
Hari berikutnya di saat semua orang rumah sibuk, Dirga memanfaatkan waktunya untuk bersama dengan Viroz.
Setelah sekian lama tertidur dia pun mengajak elang itu untuk menghirup udara bebas di luar. Dia berjalan dengan cepat dengan tujuan menggerakkan semua atau tubuhnya yang terasa kaku setelah lama terbaring di rumah sakit tanpa melakukan aktivitas apapun.
“Viroz... ayo, kita beradu kecepatan.” ucap Dirga.
Elang itu pun menatap Dirga Salah mengerti bakar perkataannya dan dia pun terbang melesat cepat di udara beradu dengan Dirga yang berlari secepat kilat di trotoar jalan dan menuju ke sebuah lapangan kosong yang ada di kota itu.
“Ahh... aku merasakan tenaga ku meningkat entah dua kali lipat atau tiga kali lipat dari sebelumnya.” ucap anak itu Terus Berlari sambil melihat elang yang terbang di udara.
Beberapa saat kemudian mereka berdua tiba di lapangan kosong dan yang sampai duluan Dirga.
“Tuan kau semakin hebat saja.” ucap elang putih itu masih dalam wujud burung.
“Hah...” Dirga menghela nafas lalu merebahkan tubuhnya di atas tanah lapang itu dan menatap ke angkasa menembus langit yang cerah.
Viroz kini berubah dalam wujud manusia dan duduk di sebelah Dirga.
“Andrew... apa kau yakin di mana markas Infinix berada ?” tanyanya pada sosok lelaki berjubah putih di sampingnya.
“Ya tuan... apakah tuan mau segera ke sana ?” tanyanya karena merasa tidak yakin jika anak itu mau segera ke markas Infinix setelah sadar dari koma.
“Ya Andrew.... aku mau malam ini kita bergerak.” ucap anak itu dengan santai dan tanpa beban masih menetap awan berwarna biru cerah.
Lelaki Itu tampak terkejut sekali mendengar jawaban Dirga yang terburu-buru menuju ke markas Infinix tanpa persiapan sama sekali. Dia melihat pedang penghancur jiwa yang tergantung di leher anak itu bersinar saat terkena sinar matahari.
“Tuan apakah yang tergantung di lehermu itu adalah pedang penghancur jiwa ?” tanyanya menatap pedang legenda yang baru dilihatnya itu.
“Ya benar Andrew.” jawabnya sambil menoleh kearah lelaki berjubah putih itu.
“Tuan, ada baiknya jika tuan berlatih menggunakan pedang penghancur jiwa dulu. Tapi maaf aku tidak bisa bermain pedang.” ucapnya memberi saran pada anak itu.
__ADS_1
“Hah... kukira kau bertanya begitu mau mengajariku ternyata kau tidak bisa. Aku tidak tahu pada siapa aku harus berguru tapi menurutku aku akan bisa sendiri setelah mempraktekkannya langsung nanti.” ucap anak itu yang terlihat masih santai dan sama sekali tidak takut pada apa yang akan dihadapinya nanti saat bertemu dengan pasukan Infinix.
Karena tak bisa membujuk tuannya, Andrew pun terpaksa diam dan tak berani bicara lagi. Biar bagaimanapun juga sebelumnya Biana Roussel dan Achille Roussel telah berpesan padanya agar selalu mengikuti perintah putra mereka.
“jeder...”
Tiba-tiba kilat menyambar dan langit seketika gelap. Dirga segera bangkit dari duduknya dan memutuskan untuk segera pergi dari sana sebelum hujan turun.
“Ayo Andrew kita kembali saja. cuaca tiba-tiba berubah menjadi buruk.” ucapnya sambil menatap langit yang bertambah gelap.
Seketika Andrew berubah menjadi elang putih kembali dan terbang di atas Dirga saat itu berjalan di jalanan menuju pulang ke rumah. Di tengah jalan tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
“Dirga... hey Dirga... !!” teriak seseorang dari arah belakang. Dirga pun menoleh ke belakang dan ternyata ada Tomy dan Nathan yang sedang menaiki motor dan mengejarnya.
Dirga berhenti dan menunggu kedua temannya itu datang menghampirinya.
“Dirga... apa kau benar Dirga ? kau sudah bangun rupanya... syukurlah. Kapan kau keluar dari rumah sakit ?” tanya Tomy setelah berhenti di samping Dirga dan mematikan motor. Mereka berdua kemudian turun dari motor dan menghampiri Dirga yang berdiri di trotoar.
“Syukurlah kau akhirnya sadar juga. Kukira kau tak akan pernah bangun...” ucap Tomy merasa lega lalu merangkul anak itu. Begitu pula dengan Nathan yang ikut merangkul Dirga karena merasa rindu dan kesepian sejak.
Mereka bertiga pun akhirnya mengobrol dan duduk di sebuah, pagar pembatas yang terbuat dari besi dengan ketinggian sekitar 40 cm.
“Dirga aku merasa ada yang aneh dengan penampilanmu. Kenapa kau mewarnai rambutmu dan memakai kontak lens setelah keluar dari rumah sakit ?” tanya Tomy iseng pada sahabatnya itu karena melihat penampilannya yang sangat berbeda dari sebelumnya dan terlihat lebih keren dengan penampilannya yang sekarang.
Dirga tersenyum mendengar pertanyaan dari Tomi dan tak mungkin menjelaskan sebab perubahan penampilan itu pada mereka.
“Emm... yah...aku hanya ingin ganti suasana saja karena menurutku aku terlahir kembali jadi aku harus merubah penampilan ku agar tidak terkena sial untuk kedua kali.” ucapnya berbohong Sambil tertawa lebar menatap kedua temannya itu.
“Jeder....”
Kilat kembali menyambar dan mereka bertiga menatap ke atas dimana hujan mulai turun rintik-rintik.
__ADS_1
“Lebih baik kalian berdua segera kembali saja sebelum hujan bertambah deras. Aku juga akan kembali.” kata Dirga pada dua temannya itu.
Nathan dan Tomy mengangguk. mereka segera berdiri dan menuju ke motor yang mereka parkir di trotoar dan segera melaju nya ke jalanan.
“Sampai jumpa lagi... !” ucap Tomy dan Nathan bersamaan saat meninggalkan Dirga.
Dirga dan Viroz pun segera berlari dengan kencang menuju ke rumah. Benar saja saat mereka memasuki rumah hujan turun dengan lebat.
“Untung saja kita sudah sampai rumah duluan.” ucapnya berdiri di teras sambil membawa Viroz dan memasukkan yang putih itu ke sangkarnya dan setelahnya dia masuk ke rumah.
Malam harinya saat semua orang sedang terlelap dia keluar dari kamar dan berjalan menuju ke teras rumah.
“krak...”
Dirga membuka pintu sangkar burung elang miliknya. Dan tanpa disuruh elang putih itu keluar dari sangkarnya lalu hinggap di bahu Dirga.
“Ada apa tuan mencari ku malam-malam begini ?” tanya Viroz masih berada di bahu anak itu.
“Seperti yang kukatakan sebelumnya aku ingin kau menemaniku malam ini menuju ke markas Infinix berada.” ucapnya tegas dan tanpa keraguan sedikitpun yang membuat elang putih itu terkejut dengan ajakannya yang mendadak sekali.
“Tuan apakah sudah memikirkannya dengan sungguh-sungguh ?”
“Ya... aku serius ingin mengajakmu ke sana malam ini. hanya saja aku masih bingung saat aku tak ada di rumah lalu Bagaimana jika semua penghuni ini mencari ku ? Bagaimana aku bisa menjelaskan pada mereka semua ?” tanyanya sambil mendesah karena merasa tak punya jalan keluar dari masalahnya itu.
“Tuan untuk masalah itu aku bisa membantumu. Serahkan semuanya padaku. Sekarang yang terpenting tuan siapkan dulu semuanya sebelum kita berangkat ke markas Infinix.” ucap Viroz yang kini berubah wujud menjadi sosok lelaki berjubah putih dan tersenyum dengan penuh keyakinan menatapnya.
“Kurasa aku tidak perlu menyiapkan apapun lagi sekarang.” balas Dirga dengan penuh keyakinan.
“Baiklah kalau tuan sudah siap sekarang.” timpal Andrew yang sekarang berdiri di depan Dirga.
Lelaki itu lalu mengeluarkan sebuah kertas dari sakunya dan dalam sekejap kertas itu berubah menjadi sosok lelaki yang persis sekali dengan penampilan Dirga saat ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG....