Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 69 Penyelidikan


__ADS_3

Hari berikutnya Rheva yang masih penasaran dengan sampel yang di ditelitinya pergi ke pantai Mahakam. Ia mengajak ketiga temannya untuk pergi ke sana mencari penyebab polusi air di pantai itu. Namun dari mereka bertiga hanya Dirga yang mau turut serta untuk melakukan penelitian lebih lanjut.


Pagi hari yang mendung menyambut mereka bergiat saat ini. Udara di daerah pantai itu terasa tidak segar, tak seperti biasanya yang terasa ringan dan sejuk di rongga dada. Mungkin hal itu di sebabkan karena pengaruh polusi yang terjadi di tempat itu.


Rheva dan Dirga sudah sampai di pantai Mahakam. Dua orang itu bersiap menggali informasi lebih lanjut.


“Bagaimana menurut mu, apa kita perlu mengambil sampel limbah ini lagi ?” tanya Rheva menekuk tubuhnya ke depan dan bersiap mengambil air pantai yang terlihat berminyak. Namun Dirga menghalangi dan menarik tangannya.


“Tak perlu... menurut ku hasilnya akan tetap sama. Tetap sama seperti kemarin. Yang harus kita cari sekarang adalah penyebab dari limbah ini.” ucapnya. Dia lalu berjalan menyisir tepi pantai dan mendapati banyak ikan mati yang terapung di sana.


“Lalu menurut mu bagaimana cara kita menemukan sumber penyebab masalah itu ?Apakah kita harua masuk ke sana ?” Tanya gadis itu yang tidak mengetahui apa rencana Dirga. Rheva ikut berpikir dan mencari sebuah jalan untuk mecari penyebab utama polusi itu sambil menunggu rencana yang akan di jalankan temannya itu.


“Begini saja, biar aku saja yang masuk ke pantai itu dan kau menunggu ku, menungguku sambil mengawasi sekitar.” Usulnya pada Rheva. Seketika raut muka gadis itu berubah tegang.


“Jangan... jangan lakukan itu. Apa kau sudah gila ? Kita tidak tahu seberapa berbahayanya limbah itu.” ucap gadis itu melarang Dirga yang akan melompat masuk ke dalam air itu dan menarik tubuhnya mundur dengan sekuat tenaga dan membuat mereka jatuh bersama.


“Ah... kau tak apa ?” berdiri dan segera membantu Rheva yang masih belum berdiri. Gadis itu menepuk bajunya untuk membersihkan pasir yang melekat di bajunya.

__ADS_1


“Kalau begitu aku terpaksa melakukan itu...” ucapnya yang lagi-lagi membuat gadis itu bingung. Karena Rheva sudah mengetahui kekuatannya, ia pun tak ada rasa takut lagi untuk mengeluarkan kekuatannya di depan gadis itu.


Dirga yang teringat pada sosok Evony yang merupakan roh mencoba meminta bantuan padanya. Karena menurutnya kalau roh yang masuk ke air terkontaminasi itu akan aman tubuhnya zat berbahaya yang sama sekali tak berefek terhadap roh yang tak mempunyai tubuh kasar.


“Evony keluarlah... tolong keluarlah. Aku butuh bantuan mu saat ini.” ucapnya dalam hati memanggil roh wanita yang bersemayam dalam raganya. Beberapa saat kemudian ada sinar terang yang keluar dari tubuh Dirga. Saat sinar itu menghilang muncullah sosok Evony di hadapannya.


“Iya tuan. Ada masalah apa ? Apa yang bisa ku lakukan untuk membantu mu ?” tanya roh Evony pada Dirga. Dirga lalu menceritakan apa yang terjadi si pantai itu pada Evony.


“Baik tuan, aku mengerti perintah mu. Kalau begitu aku akan pergi sekarang.” ucapnya lalu menghilang setelah muncul seberkas cahaya yang bergerak cepat menembus ke pantai itu.


Rheva yang hanya dian menyaksikan hal itu menjadi penasaran dengan sosok roh barusan. Siapa dia dan apa hubungannya dengan Dirga. Dia lalu mendekati Dirga yang tak jauh berdiri di depannya.


“Yang bisa melihat Evony hanya orang yang punya kekuatan saja. Mungkinkah... mungkinkah Rheva menyembunyikan sesuatu dari ku...” ucapnya dalam hati sambil dengan tatapan menyelidik pada gadis itu.


“Ada apa...” tanya Rheva lagi yang masih belum mendengar jawaban dari Dirga.


“Ah... ya... dia adalah Evony. Dia...” jawabnya lalu menceritakan siapa Evony pada gadis itu. Sementara mereka berdua semakin penasaran akan jati diri masing-masing namun tak berani mengungkapnya.

__ADS_1


Di lain sisi, Evony yang sudah masuk ke air pantai mulai berenang sampai ke dasar. Dia melihat banyak hewan yang mabuk keracunan. Lalu dia terus menyelam ke dasar dan mendapati sekumpulan minyak yang semakin kedalam semakin pekat. Dia melacak lokasi zat itu berasal dan sampailah ia di ngarai. Dimana di jurang laut itu terdapat sebuah saluran yang tertutup oleh batu besar. Cairan itu terus keluar dari tempat itu. Cairan hitam pekat dan berminyak entah berasal dari apa itu.


Sekarang Evony ada di samping saluran itu. Dia mencoba melihat apa yang ada di balik batu itu. Setelah memeriksanya dia merasakan ada aura energi di balik batu itu. Segera setelah itu dia menyampaikan apa yang di lihatnya pada Dirga melalui telepati jarak jauh.


“Tuan muda apa kau bisa mendengar ku?” panggil Evony dengan bertelepati yang di jawab oleh Dirga, “Ya... aku mendengar mu. Apa yang kau temukan di sana?” tanyanya balik melalui telepati. Evony lalu menceritakan apa yang ia lihat barusan pada Dirga. Mereka juga membahas apa yang akan di lakukan selanjutnya.


Setelah kontak telepati selesai dan terputus, Evony melakukan tugasnya sesuai perintah Dirga.


“Klak....” Evony menarik batu besar yang menutupi suatu saluran. Tak beberapa kemudian terasa ada energi yang bergerak dari saluran itu. Dia menunggu dan benar saja ada yang keluar dari saluran itu, makhluk berwujud seperti lintah laut berukuran besar berwarna merah fanta dengan seluruh tubuh yang di penuhi oleh duri berwarna coklat di seluruh tubuhnya.


“Makhluk apa ini...” batin Evony yang melihat makhluk itu menggembungkan tubuhnya menjadi bertambah besar seperti balon. Semakin membesar tubuhnya semakin banyak cairan berminyak yang keluar dari ujung duri di seluruh bagian tubuhnya.


Ternyata makhluk itu menghisap darah binatang lain yang ada di sana. Terlihat bangkai berserakan di sekitar tubuh makhluk itu. Setelah menyerap banyak darah binatang lain, tubuhnya yang menggembung itu membelah diri dan menjadi makhluk baru seperti induknya. Spora anakan makhluk itu juga rakus mereka menghisap semua binatang yang ada di sana.


“Ternyata binatang parasit. Jika di biarkan seperti ini seluruh isi penghuni lautan ini akan musnah. Ini tak bisa di biarkan begitu saja.” batin Evony yang geram melihat makhluk menjijikkan itu. Dia lalu melakukan serangan pada binatang itu.


“Slap....” tebasan menyayat tubuh binatang itu dan seketika tubuhnya yang menggembung perlahan kempes namun mulutnya terbuka lebar sehingga menghisap apa saja yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Semua karang bebatuan dan makhluk hidup yang ada di sekitar binatang itu tersedot masuk ke tubuhnya, bahkan Evony juga terseret oleh arus menuju ke mulut binatang itu.


BERSAMBUNG....


__ADS_2