
Setelah menghabiskan satu buah apel Dirga melihat keatas dan mendapati banyak sekali buah yang matang di sana.
“Kebetulan sekali di saat aku lapar tersedia banyak makanan di sini.”
Tanpa pikir panjang anak itu pun langsung melompat naik ke atas pohon untuk memetik beberapa buah apel. Dia lalu duduk di salah satu batang pohon sambil menghabiskan beberapa apel yang telah dipetik nya.
Sambil duduk, dia mencari keberadaan Viroz di sekelilingnya namun tak menemukan elang putih miliknya itu.
“Kemana burung itu pergi... mencari makanan atau berkeliling ke sekitar sini ?” ucapnya sambil duduk dan memetik beberapa lagi untuk diberikan pada elang miliknya.
Di saat dia sedang asik menikmati manisnya buah merah itu, tiba-tiba Viroz datang dari kejauhan dan dengan cepat melesat ke arahnya hinggap di dahan tempatnya duduk.
“Viroz... kau dari mana saja ?” tanyanya masih sambil menikmati apel yang dipegangnya. Dengan santai anak itu memberikan beberapa apel pada Viroz agar lelaki itu memakannya.
“Tidak tuan...” jawabnya menolak pemberian Dirga.
“Kenapa kau menolak pemberian ku... apa kau tidak suka ?” tanyanya penasaran kenapa lelaki itu tidak menyukai buah manis itu.
Elang putih itu tampak gelisah dan terus menatap tuanya yang masih tak mengerti ada bayar di depan mereka. Dia dia pun terbang memutari pohon itu lalu hinggap di bahu Dirga.
“Tuan... gawat kita harus segera pergi dari sini secepatnya.” ucapnya sambil mematok leher tuannya.
“Ada apa Viroz... katakan dengan jelas bahwa apa yang mengintai di depan ?” tanyanya yang jadi serius setelah mendengar keadaan gawat.
“Tuan... aku melihat ada pasukan infinix yang berpatroli dan akan menuju ke sini. Cepat kita harus segera pergi dari sini atau kita akan tertangkap oleh mereka sebelum kita bergerak.” terangnya pada Dirga.
Seketika Dirga langsung melempar apel yang ada di tangannya dan berdiri lalu melompat turun dari pohon setelah mendengar hal itu. Tatapannya berubah menjadi serius. dia berpikir sejenak akan menghadapi pasukan Infinite umum atau haruskah kabur dari sana sekarang.
“Ayo tuan tak lama lagi mereka akan segera sampai ke sini.” ucapnya terus mendesak anak itu.
“Kita mau sembunyi ke mana ?” tanyanya yang sebenarnya enggan pergi dari sana dan ingin membinasakan semua pasukan Infinix yang di temuinya
__ADS_1
“Tenang saja aku tahu suatu tempat di sini yang bisa kita jadikan tempat sementara untuk bersembunyi dari kejaran pasukan Infinix, tuan.
Viroz terbang melesat ke udara meninggalkan tempat itu dan Dirga segera berlari mengikutinya dari belakang menuju ke suatu tempat di balik pohon lebat yang ada di sekitar tempat itu.
Beberapa saat kemudian pasukan Infinix yang berpatroli sampai di tempat Dirga berada tadi. Satu pasukan berjalan ke suatu pohon di mana di bawahnya terdapat banyak sisa apel bekas gigitan seseorang.
“Hey kemari... lihat ini. Aku menemukan apel bekas gigitan seseorang.” Panggil salah satu pengaruh sambil menunjukkan sisa apel yang berserakan di tanah dan masih baru. Beberapa pasukan Infinix lainnya mendekat dan ikut mengamati apa yang ditunjukkan oleh rekannya tadi.
“Siapa yang telah menyusup ke markas kita ?” tanya pasukan Infinix lainnya.
“Gawat... kita harus segera mencari dan menemukan penyusup itu.” ujar pasukan Infinix lainnya.
Mereka pun kembali berpatroli menyisir lokasi untuk menemukan penyusup yang memasuki wilayah mereka. Agar cepat selesai mereka pun membagi tugas dan berpencar mencari penyusup yang berhasil masuk ke markas mereka.
Sementara itu di lain tempat Dirga dan Viroz yang telah kembali ke wujud aslinya melakukan diskusi singkat membahas rencana selanjutnya yang akan mereka lakukan.
“Jadi begitu rencana kita kali ini” ucap Dirga setelah selesai mengemukakan rencananya pada Andrew dan lelaki itu mengangguk menanggapinya.
“Aku akan ajarkan suatu cara untuk merubah penampilan menjadi apa saja yang kita inginkan tuan.” ucap Andrew tersenyum lebar menatapnya.
“Caranya... ?” Dirga tampak mengerutkan dahi dan berpikir bagaimana cara merubah dirinya menjadi sesuatu yang lain ? Apakah lewat sihir ? Atau lainnya ? Dia sama sekali tidak mengerti.
“Begini tuan caranya...” Andrew merupakan sebuah mantra dan seketika jadinya berubah menjadi sosok anak muda. Dirga melihat dan menghafalkan mantra yang diucapkan oleh Andrew tanpa mempraktekkan lebih dulu karena dia diburu waktu.
“tap... tap...”
Dua pasukan Infinix lewat melintasi pepohonan tempat mereka bersembunyi. mereka menyisir jalan andesit dan tidak menemukan apapun.
“srak...” suara dari balik pohon yang sengaja mereka ciptakan untuk memancing dua pasukan Infinix itu agar masuk ke tempat mereka bersembunyi.
“Mereka di sana... !” ucap salah satu pasukan saat mendengar suara itu berasal dari balik pepohonan rimbun. Tanpa pikir panjang mereka berdua pun masuk ke rerimbunan pohon itu.
__ADS_1
Begitu kedua pasukan Infinix itu masuk, mereka berdua langsung merobohkannya dengan satu pukulan keras pada kepala yang membuat pasukan itu langsung tergeletak di tanah.
“Ayo tuan kita habisi mereka sebelum mereka sadar kembali.”
Dirga mengangguk dan langsung memegang pedang penghancur jiwa lalu menancapkan pada ada jantung mereka dan segera mencabutnya kembali.
Setelah menyingkirkan mayat dua pasukan Infinix itu agar tidak di temukan oleh lainnya, mereka merapalkan mantra dan merubah penampilan mereka menjadi dua pasukan Infinix yang sudah mereka lenyapkan tadi.
“Ayo kita bergerak Andrew !” ajak Dirga setelah melihat penampilannya benar-benar berubah. Mereka berdua keluar dari tempat persembunyian lalu kembali berjalan menuju ke arah pasukan lainnya yang telah kembali setelah selesai berpatroli.
“Bagaimana apakah dan menemukan penyusup itu ?” tanya salah satu pasukan Infinix pada pasukan lainnya.
“Tidak... kami tidak menemukannya. Sepertinya penyusup itu sudah kabur dari sini.” jawab Dirga pada salah satu pasukan Infinix yang bertanya tadi yang tidak mengetahui penyamaran nya.
“Mungkin saja itu bukan penyusun melainkan akan kita lainnya yang sedang kelaparan.” ucap Andrew menambahkan.
Pasukan infinix lainnya terlihat mengangguk karena tak mau ambil pusing mengenai penyusup itu dan menganggap pendapat Andrew benar karena tak mau repot mencari.
“Kalau begitu ayo kita kembali ke markas.” ucap pasukan Infinix lainnya mengajak segera meninggalkan tempat itu.
Semua pasukan infinix yang selesai berpatroli tadi akhirnya kembali menuju ke markas. Sesampainya di markas Dirga dan Andrew yang masih dalam penyamaran mengawasi markas yang dijaga ketat oleh banyak pengawal di luarnya.
Dirga melangkah dan mendekati salah satu pasukan yang yang keluar dari markas.
“Bagaimana apa ada kendala dari para tahanan yang ada di dalam ?” tanya Dirga berharap pasukan itu mau memberitahunya lokasi sel tempat di tahannya para tahanan.
“Kau tahu sendiri di sel khusus tempat para Ighist dan pasukan khusus ditahan selalu terjadi keributan setiap hari. Kau bisa lihat sendiri di sana.” jawab pasukan infinix itu yang terlihat kesal dan muak pada para tahanan yang ada di sana dan terus berjalan meninggalkan Dirga.
Dirga kembali mengamati sekitar untuk mengantisipasi jika ada yang mengenalinya atau mencurigainya, namun semua pasukan yang ada di sana terlihat sibuk dan tak ada yang mempedulikan dirinya. Dia pun segera masuk ke dalam markas bersama Andrew mencari tahanan yang disebutkan oleh pasukan tadi.
BERSAMBUNG....
__ADS_1