Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 38 Mimpi Buruk


__ADS_3

Sesosok bayangan hitam muncul di atas Dirga. Bayangan berputar di atas tubuhnya setelah masuk melalui ruang dimensi yang terbuka di plafon lalu tertutup kembali. Bayangan itu lalu menginjkakkan kakinya di lantai. Dia menajamkan indera penciumannya melacak bau seseorang yang tertinggal di tubuh Dirga.


Karena belum yakin, dia memegang kepala Dirga dan melihat kejadian yang sudah anak itu lewati. Semua kejadian bisa di lihatnya dengan jelas temasuk saat anak itu berteman dengan seorang gadis yang di carinya.


“Jadi kau memang berhubungan dengan anak itu rupanya. Jadi kemana dia sekarang?” sosok bayangan hitam yang kini berubah wujud menjadi sesosok lelaki tua berjubah dengan pakaian ala ksatria zaman romawi Itu dengan raut muka kesal. Dia masih memegang kepala Dirga dan membaca pikirannya untuk melacak keberadaan orang yang di carinya.


Dirga yang merasakan ada yang memegang kepalanya dan sekarang merasakan pusing hebat seperti ada yang menarik isi kepalanya, bangun.


“Siapa kau.... kau siapa...?” tanya Dirga saat membuka mata dan melihat ada sesosok lelaki berambut pirang keriting sebahu mirip dengan prajurit perang zaman romawi seperti yang biasa ia saksikan di tv. Dia memegang tangan lelaki itu untuk menyingkirkannya dari kepalanya, namun tak bisa menggeser sedikit pun tangan orang itu.


“Katakan dimana dia?” menyentuh dada Dirga yang membuatnya terasa sakit dan sesak seperti tertimpa beban berat.


“Siapa... siapa yang kau cari ? Lepaskan aku, lepaskan...!” berteriak karena tak bisa menahan sakitnya.


Seketika mata anak itu berubah warna menjadi ungu pekat. Karena terdesak dia bisa mengeluarkan cahaya berwarna ungu dari matanya yang menembus tangan orang itu. Karena merasakan panas di sekujur tangannya, lelaki itu melepaskan Dirga.


“Hosh... hosh... hosh...” Dirga terengah-engah dan segera menghirup nafas dalam-dalam mengisi rongga dadanya yang sesak.


“Ha... ha.. ha... kau menarik bocah, tak kusangka kau punya kekuatan dan bisa melukai ku.” tertawa lantang dengan sorot mata menakutkan.


“Cepat katakan padaku, dimana kau sembunyikan gadis itu ? Katakan atau kau akan tahu akibatnya.” berkata lebih lantang dan mengangkat tubuh Dirga ke atas.


“Maksud mu Raneea? Raneea... aku juga tidak tahu dimana dia sekarang.” ucap Dirga sambil melepas tangan yang sekarang mencekik lehernya.


“Bohong kau! Katakan dimana dia!” mengeratkan cengkeraman tangannya pada leher Dirga.

__ADS_1


“Sudah ku bilang aku tidak tahu. Aku tidak tahu dia kemana. Aku juga tidak tahu siapa dia sebenarnya.” berusaha melepaskan dirinya.


Karena tidak mendengar perkataannya, Dirga mencoba melakukan perlawan. Dia yang pernah belajar krav maga melakukan serangan di titik mematikan. Dia menyerang dada lelaki itu yang seketika melepaskan dirinya karena merasa kesakitan.


Setelah tubuhnya terjatuh ke lantai, ia berdiri lagi. Lalu terjadilah pertarungan di kamar itu. Dan di tengah pertarungan, tiba-tiba terdengar derap langkah kaki cepat beberapa orang yang mendengar suara gaduh dari kamarnya.


Lelaki tadi yang juga mengetahui ada beberaa orang yang akan masuk ke kamar itu mengakhiri pertarungannya.


“Kau bisa lepas hari ini bocah. Tapi tidak untuk besok. Ku pastikan kau akan mendapatkan pelajaran dari ku !” ucap sosok lelaki itu berjalan mundur dan membuka ruang dimensi. Dengan cepat dia masuk ke ruang dimensi itu dan menghilang bersamaan dengan tertutupnya ruang dimensi.


“Brak...” suara pintu terbuka.


Elsa dan Hadwan masuk ke kamar Dirga dan melihatnya terbaring di kasur.


Tiga menit sebelumnya, setelah lelaki tadi menghilang Dirga segera merebahkan dirinya ke tempat tidurnya dan berpura-pura memejamkan matanya yang tidak terasa ngantuk sambil menarik selimut untuk menutupi beberapa memar di tubuhnya agar tidak di lihat orang tuanya.


Hadwan yang merasa ada yang aneh mendekati Dirga. Dia melihat anaknya masih tertidur pulas. Ia melihat wajah anaknya berkeringat lalu menyentuh dahinya, khawatir kalau-kalau anaknya panas.


“Ayah... Mama...” ucap Dirga membuka mata melihat kedua orang tuanya yang kini berdiri di sebelahnya.


“Apa kau sakit, nak ?” tanya Hadwan sambil menyentuh selimut dan akan membukanya. Namun Dirga menarik selimut itu dengan kuat agar ayah tidak membukanya.


“Aku... aku tidak sakit yah...” ucapnya terbata-bata.


“Barusan kami mendengar suara keributan dari sini. Apa yang terjadi ?” tanya Elsa menyelidik.

__ADS_1


“Ah... itu... itu Ma, tadi aku bermimpi buruk. Mungkin tadi mama mendengar aku berteriak.” jelas Dirga berharap mama percaya pada ucapannya.


Elsa dan Hadwan saling berpandangan


Mereka merasa curiga, ada yang tidak beres. Tetapi setelah mereka memastikan situasi aman, mereka keluar dan kembali ke kamar mereka.


Hari berikutnya di tengah malam saat Dirga tidur terlelap. Tiba-tiba suasana terasa dingin mencekam yang membuatnya kedingunan dan bangun.


Wajahnya berkeringat dingin setelah melihat ada ruang dimensi di tembok kmarnya yang muncul dan terbuka. Tak lama kemudian sesosok bayangan hitam keluar dari dalamnya.


“Hahaha... ternyata kau sudah menunggu ku bocah ? Kita lanjutkan yang kemarin dan ku pastikan kau akan memohon ampun padaku !” ucap sesosok bayangan hitam tadi berubah menjadi sosok lelaki yang semalam mendatangi Dirga.


Pertarungan kembali terjadi. Mereka berdua mengeluarkan kekuatannya masing-masing. Sambil sesekali lelaki tadi memaksa Dirga memberitahu dimana keberadaan gadis yang di carinya itu. Namun Dirga tetap tak memberitahukan apapun pada lelaki itu, karena memang dia sama sekali tidak tahu.


“Buk...” Dirga terpental menghantam dinding setelah terkena pukulan dan suara itu kembali membangunkan tidur orang tuanya.


“Tap... tap... tap...” Elsa dan Hadwan masuk ke kamar Dirga setelah sosok lelaki tadi telah menghilang di balik ruang dimensi dengan tawa yang membahana. Mereka melihat Dirga yang masih tergeletak di lantai dan membantunya berdiri.


“Apa yang terjadi ?” tanya Elsa menyelidik karena kembali merasakan ada yang tidak beres.


“Tidak ada apa-apa Ma, Ayah. Jangan khawatir. Tidak ada yang terjadi.” Namun mereka berdua masih tidak yakin dan berpikir jika anaknya mengalami halusinasi atau sejenisnya. Hadwan mengajak istrinya keluar dari kamar Dirga setelah memastika kondisi aman. Dirga pun merasa lega setelah mereka keluar dari kamarnya.


Keesokan harinya kejadian itu berulang lagi sampai satu bulan lamanya. Setiap malam sosok lelaki itu mendatangi Dirga dan terjadi pertarungan kembali yang selalu membangunkan orang tuanya di tengah malam. Karena kejadian itu terus berulang yang membuat Dirga merasa tertekan setiap malamnya. Dia jadi terganggu mentalnya dan sering berteriak ketakutan, terkadang marah tanpa sebab di pagi harinya.


Hal itu membuat Elsa dan Hadwan tak bisa tinggal diam mengetahui kondisi anaknya seperti itu. Mereka mencari solusi untuk mengembalikan Dirga ke keaadan semula sebelum semuanya semakin bertambah buruk dan tak bisa di kendalikan lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2