Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 122 Tempat Rheva Di Tahan


__ADS_3

Keesokan harinya semua orang yang ada di hutan berencana untuk menyelamatkan tahanan lainnya serta kabur dari markas Infinix. mereka membagi menjadi dua tim. Tim satu yang beranggotakan sembilan orang bertugas untuk melakukan penyelidikan terhadap para tahanan yang masih ditawan di sana. Sedangkan tim dua yang beranggotakan delapan orang bertugas untuk mencari jalan keluar yang aman bagi mereka untuk kabur dari sana.


“Siapa yang ingin bergabung dengan tim satu ?” tanya Lin Han pada semua ada disana.


“Aku akan bergabung denganmu.” ucap Dirga pada lelaki itu karena dia ingin mencari Rheva. Secara otomatis Andrew pun ikut bergabung dengan tim satu bersamanya dan enam orang lainnya ikut bergabung bersama mereka.


Maka sisanya tergabung menjadi tim dua bersama Edie. Dan mereka mulai bergerak cepat.


“Ayo kita mulai bergerak sekarang.” ucap Lin Han pada mereka semua. Segera dua tim keluar dari hutan dan melakukan misi mereka masing-masing.


Tim satu yang beranggotakan sembilan orang membagi lagi menjadi tiga kelompok yang melakukan penyelidikan menyebar agar segera cepat selesai. Mereka berpencar tempat di mana para tawanan ditahan.


Dirga yang masih bingung harus memeriksa tahanan yang mana dulu, mengikuti Lin Han. Karena baginya lelaki itu yang paling berkompeten dibandingkan pasukan khusus lainnya.


“Kau ada gambaran kemana kita akan mulai memeriksa ?” tanya Dirga saat sudah berada di luar hutan.


“Bagaimana jika kita mulai memeriksa ke kaki gunung di mana di sana para tahanan dipaksa untuk membangun benteng baru ?” saran Andrew setelah teringat jika dia sebelumnya melihat penyiksaan yang di lakukan pada para tahanan yang ada di sana.


“Baik kita ke sana saja sekarang.” jawab Lin Han menerima saran Andrew.


“Tunggu... bukannya aku tidak mau ke sana... tapi aku ingin mencari tahanan khusus lainnya dulu di mana mereka menempatkan Rheva, aku benar-benar khawatir pada gadis itu.” ucapnya menyampaikan keinginannya pada mereka berdua. Karena sudah dua bulan lebih dia tidak tahu bagaimana kondisi gadis itu.


Lin Han berpikir sejenak dan mempertimbangkan dua masukkan itu. Sebenarnya baginya tak masalah dan sama saja mau memeriksa yang mana dulu, hanya saja jika menyelidiki sel tahanan khusus beresiko lebih tinggi.

__ADS_1


“Jika kita mencari tahanan khusus kita harus sangat berhati-hati sekali. Bagaimana apa kalian bisa?” tanyanya lagi pada mereka berdua. Dirga menoleh ke Andre dan sebelum lelaki itu menjawab, dia mendahului menjawab karena khawatir jika dia menolak sarannya.


“Baik, kami bisa. Iya kan Andrew ?” jawabnya lalu menatap Andrew yang akhirnya mengangguk dan tak berani berkata apapun.


“Ayo kita mulai bergerak sekarang !” ajak Lin Han pada mereka berdua. Ketiga orang itu merubah penampilan mereka mirip dengan pengawal yang ada di sana. Dirga yang sebelumnya kesulitan merubah wujudnya karena baru mempelajarinya kemarin hari ini dia sudah bisa merapal mantra dan merubah dirinya tanpa bantuan Andrew.


Beberapa saat kemudian mereka tiba didepan sebuah sel di mana ada dua pengawal yang berjaga di sana.


“Hey... aku baru di sini. Aku diminta untuk menggantikan kalian berjaga. Kalian bisa istirahat dulu.” ucap Andrew pada salah satu pengawal di sana. Kebetulan sekali mereka berdua memang menunggu pengganti mereka yang sedari tadi belum datang. Dengan senang hati mereka memberikan tempatnya untuk Andrew dan Dirga tanpa rasa curiga sama sekali.


Andrew mengambil posisi dan menggantikan pengawal itu. Sementara Dirga yang tengah bersiap mengambil posisi untuk menggantikan pengawal, mencoba mengorek informasi dari mereka.


“Hey tunggu... nanti malam kami berdua ditugaskan untuk berjaga di sel tahanan khusus tempat Ighist ditahan. Apa kalian tahu di mana mereka menahan gadis itu ?” pengawal itu berhenti sejenak dan berbalik menghadap Dirga.


Sementara itu Lin Han yang membuat dirinya tak nampak dari tadi, sekarang menampakkan dirinya kembali. Dia mengetahui letak tahanan itu karena sudah lama ada di sana dan sering keluar masuk ke markas tanpa sepengetahuan penjaga.


“Ikuti aku... aku akan tunjukkan tempatnya padamu.” ucapnya lirih di dekat telinga Dirga. Mendengar itu Dirga tampak berbinar matanya dan tersenyum.


“Benarkah kau tahu tempatnya ?” tanya Dirga tak percaya sebentar lagi dirinya akan bisa bertemu dengan Rheva. Lin Han mengangguk pelan menanggapinya meskipun yang dia tahu hanyalah lokasinya saja tapi sampai saat ini dia belum pernah masuk ke sana, jadi dia tidak tahu apa yang ada di balik tahanan itu.


Mereka bertiga pun pergi dari sana setelah Dirga dan Andrew membuat tiruan mereka dan menghentikan mereka berjaga.


Mereka masuk ke suatu ruangan melewati sebuah ruangan yang terlihat tertutup rapat dan dijaga oleh banyak pengawal di sana. Mereka berhenti sebelum melewati ruangan itu. Lin Han kembali membuat dirinya tak nampak agar bebas dari pengawasan pengawal.

__ADS_1


“Eits... tunggu... lalu bagaimana dengan ku ?” ucap Dirga pada Lin Han sambil menarik bagian belakang baju lelaki itu karena dia tak bisa melakukan hal seperti yang dilakukan oleh Lin Han.


Lin Han berbalik dan menatapnya yang masih belum membuat dirinya tak nampak.


“Jangan bilang kau tak bisa membuat diri mu tak nampak seperti ku ? Ah... jangan bercanda denganku. Kau ini Pixy... harusnya kau bisa melakukan hal yang sama dengan seperti yang kulakukan...” ucapnya lirih sambil mengerutkan dahi dan tersenyum masam pada Dirga.


Dirga mengedikkan bahunya karena memang dia tak bisa melakukannya.


“Tuan Lin Han ceritanya panjang... tuan ku memang belum bisa teknik itu. Aku belum mengajarkannya padanya jadi wajar saja jika dia tak bisa...” ucap Andrew menjelaskan pada Lin Han.


“Huft... baiklah aku akan mengajarkan teknik menghilang ini pada mu. Tapi kuharap kau cepat menguasainya kan waktu kita sempit.” jawab Lin Han setelah mendengar penjelasan dari Andrew menatap Dirga. Dirga mengangguk dan tambah bersemangat akan mempelajari teknik baru.


Dia berbalik dan sekarang ada di samping anak itu dan kembali menampakan wujudnya. Dia berapa semua mantra dan membisikan pada telinga Dirga.


“Sekarang coba praktekkan...” ucap Lin Han sambil mengajari caranya membuat diri tak nampak yang sudah membuat dirinya tak nampak lagi.


Dirga merapalkan mantra seperti yang dikatakan Lin Han dan mempraktekkan cara yang ditunjukkan oleh lelaki itu. Dalam sekejap tubuhnya pun sudah menjadi tak kasat mata.


“Aku tak percaya aku bisa melakukan ini...” gumam Dirga tersenyum sambil melihat dirinya yang sudah tak kelihatan lagi.


“Ayo cepat jalan...” ajak Lin Han. Andrew pun membuat dirinya tak nampak kemudian mereka bertiga berjalan beriringan melewati banyak pengawal yang menjaga suatu ruangan itu.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2