
Tanpa Rheva dan Dirga ketahui Arthur dan pasukan Infinix mulai bergerak di suatu tempat yang jauh dari mereka.
Mereka berniat melakukan ekspansi besar-besaran untuk menangkap para Ighist yang bersembunyi serta kelompok lain yang mungkin juga masih tersisa, termasuk juga keturunan terakhir Infinix yang dicarinya. Karena menurutnya dia sudah cukup lama bersabar membiarkan mereka bebas di luar sana. Dan sekarang memang sudah waktunya untuk menangkap mereka semua sebelum terjadi penyatuan kekuatan dari mereka yang akan menghancurkan dirinya.
Sekarang pasukan Infinix itu disebar ke dunia lain. Semua pasukan dikirim untuk melakukan pencarian kelompok lain yang mungkin masih tersisa agar tidak melakukan pembalasan atas apa yang telah dia lakukan dulu.
Asap hitam kembali muncul di daerah lain di luar kota Atlanta. Sama seperti kejadian sebelumnya asap hitam pekat itu masuk ke setiap pikiran penghuni penduduk yang ada di sana untuk membaca pikiran mereka guna menemukan buronan yang mereka cari.
“Argh....!!!” jerit para warga kota Eritrea yang menggema di kota itu terkena serangan kabut hitam. Asap hitam Terus di lepaskan di kota itu sampai ke terpelosok terpencil sekalipun.
Namun sayang mereka tidak menemukan hasil apapun di sana setelah berhari-hari melepaskan kabut hitam di kota itu. Kini mereka kembali melepaskan kabut hitam lagi di daerah lain.
Kota Amara yang merupakan kota yang bersebelahan dengan kota Eritrea kini menjadi korban selanjutnya. Pasukan Infinix melepaskan kabut hitam di kota itu.
“whoosh....” hanya dengan sekali tembakan tak butuh waktu lama kota Amara kini diselimuti oleh kabut tebal.
“Argh.... !!” kembali terdengar jerit kesakitan warga kota itu saat mereka semua menghirup asap itu. Beberapa ada yang pingsan di tempat dan beberapa lainnya ada yang kejang atau menunjukkan gejala lainnya.
Karena di kota Eritrea pasukan Infinix gagal dan tidak menemukan apapun, di kota Amara ini mereka melepaskan asap hitam dengan massa dua kali lebih banyak dari asap hitam yang mereka lepaskan di kota Eritrea.
Jauh di pelosok kota Amara tepatnya di bawah tanah, hiduplah sebuah koloni masyarakat tertutup yang tidak diketahui dengan jelas identitas dan aktivitas kelompok itu.
Terlihat mereka sudah lama mendiami tempat itu dan mempunyai peradaban sendiri yang berbeda dengan peradaban manusia yang tinggal di atasnya.
__ADS_1
Para warga yang mendiami tempat itu mempunyai warna mata biru seperti Ighist. Para warga di sana dominan mengenakan jubah putih. Terlihat jelas simbol sebuah taring di dada mereka saat mereka menanggalkan pakaian mereka.
Sesekali mereka juga tetap beraktivitas di bagian atas kota Amara meninggalkan tempat tinggal mereka yang ada di bawah tanah.
Tempat itu selalu damai jauh dari keramaian dan hiruk pikuk aktivitas warga setempat.
Di pagi yang cerah itu anak-anak biasa keluar untuk beraktivitas sekedar berjalan-jalan ataupun bermain sebentar. Mereka juga bermain sama seperti kebanyakan manusia lainnya.
Anak-anak itu mulai bermain lempar tangkap bola bersayap yang bisa terbang di suatu tanah lapang. Dari kejauhan mereka melihat asap hitam datang ke arah mereka.
“Lihat... ada asap hitam !” teriak salah satu anak pada teman lainnya saat melempar bola terbang di tangannya.
Meskipun masih anak-anak mereka juga bisa merasakan jika ada suatu bahaya yang datang pada mereka. Karena sejak kecil mereka sudah dilatih oleh orang tua mereka menjadi tanggap dan peka terhadap tanda kecil bahaya yang bisa mengincar nyawa mereka.
“Sepertinya asap itu mengandung sesuatu yang tidak baik. Lebih baik kita segera pergi dari sini.” ucap salah satu anak lainnya yang menangkap bola terbang.
Sekumpulan anak itu berlari dari sana dan bergerak cepat menuju ke bawah tanah. Karena mereka masuk beramai-ramai dan berdesakan, seorang anak lelaki terjatuh saat mau kembali ke tempatnya.
Disaat anak yang terjatuh itu bangkit dan kembali berjalan untuk menuruni tangga bawah tanah, asap hitam itu sudah ada atas kepalanya. Meskipun dia berhasil masuk namun dia sempat sedikit menghirup asap hitam itu.
Sedangkan anak lainnya yang sudah masuk duluan mereka segera berlari memberitahu orang tua mereka.
“Ayah... saat kami di luar tadi kami melihat ada asap pekat hitam yang beraura negatif, karena itu kami segera kembali.” ucap salah seorang anak yang terlihat paling senior di antara anak lainnya.
__ADS_1
“Joey.... apa kau yakin asap hitam yang kau sebutkan itu berbahaya bagi kita ?” tanya lelaki itu pada anaknya.
“Aku belum memverifikasinya ayah tapi aku bisa merasakan di dalam asap hitam itu itu terkandung suatu kekuatan seperti pelacak pikiran.” jelasnya yang melihat raut wajah ayahnya terlihat menjadi resah.
“Baiklah kalau begitu kau tinggal di sini dan jaga semuanya jangan sampai ada satupun dari mereka yang keluar. Aku akan naik ke atas dan memeriksanya untuk memastikan lebih lanjut langkah apa yang harus kita ambil.” ucap sang Ayah memberi perintah pada anak itu lalu pergi dari tempat itu.
Baru beberapa langkah berjalan dia bertemu dengan Bastian yang baru masuk dan tampak pucat. Tiba-tiba anak itu merasakan sesak nafas dan pusing hebat menderanya hingga akhirnya dia tidak kuat menahan nya lagi dan tak sadarkan diri.
“bruk...” Bastian jatuh tepat di depan ayahnya Joey saat orang itu hendak melangkah.
“Apa yang terjadi... ?” tanya Abian melihat Bastian yang jatuh lalu mengangkat tubuh anak itu dan membaringkan nya di tempat tidur.
Anak lainnya yang ada di sana juga tidak tahu apa sebabnya anak itu tak sadarkan diri mengikuti ketua mereka dan melihat Bastian yang masih tak sadarkan diri.
Joey datang dan memeriksa kondisi temannya itu.
“Ayah sepertinya dia menghisap asap hitam itu sehingga membuatnya jadi begini.” ucap anak itu pada Ayahnya yang membuat anak lain di sekitar Bastian mundur karena ketakutan.
“Apa... ??? Berarti asap itu sekarang sedang bekerja ? Gawat...aku harus segera menghentikan proses pembacaan memori itu. Entah siapa yang melakukan ini semua, tapi yang jelas mereka berbahaya.
“Kalian semua mundur...! Aku mau membersihkan asap dari kepala Bastian. Kalian semua jangan sampai menghirup asap yang akan ku keluarkan ini !” perintahnya dengan tatapan serius. Dan semua anak segera pergi dari sana. Tinggal Joey dan dirinya saja yang berada di sana.
Abian menempelkan tangan ke kepala Bastian. Dia mulai melakukan pembersihan dengan mengeluarkan asap hitam itu. Sesaat kemudian tubuh anak itu kejang, matanya terbuka dan keluar lah asap hitam dari hidung anak itu. Namun Abian dengan dengan cepat menghancurkan asap itu begitu keluar dan sebelum menyebar atau terhirup oleh lainnya.
__ADS_1
Di lain tempat pasukan Infinix yang menarik kembali asap hitam pekat itu terlihat senang karena mereka menemukan petunjuk mengenai suatu kelompok yang di duga adalah salah satu dari keempat kelompok kuat di tempat asalnya dan segera melaporkan penemuannya itu pada pimpinan mereka, Arthur.
BERSAMBUNG....