lalu apa yang membuatmu bersedih?” memelankan laju mobil dan tidak sabar menunggu jawaban meluncur dari bibir anaknya


“Raneea ma... Raneea... dia mendadak pindah ke luar kota dan belum berpamitan dengan ku.” Wajah Elsa tampak bingung dengan nama anak yang di sebutnya itu. Setau dia anaknya tak punya teman yang bernama itu.


“Dia gadis yang selalu main bersama ku. Dia juga selalu mengantar ku sampai ke pintu gerbang saat mama menjemput. Mama ingat kan?” Dirga memperjelas agar mamanya ingat. Namun ia melihat wajah mamanya yang masih kebingungan.


“Gadis kecil yang mana, nak ? Setahuku tiap kali pulang, kau selalu jalan sendirian tak ada gadis kecil yang kau maksud itu?” jawab Elsa yang membuat Dirga terlihat shock mendengarnya dan menelan ludah.


Elsa mengira anaknya berhalusinasi seperti biasanya. Jadi dia tak melanjutkan lagi perkataannya. Sementara itu Dirga bingung menyadari kenyataan itu. Baginya Raneea adalah nyata, sosok manusia sama dengan dirinya. Karena teman-teman lainnya juga sering ngobrol dengan gadis itu, bahkan Bu Lily pun tahu sosok Raneea nyata bukan roh. Dia yakin itu bukan imajinasinya. Dan dia akan buktikan kenapa mama tidak bisa melihat kehadiran sosok gadis itu.


“Jadi siapa sebenarnya Raneea itu. Siapa dia, kenapa dia semakin misterius saja dan membuatku bingung.” mengingat kembali semua memorinya bersama temannya itu.


Beberapa hari berlalu namun Dirga masih penasaran akan temannya itu. Dia teringat pada bros aneh yang saat itu terjatuh dan dia temukan. Tiba-tiba dia teringat dengan ruang baca ayahnya. Ayahnya suka membaca literatur sejarah kuno berbagai dunia dan punya banyak koleksi banyak buku-buku tentang berbagai sejarah.


“Mungkin saja aku bisa menemukan petunjuk. Sebuah petunjuk yang bisa mengungkapnya.” segera berlari ke ruang baca dan berhenti di depan kumpulan rak buku yang banyak jumlahnya. Dia berjalan ke satu rak dan menuju ke rak lainnya lalu berhenti di satu rak buku dimana disana ada buku sejarah tentang peradaban kuno.


Dirga membaca satu per satu judul buku lalu lalu mengambil satu buku tebal bersampul merah dari rak buku.

__ADS_1


Apa isi dari buku itu? Simak kelanjutan kisahnya di episode berikutnya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2