Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 66 Kembali Ke Tenda


__ADS_3

Para tim evakuasi yang tidak membawa alat yang bisa di jadikan senjata oleh mereka mencari barang apa saja yang ada di sekitar mereka untuk mereka jadikan senjata. Beberapa dari mereka ada yang mengambil kayu dan menggunakan itu untuk memukul binatang buas.


“Roar... !” auman kesakitan dari serigala yang terkena pukul oleh batang kayu yang di pegang oleh beberapa tim evakuasi.


Sekarang lima serigala itu di kepung oleh 17 orang yang kapan saja siap membinasakan mereka. Mereka mengeroyok para serigala itu.


“Buk... bak...buk...” beberapa tim evakuasi menggebuki serigala itu dengan mengepalkan tinjunke arah tubuh hewan berbulu putih itu.


“Jleb... !” ternyata salah satu anggota tim evakuasi ada yang membawa pisau lipat. Dia menusukkan ke bagian perut salah satu serigala itu.


“Splash... !” darah segar mengalir dari tubuh binatang itu. Tak lama kemudian ia kejang dan meregang nyawa. Keempat serigala yang melihat satu temannya mati menjadi marah. Mereka menjadi semakin ganas dan brutal.


“Suara apa itu ?” tanya anggota tim evakuasi lainnya saat mendengar suara keributan.


“Apa mungkin ada harimau di sini dan mereka bertemu dengan harimau ? Kalau begitu cepat kita ke sana dan bantu mereka !” jawab anggota tim lainnya. Para anggota tim evakuasi itu bersama Tomy menuju ke arah asal suara tadi. Mereka melihat ada serigala yang menyerang setibanya disana.


Tomy yang melihat Dirga beserta Rheva dari kejauhan langsung mendekat ke arah mereka berdua.


“Hei kawan... akhirnya kalian sudah ketemu setelah beberapa hari pencarian. Kami semua mengkhawatirkan mu.” ucapnya pada Dirga dan Rheva. Dirga yang masih ikut menghalau serigala itu tidak menggubris perkataan temannya barusan.


“Whoosh....” satu serigala melompat dan menerjang orang-orang yang mengepungnya. Serigala itu menuju ke arah Tomy karena melihat anak itu tengah lengah. Dia memperlihatkan sederetan taringnya yang tajam dan akan mengigit tangan anak itu.

__ADS_1


“Tomy... awas... ! Di belakang mu ! Nanti saja kita bisa berbincang-bincang. Sekarang selamatkan diri mu. Selamatkan diri mu dari serigala yang akan menerkam mu itu !” teriak Dirga kencang. Tomy berbalik ke belakang dan binatang itu sekerang melompat ke tubuhnya. Dia tersungkur ke tanah dan sekarang serigala itu sudah ada di tubuhnya dan mau mengoyak dagingnya. Anak itu berkeringat dingin dan memejamkan mata saat moncong serigala itu menyentuh pipinya.


Dirga segera mendekat lalu menarik binatang itu dari tubuh temannya dan membantingnya dengan keras ke tanah dengan mengeluarkan kekuatan krav maga tanpa sepengetahuan lainnya.


“Auum...” binatang itu langsung meregang nyawa setelah Dirga menyerang titik vitalnya. Tomy langsung berdiri dan mundur lalu menghembuskan nafas keluar setelah dia merasa sangat ketakutan.


Dirga yang melihat temannya baik-baik saja kembali lagi membantu lainnya melawan tiga ekir serigala yang tersisa.


“Sepertinya aku bisa menggunakan kekuatan krav maga di sini tanpa ketahuan yang lainnya. Karena mereka fokus pada serigala itu dan tidak memperhatikan ku.” batinnya melihat semua orang yang sekarang mencurahkan segenap perhatian mereka untuk membinasakan binatang buas itu.


“Senior biar aku yang urusi ini... biar aku saja.”ucap Dirga pada salah satu seniornya yang terlihat kewalahan melawan serigala itu.


“Tapi kau...” ucap senior itu yang melihat Dirga bersikeras menggantikan dirinya meringkus binatang itu. Senior itu akhirnya mundur dan sekarang Dirga yang menghadapinya.


Darah segar keluar dari tubuh serigala itu dan seketika binatang itu sudah menemui ajalnya. Sekarang tersisa tifa ekor serigala yang harus di kalahkan. Para serigala itu yang melihat satu temannya telah mati lagi berniat kabur dari kepungan manusia yang mau memburunya. Mereka mundur dan berlari keluar dari area itu.


Rheva yang melihat gelagat binatang itu tau jika mereka menyerah dan mau kabur dan jika sampai mereka bisa kabur pasti mereka akan kembali lagi dan membawa teman mereka lebih banyak dan menjadi malapetaka bagi mereka.


“Jangan biarkan mereka lolos !” teriak gadis itu pada lainnya. Anggota tim lainnya menangkap tiga ekor serigala itu. Mereka menyerangnya dengan membabi buta. Pukulan kayu mendarat di tubuh mereka. Lalu anggota tim lain menusukkan pisau lipatnya lagi ke tubuh hewang malang itu. Sementara lainnya menginjak tubuh binatang itu.


Tiga serigala itu akhirnya menjemput ajalnya di tengah kepungan tim evakuasi yang mengepungnya.

__ADS_1


“Minggir kalian semua... !” perintah Simon. Dia yang seorang perokok mengeluarkan korek dari sakunya.


“Cess....” Lelaki itu menyalakan pemantiknya dan melempar ke tubuh binatang itu. Seketika api menyala da semakin lama berkobar membakar tubuh tiga binatang itu sampai habis. Dia lalu juga melakukan hal yang sama pada dua serigala lainnya yang telah mati duluan.


Setelah tubuh binatang buas itu habis terbakar dan api sudah padam mereka semua berkumpul. Dan setelah memastikan kondisi mereka semua aman, mereka berjalan kembali ke hutan menuju tenda mereka.


Anggota tim lainnya yang menjaga tenda mendengar suara ramai tak jauh dari tenda mereka. Mereka pun keluar untuk melihat. Senyum tersungging di wajah mereka semua saat melihat anggota tim telah kembali bersama dua orang yang hilang.


“Ketua kembali... !!” ucap salah satu orang yang ada di depan tenda. Anggota lainnya lainnya langsungnya keluar dari tenda. Begitu pula dengan Nathan. Anak itu seolah tak percaya melihat kedatangan dua temannya yang hilang.


“Apakah itu benar kalian ?” Apa yang terjadi ?” melihat Dirga dan Rheva yang tubuhnya kotor dan ada bercak darah di baju mereka.


“Ah... ceritanya panjang... nanti saja ku ceritakan pada mu. Aku haus sekarang.” ucap gadis itu masuk ke tendanya. Dia berdiri menatap tendanya dengan lega lalu mengambil air minum dan meneguknya sampai habis.


Sementara itu yang lainnya memeriksa kondisi tim evakuasi. Beberapa ada yang terluka namun tidak parah hanya luka luar, luka gores yang sedikit megoyak kulit mereka. Anggota lainnya kembali dengan membawa obat-obatan dan merawat para tim evakuasi yang telah terluka.


Sementara itu Dirga masuk ke tendanya dan menutupnya rapat-rapat. Dia melihat luka lebar di lengannya saat menyelamatkan Tomy dari serangan binatang buas tadi. Ia segera mengalirkan reiki menyembuhkan luka di tangannya itu.


Rheva saat itu keluar dari tendanya dan menuju ke tenda Dirga. Dia ingat temannya itu terluka di tangan kirinya akibat cakaran serigala tadi. Ia berdiri di depan tendanya bermaksud mengantarnya ke petugas medis untuk mendapatkan perawatan mengurungkan niatnya dan memilih anak itu membuka tendanya barulah ia masuk. Ia tak mau di tuduh mengintip orang yang sedang ganti baju atau lainnya.


Beberapa saat kemudian Dirga keluar dari tenda dengan memegang tangannyanyang terluka. Betapa terkejutnya dia saat melihat Rheva yang berdiri di sana.

__ADS_1


“Rheva...sejak kapan... sejak kapan kau ada di sini ?” tanyanya kaget melihat gadis itu dan tanpa sadar melepasakan tangannya. Rheva yang khawatir padanya memegang tangan Dirga yang terluka itu dan betapa terkejutnya dia saat melihat luka yang di tangannya sembuh bahkan sama sekali tidak berbekas.


BERSAMBUNG....


__ADS_2