Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 88 Makam Leluhur


__ADS_3

Setelah puas bermain di ladang bunga poppy, Rheva mengajak Dirga keluar dari ladang bunga itu. Mereka berjalan menuju ke kota dan melewati keramaian.


Dirga yang tidak tahu mereka ada di daerah mana terus berjalan mengikuti kemanapun gadis sekitar itu pergi. Dia melihat warga yang mendiami kota itu merupakan orang modern, tidak seperti bayangannya yang dia kira adalah orang kuno pada zaman dahulu. Bahkan bangunan di sana terlihat modern dan tertata rapi.


Dia berhenti sejenak saat melihat tower tinggi di kejauhan dengan jarak sepuluh mil dari tempatnya berada sekarang.


“Menara Eiffel...? Apa aku tidak salah lihat ? Apa benar sekarang kami ada di Perancis, atau ini hanya sebuah dunia rekaan saja ?” batinnya tertegun saat melihat Tower yang mirip sekali dengan Menara Eiffel.


Dia terus berjalan dan melihat warga di sekitar tempat itu semuanya berambut pirang dengan tingkat warna kegelapan yang berbeda, iris mata berwarna biru, serta postur tubuh yang tinggi.


“Rheva, apa kau tidak salah datang kemari ? Kau yakin ini tempatnya?” tanyanya menarik tangan gadis itu dan membuatnya berhenti.


“Tapi memang di sinilah kelahirannya...” jelasnya berhenti di tengah keramaian.


Anak itu lalu lebih mendekat pada Rheva untuk mengucapkan sesuatu.


“Apakah kita ada di Prancis atau aku hanya bermimpi saja ?” bisik nya pada gadis itu karena berada di tengah keramaian.


Gadis itu hanya tersenyum menatap Dirga dan berjalan mundur mendekatinya.


“Bukankah ini lebih baik dan menyenangkan berada di sini, di negara cinta di mana banyak tempat romantis di sini.” ucap gadis itu berbisik di telinganya dan Dirga menganggap gadis itu sedang menggodanya.


“Aku tidak tahu apa rencana mu yang sebenarnya, tapi ya sudah asal kau senang saja... aku akan mengikuti mu.” ucapnya sambil tersenyum gembira pada sikap gadis itu yang kembali menjadi lembut sama seperti saat sebelum mereka jadian. Sudah lama sekali dia merindukan sosok Rheva yang selalu peduli dan perhatian padanya, tidak seperti sekarang yang sering terlihat seperti anjing dan kucing.


“Kalau begitu kita...” ucapnya tersenyum lebar dan langsung menggenggam tangan gadis itu. Gadis itu kali ini tidak menolak dan mengeratkan genggaman tangannya.


Mereka berjalan menyibak keramaian. Sesekali Dirga mendengar seseorang yang menatapnya dan membicarakannya.


“Vous voyez ce couple devant lequel nous sommes passés ? Je pense qu'ils sont un nouveau couple.”


Dirga dan Rheva saling bertatapan setelah mendengar pembicaraan orang tadi.

__ADS_1


“Kenapa kau menatapku begitu apa kau mengerti apa yang mereka ucapkan barusan ?” tanya Rheva yang terlihat malu-malu.


“Ya tentu saja... Mereka bilang kita adalah pasangan baru.”


Rheva tidak menjawab dan terus berjalan tidak menanggapi perkataan Dirga yang terus menggodanya sepanjang jalan.


Setelah sekian lama mereka berjalan akhirnya mereka tiba di sebuah tempat yang tampak indah dari luar.


Di depan mereka ada sebuah bangunan berjajar yang mirip dengan Pyramid dan terbuat dari batu kristal yang bersinar saat terkena sinar.


“Tempat apa itu... ?” tanyanya pada Rheva.


“Kau akan tahu segera setelah kita masuk ke sana.”. Jawabnya singkat dan sengaja membuatnya penasaran.


Mereka pun akhirnya masuk ke bangunan itu. Dimana di sana terdapat banyak nisan yang tertata rapi.


“Ini... makam... siapa ?” tanyanya kembali pada gadis itu karena dia sama sekali tidak tahu.


“Biana Roussel.... Achille Roussel... siapa pasangan suami istri ini...” tanyanya pada Rheva.


“Ehm... sebenarnya aku juga tidak kenal mereka. Aku hanya sering diajak ke sini oleh ayahku. Dan ayah bilang ini adalah makam dari orang tua si dia yang ku cari itu.” jawabnya menatap anak itu dan menunggu Reaksi yang terjadi.


“Biana Roussel... Achille Roussel....”


Dirga duduk di samping makam pasangan suami istri itu sambil menyentuh nisan mereka. Dia menatap foto wanita cantik itu dan suaminya. Dia terus menatap foto wanita yang tersenyum itu. Dan tiba-tiba dia seolah melihat gambaran masa lalu kedua pasangan suami istri itu dalam pikirannya.


“Sayang aku senang mendengar kau hamil.” ucap sang suami bahagia sambil memegang perut istrinya.


“Tapi sayang bagaimana menurutmu, kondisi sekarang sedang ricuh. Apalagi Infinix dan Pixy sedang ada masalah. Aku takut Tuan Arthur akan mengambil anak ini...” ucap wanita itu terlihat cemas dan khawatir.


“Tidak sayang itu tidak akan terjadi. Aku akan melindungi anak kita apapun yang terjadi nanti. Dan Aku pastikan anak kita akan tetap hidup meski dia jauh dari kita. Suatu saat nanti dia pasti akan ingat pada kita dengan kekuatan yang kita wariskan padanya.” ucap sang suami berkata dengan serius pada istrinya.

__ADS_1


“Pasukan Pixy malam ini akan menyerang dan menghabisi semua yang ada di sini, terutama target utamanya adalah Infinix.” ucap salah satu pemimpin Excogryf pada yang lainnya di suatu tempat dalam pertemuan rahasia.


“Bunuh semua yang kalian temui di sini jangan sisakan satupun.” perintah Arthur pada para pasukannya untuk bergerak cepat malam itu.”


“Argh.... tolong...” teriak banyak orang yang diserang oleh pasukan Infinix secara diam-diam pada malam itu.


“Ingat... suatu saat kau akan berakhir di tangan keturunanmu sendiri...” salah seorang pemimpin mati di tangan Arthur sambil mengucapkan sumpah serapah padanya.


“Ayo semuanya Selamatkan diri kalian. Kita pergi ke dunia lain.” ucap salah satu pemimpin pada yang lainnya.


“Kejar Biana Roussel dan habisi sekalian dengan bayi yang ada dalam kandungannya.”


“Sayang cepat pergi dan ikuti mereka !” teriak Achille Roussel.


“Aku menemukan seorang wanita yang hamil di suatu tempat di dunia lain. Kita harus memindahkan anak kita dalam rahim wanita itu untuk menjaga keselamatan hidupnya kelak.” ucap Achille Roussel yang mendatangi seorang wanita yang di kenal Dirga, dan itu adalah ibunya, Elsa.


“Argh... apa ini....! Kepala ku sakit sekali...!!!” teriaknya setalah melihat kilas kejadian dalam pikirannya itu.


Dia merasa kepalanya semakin pusing dan berat. Dia terus memegangi kepalanya yang semakin berat itu. Karena tidak kuat menahan nya dia pun menyandarkan kepalanya itu pada nisan pasangan suami istri itu.


“Apa yang terjadi apakah dia mengingat sesuatu setelah melihat nisan ini ? Aku tak mengira reaksinya akan secepat ini. Apa dia sudah tahu dan mengingat kembali orang tua aslinya ?” batin gadis itu melihat Dirga seperti melihat sesuatu.


“Dirga ada apa...?”


Rheva mendekati anak itu dan memegang bahunya.


“Entah... Aku tidak tahu siapa mereka. Aku seperti melihat kejadian di masa lalu. Argh.... aku sudah tak tahan lagi, sakit sekali Rheva...” ucapnya lalu berdiri. Namun dia jatuh saat mau melangkahkan kakinya.


“Dirga... Kau tidak apa-apa ?” tanyanya lalu memapah anak itu dan berjalan keluar dari makam itu.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2