Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 106 Roh Suci


__ADS_3

Dirga melihat anak kecil itu keluar dan menembus pintu rumah sakit. Dia mengikuti anak itu keluar ruangan dengan menembus pintu di rumah sakit itu.


“Tunggu anak kecil....” melihat anak itu yang pergi dengan cepat melayang di udara.


Karena tak mau kehilangan jejak dia pun mempercepat langkahnya dengan mengikuti anak itu melayang di udara.


“Hey adik.... ku bilang tunggu.” ucapnya lagi terus memanggil roh anak kecil itu.


Mendengar ada seseorang yang memanggilnya dengan sebutan adik dia pun berhenti seketika dan malah menghampiri Dirga.


“Anak muda kau panggil apa aku barusan... ?” ucapnya dengan nada tinggi pada Dirga.


Dirga baru menyadari bahwa sosok anak roh anak kecil yang memanggilnya tadi bukanlah seorang anak kecil melainkan sosok roh lelaki tua yang bertubuh seperti anak kecil. mendengar nada bicaranya yang tinggi dia pun meminta maaf pada roh itu.


“Oh... maaf jika aku salah menyebut mu karena dari kejauhan terlihat seperti sosok roh anak kecil. kalau begitu aku akan memanggil dengan sebutan Kakek.” jawab Dirga.


Roh kakek tua itu pun terlihat melunak setelah mendengar permintaan maaf dari Dirga.


“Kakek... maaf, apakah kakek penunggu rumah sakit ini... ?” tanyanya pada arwah kakek tua itu.


“Bukan...” jawabnya sambil melihat menerawang roh anak muda di depannya.


“Jadi apakah kakek sakit parah atau sedang koma... ?” tanya Dirga lagi yang penasaran pada roh kakek itu.


Namun lagi-lagi kakek itu menggelengkan kepalanya dan membuat Dirga tambah bingung dan berpikir keras siapa sebenarnya kakek itu ? Kenapa dia bisa melihat dirinya ?


“Anak muda siapa namamu ?” tanya roh kakek itu pada Dirga dan Dirga pun memberitahukan namanya pada sang kakek.


“Dirga... panggil aku kakek Sanca. Ayo kita duduk duduk dan bicara.” ucap sang kakek mengajak Dirga untuk bercakap-cakap sebentar.


“Baik kakek Sanca.” jawab Dirga.


Dia pun mengikuti kakek Sanca melesat ke udara lalu mendarat di sebuah atap rumah sakit. Mereka berdua lalu duduk dan mengobrol.

__ADS_1


Setelah lama berbicara akhirnya Dirga pun mengetahui identitas asli kakek Sanca yang merupakan pendeta dan seorang guru spiritual. Kakek itu bercerita jika dia mempunyai tugas mengajari seorang anak ilmu spiritual yang telah dipelajarinya selama ratusan tahun lamanya sebelumnya, barulah dia bisa bereinkarnasi.


Namun sudah puluhan tahun lamanya dia mencari seorang pemuda yang diramalkan akan menjadi murid terakhirnya, bahkan sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya sebagai manusia dan dalam wujud roh dia masih belum menemukan murid yang dicarinya itu sampai sekarang.


Lelaki tua itu menatap Dirga dan kembali menerawang tubuhnya.


“Anak muda mungkin sudah suratan takdir kita bertemu di sini. Aku sudah lama sekali mencari dan menunggumu. Dan akhirnya aku bertemu denganmu di sini.” ucap kakek itu pada Dirga.


Sedangkan Dirga yang tidak tahu apa yang di maksudkan oleh kakek itu menyimpan rasa penasarannya dan membiarkan kakek Sanca sendiri yang menguraikan maksudnya.


“Aku tahu kau pasti bingung dan masih mencerna kata-kataku ini. aku akan membantumu kembali menyatu dengan tubuhmu.” ucap Kakek itu pada Dirga yang tampak semakin bingung karena seolah kakek itu bisa membaca pikirannya dan apa yang terjadi pada dirinya, mungkin juga dia bisa mengetahui masa lalu atau masa depan.


“Bagaimana kakek Sanca bisa mengetahui kondisi ku hanya dengan melihat ku ? Apa dia adalah seorang roh suci ? lalu apa hubungannya dengan diriku ?” batin Dirga yang semakin bingung pada kakek itu.


“Sudah ku bilang padamu di awal jika aku adalah pendeta suci dan seorang guru spiritual.” jawabnya singkat. Dirga mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti mendengar perkataan kakek barusan.


“Benarkah kakek bisa membantuku... ? Terima kasih banyak kalau begitu kek...” jawabnya sambil melempar senyum pada kakek itu.


“Untuk membuatmu bisa menyatu kembali dengan ragamu kau harus mempelajari ilmu spiritual lebih dulu.” ucap kakek Sanca lagi pada anak itu.


Kakek Sanca melihatnya. Lelaki tua itu tahu jika Dirga bukan orang biasa. Dan dia punya tugas yang harus diselesaikan secepatnya hanya dengan melihat matanya.


“Kau merupakan gabungan dari dua orang, oleh karena itu tubuh mu menolak raga mu. kau harus membersihkan dirimu terlebih dulu baru Kau bisa kembali ke tubuh aslimu.” ucap kakek Sanca lagi menjelaskan panjang lebar pada Dirga. Namun anak itu masih tidak mengerti pada apa yang dikatakan oleh kakek itu.


Mereka berdua pun kembali melanjutkan obrolan di atas atap rumah sakit sampai sore hari dan membahas apa saja yang bisa menjadi bahan obrolan kali itu.


Sore menjelang senja.


Kakek Sanca tampak berdiri atas atap dan menatap langit yang mulai redup.


“Anak muda sampai disini dulu pertemuan kita. Kita akan bertemu lagi besok dan carilah aku di sini.” ucap kakek itu lalu tiba-tiba menghilang dari pandangan Dirga dengan menjadi sinar yang berwarna terang dan meluncur ke angkasa.


Dirga ikut berdiri dan menatap sinar yang sudah melesat dan hilang di langit.

__ADS_1


“Ah... padahal masih ada yang ingin kutanyakan. banyak sekali yang ingin kutanyakan padanya. Ya sudahlah...” ucapnya terlihat kecewa setelah melihat kepergian kakek Sanca.


Karena kakek Sanca telah pergi dari tempat itu, dia pun melesat turun dari atap rumah sakit dan kembali masuk ke ruangan tempatnya dirawat sebelumnya.


Di ruangan itu dia melihat banyak perawat dan dokter yang berkumpul mengelilingi tubuhnya.


sedangkan di luar ruangan dia melihat ada ayah dan ibunya yang tampak cemas sekali menunggu kabar dari dokter.


Di dalam ruangan, perawat dan dokter sedang berusaha untuk menyadarkan Dirga.


Melihat anak itu menunjukkan tanda vital kehidupan dengan membuka kedua matanya, para petugas medis itu sekarang sudah berhasil membuat jantungnya berdetak stabil karena sebelumnya detak jantungnya sempat melemah.


“bip... bip...”


Dokter melihat elektrokardiograf yang ada di dekat tanah itu yang sudah stabil namun tetap saja tak ada respon tambahan dari tubuh yang masih terbaring kaku di tempat itu.


Saat itu Dirga yang tahu jika dirinya masih belum bisa menyatu kembali dengan tubuhnya, melakukan hal konyol dengan memasuki tubuhnya lagi.


“buzz...” Dirga masuk menembus tubuhnya.


Saat dia mencoba memasuki tubuhnya, gelombang elektro kardiograf mencatat perubahan yang terjadi walaupun hanya sedetik.


“buzz....” rohnya terpental lagi keluar dari tubuhnya dan membuat elektrokardiograf itu kembali tidak menunjukkan perubahan apapun.


Dokter dan perawat di sana merasa aneh dengan kejadian itu.


“Apa yang terjadi sebenarnya ? Kenapa ada tanda kehidupan sebentar saja namun setelah itu tanda itu hilang lagi ?” ucap salah seorang perawat pada dokter yang ada di ruangan itu.


Setelah melakukan beberapa treatment dan tak ada hasil mereka para petugas medis itu keluar dari ruangan itu.


Tampak Elsa dan Hadwan segera datang menghampiri petugas medis itu.


“Bagaimana dokter keadaan putra kami ?” tanya Elsa dan Hadwan serempak. Namun dokter terlihat menggelengkan kepala.

__ADS_1


“Maaf bapak dan ibu kami sudah melakukan usaha semaksimal mungkin tapi hasilnya masih sama seperti sebelumnya.” jawab dokter itu lalu pergi berlalu meninggalkan mereka berdua yang tampak sedih dan berduka.


BERSAMBUNG...


__ADS_2