
Beberapa hari kemudian di siarkan dalam berita bahwa asap hitam yang sebab Kemunculannya misterius telah menjadi topik hangat di berbagai pemberitaan. Asap itu seakan tak ada habisnya dan malah semakin meluas area penyebarannya.
Asap itu hanya ada di kota Atlanta. Sedangkan di kota sekitarnya hanya sedikit saja terkena dampak dari asap itu. Kota itu terlihat seperti kota yang habis kebakaran dan harus menggunakan alat penerangan di beberapa area yang terdapat asap tebal agar bisa melihat dengan jelas.
Karena asap tebal itu sebagian aktivitas di kota Atlanta menjadi lumpuh. Jam kerja kantor selama lima hari ke depan di perpendek. Beberapa sekolah ada yang di liburkan, namun beberapa universitas tetap masuk seperti biasa.
Pagi itu seperti biasanya Dirga berangkat ke kampus seperti biasa. Semua mahasiswa yang masuk memakai masker untuk perlindungan, bahkan memakai perlindungan lainya demi keselamatan mereka.
Dia berpapasan dengan Rheva yang terlihat gelisah.
“Kau mau kemana ?” tanya anak itu pada Rheva.
Gadis itu berhenti karena Dirga menarik tangannya dan mengajaknya menepi karena banyak mahasiswa lain lalu lalang.
“Aku... ada sesuatu yang harus ku lakukan...” ucapnya sambil menjaga jarak dari Dirga dan melepaskan tangan Dirga yang masih memegang tangannya itu.
“Jangan bilang padaku kalau kau mau pergi ke pusat asap tebal itu...” ucapnya menebak apa yang di pikirkan gadis itu.
Gadis itu menggeleng lalu menundukkan kepalanya tak berani menatap mata Dirga, karena dia berniat untuk mengakhiri hubungan mereka dan fokus pada misinya dimana sampai sekarang dia juga belum menemukan dia yang harus di lindunginya itu.
“Bukan itu....lalu ada masalah apa, aku akan membantu mu sebisa ku.” ucapnya mengangkat dagu gadis itu. Dia merasa gadis itu akhir-akhir ini bersikap aneh padanya, dan sekarang seolah menghindarinya.
“Kau tidak akan mengerti... aku harus mencari dia secepatnya. Aku harus menemukan dia secepatnya karena pasukan Infinix sudah mulai bergerak...ucapnya menampik tangan Dirga yang masih memegang dagunya.
“Dia siapa maksud mu... aku tidak paham. Aku bisa membantu mu mencarinya.” jelasnya memegang tangannya.
__ADS_1
“Kau tidak bisa membantu ku mencari dia karena kaulah yang menghambat ku menjalankan misi ku.” ucap gadis itu yang membuat Dirga semakin tidak mengerti dan bingung pada apa yang di ucapkan gadis itu.
Gadis itu berlari menjauh dari Dirga karena tidak kuasa menahan rasa sukanya pada anak itu jika dia terus berada di dekatnya.
“Tunggu Rheva...!”teriak Dirga.
Dia mengejar Rheva dan kali ini dia memegang tangan gadis itu erat dan membawanya ke bawah tangga dan memastikan kekasihnya itu tak akan kabur lagi dari dirinya.
“Belakangan ini kau berubah dan menjadi dingin pada ku. Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi ? Aku tak akan melepaskan mu sampai kau menceritakan semua masalah mu pada ku.” ucapnya sambil terus memegang tangan gadis itu.
“Sebenarnya aku... punya misi khusus datang ke sini. Aku harus mencari dia. Dan karena aku menjalin hubungan dengan mu, aku jadi melupakan misi ku.”ucapnya dengan berat hati
“Jadi maksud mu aku adalah penghalang mu ? Dan kau minta pada ku secara tak langsung agar putus dengan mu ? Demi dia yang dari tadi kau sebutkan, entah siapa dia ?!” balasnya setelah mengerti arah pembicaraan Rheva dengan marah, sedangkan gadis itu hanya diam karena dia sebenarnya juga berat meninggalkan lelaki yang di cintanya demi misinya itu.
“Katakan padaku siapa dia yang kau maksud itu ? Aku akan membantu mu mencari dia.”
Semua perkataan Rheva seperti tak masuk akal baginya. Misi apa ? Melindungi siapa ? Melawan siapa! ? Semuanya seperti omong kosong baginya.
“Rheva dengarkan aku ! Kau tak perlu mencari siapa dia itu dan tak perlu melindunginya. Kalau kau mau melawan pasukan Infinix dan pemimpinnya, aku akan membantu mu. Tapi aku tak mau karena hal itu kita harus putus....” ucapnya menatap gadis itu sambil menyentuh pipinya.
Gadis itu menyingkirkan tangan Dirga dari pipinya. Dia tidak tahu harus bilang apa lagi pada anak itu. Apa yang ada di hatinya berbeda dengan apa yang di ucapkan nya.
“Aku tak bisa meneruskan hubungan kita, ku mohon mengertilah. Sejujurnya aku tak mau membuat mu terluka karena aku. Aku tak mau kau celaka karena aku. Karena aku selalu di kejar oleh pasukan Infinix, entah sampai kapan....” ucapnya memunggungi Dirga untuk menyembunyikan kesedihan yang kala itu menderanya saat menghadapi suatu dilema.
“Aku bisa mengerti kau khawatir pada ku. Tapi sungguh... aku tak keberatan dengan hal itu semua...”
__ADS_1
Dirga memeluk gadis itu dari belakang. Yang membuat Rheva semakin berat untuk pergi dari sisinya. Dia melepas tangan Dirga yang memeluk pinggangnya, namun Dirga membalik tubuhnya dan langsung mencium bibirnya.
“Emm...” gadis itu menolak dan mengakhiri ciuman itu. Dan sekali lagi Dirga mencium bibirnya yang membuat dirinya akhirnya pasrah tak lagi melawan. Dia tak kuasa membohongi hatinya lagi yang masih menyimpan rasa suka pada anak itu. Hingga akhirnya dia membalas pelukan Dirga.
“Ya kalau kau tak keberatan membantu ku mencari dia....” ucapnya menarik mundur tubuhnya.
“Tentu saja...” Dirga menarik kembali tubuh Rheva dan kembali mencium bibirnya dan baru beberapa saat kemudian dia melepaskan tubuhnya.
Rheva menatap asap pekat hitam di angkasa dan dia langsung menarik tangan Dirga dan berlari dari sana karena asap itu bergerak mendekati mereka. Dia tahu jika asap itu sampai mengenai tubuh mereka dan menghirupnya tamatlah sudah mereka karena akan terlacak.
Dirga bermaksud akan mengeluarkan kekuatannya untuk menghalau asap itu, namun Rheva mencegahnya.
“Jangan gunakan kekuatan mu di sini ! Asap itu adalah salah satu metode pasukan Infinix untuk melacak keberadaan seseorang !” teriaknya pada Dirga yang membuat anak itu membatalkan serangannya.
Singkat cerita mereka berdua belum bergerak melawan pasukan Infinix itu dan memilih untuk menghindari asap itu sementara waktu.
Sementara itu pasukan Infinix yang menyebar asap hitam itu mulai memantau hasil kerjanya.
“whoosh....” asap hitam yang menyebar ke segala tempat sedikit demi sedikit mulai menipis seolah terhisap oleh sesuatu.
“Ah... sial !! Kenapa kita masih tidak menemukan juga keberadaan dua lalat itu ?! Bagaimana kita akan melaporkannya pada tuan Arthur nanti ? Dia pasti marah besar jika kita gagal lagi kali ini.” ucap salah satu pasukan Infinix di suatu tempat pada salah satu rekannya.
“Dia pasti bersembunyi di suatu tempat, kita harus mencarinya lebih teliti lagi.” jawab salah satu pasukan Infinix pada rekannya.
Benar saja asap hitam kini kembali memenuhi kota itu dan bertambah pekat, lebih pekat daripada sebelumnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....