Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 14 Pendalaman Reiki


__ADS_3

Master Hideyoshi masih menemui Dirga setiap malam di kamar anak itu. Setiap hari ia melatih dan mengajari teknik me-reiki dengan benar. Ia telaten mengulangi berkali-kali agar Dirga dapat menguasai teknik itu.


Dirga bertanya-tanya, mengapa belakangan ini banyak yang mengajarinya bermacam-macam ilmu. Sebenarnya untuk alasan apa dia harus mempelajari itu semua. Dan mengapa orang-orang asing itu mencari dan mengajarinya berbagai ilmu ? Apa untungnya untuk mereka dan juga dirinya ?


Namun pada siapa ia harus bertanya. Karena ia tak pernah di beri kesempatan untuk bertanya hal lain selain tentang materi yang di sampaikan padanya selama ini.


Ia memberanikan diri untuk bertanya malam itu pada Master Hideyoshi.


“Master... kenapa Dirga harus berlatih teknik reiki ? Kenapa harus Dirga, bukan yang lain ?” menatap Master Hideyoshi yang sedang mencari objek untuk di jadikan bahan praktikum.


Lelaki itu terdiam cukup lama mendengar pertanyaan dari Dirga. Ia tampak bimbang, ingin memberitahunya atau tidak. Namun karena Dirga terus mendesak dan mengulangi pertanyaannya berkali-kali, akhirnya ia pun angkat bicara.


“Ini semua untuk kebaikan mu. Suatu saat kau akan membutuhkan ilmu ini. Kau adalah orang pilihan, keturunan dari kelompok terkuat di zaman kuno.” memberikan sedikit penjelasan.


Namun Dirga masih tidak mengerti apa yang di maksud oleh Master Hideyoshi itu, dan kembali membuatnya ingin tahu.


“Siapa kelompok terkuat itu, siapa mereka mereka ?”


“Aku kira sudah cukup penjelasan ku kali ini pada mu Dirga. Kau jangan bertanya lebih lanjut lagi. Suatu saat kau akan mengetahuinya sendiri. Yang terpenting saat ini kau harus segera menguasai nya. Waktu ku untuk menemani mu tak lama, karena masih akan ada lagi yang akan menjadi guru mu setelah aku.” memberikan penjelasan panjang lebar, dan berharap Dirga tak pernah bertanya apapun lagi padanya.


Dirga masih ingin bertanya. Karena rasa tahu nya yang sangat besar terhadap apapun. Namun setelah mendengar pernyataan dari Master Hideyoshi barusan, ia mengurung akan niatnya untuk bertanya padanya.


Untuk masalah keturunan, mungkin ia bisa bertanya pada Nenek-Kakeknya yang berumur lebih tua dari Mama dan Ayahnya. Mungkin saja mereka lebih tahu megenai silsilah kelurga mereka dari garis Nenek-Kakenya sampai ke atas.

__ADS_1


“Sudah untuk saat ini jangan pikirkan hal itu terlebih dulu. Fokus, kamu harus fokus pada apa yang kamu pelajari saat ini. Sekarang cari objek untuk bahan praktikum mu.” kembali mengingatkan Dirga agar terus konsentrasi dan membuang semua pikiran yang mengganggu.


Dirga melihat ke sekeliling dan tidak menemukan satu pun objek untuk ia jadikan bahan praktikum.


“Tidak ada... Dirga tidak menemukannya Master...” menatap mata lelaki tua itu lalu beralih melempar pandangan ke arah luar ruangannya.


Master Hideyoshi menangkap maksud Dirga yang ingin mencari sesuatu yang bisa mereka jadikan objek di luar ruangan itu.


“Baiklah.... karena disini tidak ada sesuatu yang bisa di jadikan objek. Kita keluar saja dari ruangan ini dan mencarinya di luar rumah. Ikuti aku...!!” keluar dari kamar Dirga dengan menembus dinding dan menuju ke luar rumah.


Dirga berjalan mengikuti kemana lelaki itu mengajaknya. Dirga menutup pintu kamarnya dengan pelan, agar tidak membangunkan seisi rumah. Dia juga menutup pintu utama rumah dengan pelan juga saat keluar dari ruang tamu. Mereka kemudian tiba di halaman depan rumah.


Dirga kemudian melihat ke sekeliling untuk mencari sesuatu yang bisa ia jadikan objek. Kebetulan sekali saat ia kebingungan mencari objek, tiba-tiba ia melihat iguana yang jatuh dari pohon.


“buk...”


Dirga menghampiri dan mendekati iguana itu. Iguana itu hanya melihat Dirga dengan gelisah, namun ia masih tidak bergerak dari tempatnya.


Dirga berjongkok lalu mengambil iguana itu. Ia membalik badan hewan itu dan melihat setiap bagian tubuhnya, lalu menyentuh satu per satu bagian tubuhnya. Mulai dari bagian kepala sampai ke bagian ekornya.


Ia melihat iguana itu bernafas dengan sangat cepat yang terlihat dari bagian dadanya yang mengembang dan mengempis dengan cepat, saat ia menyentuh dua kaki belakangnya.


“Dirga sudah menemukan bagian yang sakit. Ini bagian yang sakitnya, Dirga temukan.” menunjuk bagian kaki dan memperlihatkannya pada Master Hideyoshi.

__ADS_1


Master Hideyoshi yang sedari tadi berdiri dibawah pohon memandangi langit, seolah melakukan kontak dengan sesuatu di langit segera mendekati Dirga.


Ia ikut berjongkok untuk melihat iguana yang terluka itu.


“Mulailah me-reiki hewan yang ada di tangan mu itu. Aku harap kau menunjukkan progres, harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya.” menatap Dirga dengan wajah serius.


Dirga balas menatap Master Hideyoshi, lalu dia mulai beraksi. Ia membalik lagi tubuh iguana itu, dengan posisi kaki menghadap ke bawah. Ia kemudian menyentuh pangkal kaki sebelah kiri dan mulai mengalirkan energi ke area kaki iguana itu.


Ia mengalirkan energi perlahan sampai pada jumlah batas maksimal energi yang bisa di terima oleh iguana itu. Saat ia merasa enegi yang ia berikan sudah penuh, ia merasa energi negatif dari iguana itu mulai mengalir ke tubuhnya. Ia kemudian berusaha menghentikan penyebaran energi negatif itu di tubuhnya dan memecah energi negatif itu serta menarik keluar dari tubuhnya.


“Akhirnya kau berhasil, walaupun cukup lama tadi baru kau bisa melakukannya.” memuji kerja keras Dirga selama ini.


“Jangan senang dulu... kau baru menyembuhkan separuhnya. Satu kakinya belum kau sembuhkan.” menunjuk satu kaki iguana.


Entah kenapa Dirga merasa lemas setelah berhasil menyembuhkan satu kaki iguana tadi. Sekarang ia menaruh hewan itu kembali di atas tanah untuk mulai menyembuhkan satu kaki yang lainnya.


Ia menyentuh pangkal kaki kanan iguana itu. Dan mulai mengalirkan energi penyembuhan ke area tersebut. Namun baru setengah ia mengeluarkan energi, ia merasa kehabisan energi dan merasakan tubuhnya sangat lemas sekali. Seketika Dirga tak sadarkan diri di tempat.


“Dirga... !!!” kaget melihat Dirga yang jatuh pingsan, tak sadarkan diri.


“Sudah ada kemajuan meskipun kau belum bisa mengontrol energi mu sendiri.” tersenyum puas menatap Dirga.


Master Hideyoshi kemudian melanjutkan penyembuhan yang hanya kurang sedikit pada iguana tadi. Ia mengalirkan energi pada kaki kanan iguana itu dengan menyentuh bagian samping kaki. Dalam sekejap hewan itu kembali bisa bergerak dan kemudian mulai berjalan pergi meninggalkan Master Hideyoshi setelah menatapnya untuk beberapa saat, seolah mengucapkan kata terima kasih dan ucapan selamat tinggal.

__ADS_1


Lelaki itu kemudian beralih mengalirkan energi nya ke tubuh Dirga yang kehabisan tenaga. Tak berapa lama kemudian Dirga sadar. Namun Master Hideyoshi mengakhiri sesi latihan kali ini dan memintanya kembali beristirahat di tempat tidurnya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2