Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 97 Aliansi Part 2


__ADS_3

Cemal masuk ke ruangan ayahnya berada dan bicara pada ayahnya.


Di sebuah ruangan terbaring seorang lelaki tua di tempat tidur. Dia membuka matanya saat mendengar ada langkah kaki yang masuk ke sana.


“Cemal...” ucap Elijah saat melihat orang masuk adalah anaknya.


“Ayah... ada yang ingin ku sampaikan padamu.” ucapnya menghampiri ayahnya yang sekarang duduk di tempat tidur.


“Ya... ada apa ucapkanlah...” pinta ayahnya yang jadi penasaran.


“Ayah di luar ada ketua Avian dari Pixy ingin bertemu dengan mu dan membahas suatu hal.” ucapnya menyampaikan pesan dari ketua Avian pada ayahnya.


“Ketua Avian... ?Ada apa dia kemari ? Bawa dia masuk ke sini...”


“Tapi ayah... ayah masih sakit, ketua Avian mungkin ke sini ingin membahas aliansi.” jawabnya akhirnya menyampaikan tujuan dari kedatangan ketua Pixy itu.


“Tak apa... suruh ketua Avian masuk sekarang biar aku lebih jelas pada rencananya.” ucapnya terus mendesak anaknya untuk bertemu dengan ketua Avian.


Walaupun sebenarnya berat hati dan mengkhawatirkan kondisi ayahnya, Cemal pun keluar lagi dari kamar lalu menghampiri ketua Avian.


“Ketua Avian... mari silahkan masuk menemui ayah bersama ku.” ajak Cemal setelah ada di dekat ketua Pixy itu.


Mereka berdua lalu berjalan mengikuti Cemal masuk ke ruangan ketua Elijah.


Di sana ketua Elijah sudah duduk menunggu kedatangan ketua Avian.


“Uhuk... uhuk... ketua Avian bagaimana kabar mu, lama tak jumpa ?” tanyanya sambil terbatuk-batuk dan mencoba berdiri menyambut kedatangan tamunya.

__ADS_1


“Ketua Elijah duduk saja. Kabar ku baik ketua. Maaf aku baru tahu kalau ketua sakit...” ucapnya mendekat pada ketua Excogryf itu.


“Apa yang membawa ketua kemari... ?” menatap pimpinan Pixy yang sudah berdiri di dekatnya.


“Maaf mengganggu waktu ketua. Sebenarnya kedatangan kami ke sini adalah mengajak ketua Elijah untuk beraliansi melawan Arthur. Infinix sudah bergerak. Mereka sudah menangkap sebagian orang kami dan sekarang sedang memburu Ighist serta Excogryf. Mungkin jika kita menyatukan kekuatan, kita bisa mengimbangi kekuatan mereka dan bahkan mengalahkan mereka.” ucap ketua Avian menjelaskan panjang lebar maksud dan tujuannya pada ketua Elijah.


“Hmm....” ketua Elijah tampak diam dan berpikir. Dia juga tidak suka dengan Arthur yang ingin menguasai dunia itu dengan berdiri di atas darah kelompok lainnya. Apalagi penyebab lukanya adalah karena akibat serangan dari Arthur yang membuatnya semakin geram mendengar dia masih mau menghabisi yang lainnya.


Ketua Elijah menatap Cemal yang masih ada di ruangan itu. Dia merasa anaknya itu sudah cukup umur dan sudah terlatih. Mungkin sudah saatnya mengasah kemampuan anaknya itu agar kelak bisa menggantikan dirinya saat dia sudah tiada.


“Cemal....kemarilah...” ucapnya melambaikan tangan dan memanggil anaknya.


“Ya ayah...” jawabnya lalu segera mendekat pada ayahnya.


“Aku sudah pikirkan ini baik-baik. Kau sudah cukup umur dan sudah waktunya kau membantu ayah. Kelak kau akan menggantikan kedudukan ayah. Aku serahkan komando militer ini sekarang pada mu. Ayah yakin kau mampu. Dan tugas pertamamu adalah membantu ketua Avian melawan pasukan Infinix. Bantulah ketua Avian, dengan itu kemampuanmu akan semakin terasah sebagai calon penerus kekuasaan Excogryf. Jangan kecewakan ayah putraku.” ucapnya secara mendadak mengalihkan semua kekuasaan kekuatan militer itu pada Cemal yang membuatnya terkejut dan tidak siap mengemban tugas dari ayahnya. Dia khawatir bagaimana jika nanti dia gagal ? Bukannya dia akan membuat saya senang tapi malah akan membuatnya sedih.


Melihat putranya yang tampak ragu dan berat menjawab dia kembali menegaskan bahwa hanya itu sanggup mengemban tugas yang diberikannya.


“Ya baiklah ayah... aku terima mandat dari ayah.” jawabnya tak bisa menolak lagi dan akhirnya menerima itu dengan senang hati.


Ketua Elijah lalu beralih menatap ketua Avian.


“Ketua mulai saat ini untuk urusan kekuatan militer kau bisa berurusan langsung dengan Cemal putraku.” ucapnya menatap lelaki yang usianya di bawahnya itu dengan tersenyum.


“Terima kasih atas kemurahan hati dan kepercayaan dari ketua Elijah pada kami.” jawabnya dengan muka berseri.


“Kalau begitu Ayah silakan istirahat kembali, aku akan pergi dulu untuk membahas masalah ini dengan ketua Avian. Terima kasih ayah sudah memberikan kepercayaan padaku.” ucapnya memberi salam pada ayahnya lalu mengajak bertanya Avian dan khususnya itu keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Di luar mereka bertiga membahas masalah itu dan merencanakan akan kembali mengadakan pertemuan lagi untuk menyusun rencana penyergapan untuk melawan pasukan Infinix.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya ketua Avian pamit undur diri dari markas Excogryf.


“Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya tuan Cemal.” ucap ketua Avian pada lelaki itu.


“Sama-sama ketua Avian. semoga kita menjadi tim yang hebat dan kuat untuk membasmi para Infinix itu.” jawabnya sambil tersenyum pada ketua dan mengantarnya keluar sampai ke pintu gerbang markas.


Ketua Avian tersenyum lebar setelah keluar dari markas Excogryf. Akhirnya dia bisa mengajak mereka untuk beraliansi menyatukan kekuatan melawan musuh bebuyutan mereka.


Setelah mendapat persetujuan dari Excogryf kini dia bermaksud datang ke markas Ighist dan mengajak mereka beraliansi juga melawan pasukan Infinix.


“Jhony sekarang antar aku ke markas Ighist berada. Aku akan coba mengajak mereka berunding dan mudah-mudahan mereka juga setuju dengan rencana ku ini.” ucapnya pada pasukan khusus yang menemaninya di tengah perjalanan.


“Ketua apa tidak lain kali saja kita ke markas Ighist ? karena Setahuku beberapa kali mereka sering berpindah tempat untuk menghindari serangan dari Infinix. Aku mengetahui markas terakhir mereka tapi aku belum tahu apakah mereka masih ada di sana atau sudah pindah lagi ketua. Atau biar aku selidiki lagi baru kita ke sana ketua....” ucap pasukan khusus itu pada ketua menyampaikan keberadaan Ighist yang nomaden.


Karena sudah ada di luar, sekalian saja untuk mendatangi markas Ighist dan tidak ada salahnya mencoba ke sana. Jika beruntung mereka pasti akan bertemu dengan para Ighist.


“Tidak usah menunda waktu lagi Jhony. Kita berangkat saja sekarang ke markas Ighist. Aku tidak masalah jika nanti ternyata tidak bertemu dengan mereka, dan aku tidak akan kecewa.


Karena Ketua Avian bersikeras, akhirnya Jhony menunjukkan jalan dan menemani ketua Pixy berkunjung ke markas Ighist.


Beberapa saat kemudian terlihat titik putih simetris di udara yang mengiringi kepergian mereka dari wilayah Excogryf.


Markas Ighist berada di tempat yang lebih jauh lagi. Mereka harus melewati jalan panjang dan melewati beberapa lautan dan barulah akhirnya mereka tiba di Lembah Salju.


“Kita sudah sampai ketua... di sini markas Ighist sebelumnya.” ucap pasukan khusus itu muncul lagi dari titik putih dan menampakkan wujudnya.

__ADS_1


Mereka lalu berjalan masuk di daerah yang bersalju itu.


BERSAMBUNG....


__ADS_2