Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 12 Reiki


__ADS_3

Setelah beberapa waktu Aroon pergi, Dirga kembali bertemu dengan sesosok orang tua lagi. Kali ini ia bertemu dengan sesosok lelaki berperawakan dengan tinggi badan sedang, berkulit putih dan bermata sipit. Seorang lelaki dari Jepang.


Lelaki itu memakai baju seperti pakaian yang di pakai oleh tabib-tabib kuno di negeri bunga sakura. Tatapan matanya tajam namun tidak terlihat jahat. Auranya juga berbeda dari beberapa sosok yang pernah Dirga sebelumnya. Jika biasanya auranya dingin, sesosok itu auranya hangat dan kuat.


Lelaki itu membangunkan Dirga dengan aura kehadirannya. Dirga duduk setelah merasakan merinding pada tubuhnya. Matanya terpaku pada sosok seorang tabib di depannya.


Ia selalu diam saat bertemu dengan para makhluk astral itu. Seperti kali ini. Lelaki itu mulai berbicara pada Dirga dengan menggunakan bahasa Jepang. Ia sama sekali tidak mengerti bahasa dari daerah negeri sushi itu sama sekali. Namun entah kenapa ia bisa mengerti apa yang di ucapkan oleh lelaki itu.


“Aku adalah Master Hideyoshi. Aku seorang master penyembuhan.”


“Dirga tidak tahu... tidak tahu dan tidak kenal.” jawab Dirga dalam bahasanya, karena ia tak bisa berbicara bahasa Jepang.


Namun anehnya, Master Hideyoshi bisa mengerti apa yang di ucapkan Dirga, walau bahasa mereka berbeda.


“Kau memang terlahir dengan spesial, sehingga kau pun mempunyai kemampuan spesial. Tubuh mu pun spesial. Kau mempunyai energi murni besar yang masih tersegel.” membuat Dirga berdiri lalu berjalan ke arahnya.


Dirga hanya menatapnya saja. Sebenarnya apa yang mau di sampaikan lelaki tua yang menyebutkan namanya Master Hideyoshi itu padanya.


“Aku akan mengajarkan mu teknik reiki.” menatap Dirga yang masih diam dan kelihatan dingin.


Reiki adalah ilmu yang berasal dari negeri Jepang. Merupakan ilmu yang biasa di gunakan untuk merelaksasi kan otot yang tegang, meredakan stres juga untuk penyembuhan sakit.


“Sebelum kau mempelajari ilmunya, kunci utama dari ilmu ini adalah keyakinan. Kau harus meyakininya terlebih dahulu, baru kau bisa mempraktikkan ilmunya. Jika kau tidak percaya dengan ilmu ini, maka kekuatannya tidak akan bisa bekerja, sia-sia saja.” memberikan penjelasan panjang lebar pada Dirga.


Dirga sebenarnya masih belum tahu dan begitu mengerti tentang reiki itu apa, meskipun Master Hideyoshi sudah menerangkan padanya. Memang anak seusia dia biasanya cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dan malas belajar. Jika ingin membuat mereka mau belajar dengan senang hati, caranya dengan memasukkan materi pembelajaran pada permainan, bermain sambil belajar istilahnya.

__ADS_1


Dirga mencoba mendengarkan arahan dari Master Hideyoshi untuk meyakini ilmu itu. Ia pun mencoba percaya 100% akan keberadaan dan hasil dari teknik reiki itu.


Setelah melihat keseriusan Dirga yang tampak yakin dan tidak bertanya banyak padanya, ia pun memberikan arahan selanjutnya. Karena orang yang ragu bisa di lihat, jika di amati seseorang yang ragu itu selalu bertanya secara mendetil tentang suatu hal.


Semakin banyak bertanya semakin besar keraguannya pada suatu hal. Makanya orang ragu selalu banyak bertanya untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin dan menganalisisnya.


Master Hideyoshi menyampaikan materi tentang reiki. Di mulai dari menunjukkan titik-titik di seluruh tubuh yang biasa di reiki. Lalu cara melakukan reiki, dan cara mengalirkan energi penyembuhan pada orang atau objek lainnya yang akan di sembuhkan.


“Bruk...” terdengar suara jatuh di lantai.


Dirga melihat ada seekor burung kenari yang terkapar lemah di lantai.


Ternyata Master Hideyoshi yang mendatangkan burung kenari itu di kamar Dirga, untuk di jadikan bahan praktikum.


Master Hideyoshi menghampiri burung tadi dan mengambilnya, menaruh ke telapak tangan kirinya.


Dirga mendekat dan berdiri di sebelah Master Hideyoshi. Ia kemudian melihat burung yang masih bernyawa namun terlihat tampak lemah di telapak tangan Master Hideyoshi.


Master Hideyoshi menunjukkan pada Dirga titik-titik mana saja dari tubuh burung kenari itu yang bisa di aliri energi reiki. Meskipun bisa di lakukan dengan menyentuh di sembarang tempat atau titik, namun akan lebih cepat menunjukkan hasilnya jika mengalirkan pada titik yang tepat.


“Perhatikan letak organ-organ penting dari burung ini.” menjelaskan letak organ-organ penting burung kenari itu sambil menunjuk satu persatu dan menyebutkan bagiannya.


Dirga memperhatikan dengan sesama setiap penjelasan yang di sampaikan oleh Master Hideyoshi dan merekam ke dalam ingatannya.


Setelah menerangkan letak organ-organ burung kenari itu pada Dirga. Kemudian Master Hideyoshi mulai mencari titik sumber sakit burung itu.

__ADS_1


Ia memberi tahu bagaimana cara mendeteksi keluhan dan masalah yang di derita oleh burung tadi pada Dirga.


“Sayapnya patah. Ini terlihat sangat lemas dan nafas dari burung yang cepat, karena ketakutan menahan rasa sakit.” memegang sayap yang lemas dan burung seolah berontak ketika sayapnya di ayun.


Pria itu lalu memegang bagian pangkal sayapnya dan mulai mengalirkan energi penyembuhan. Tak lama kemudian, burung yang tadinya terlihat lemas tak bertenaga. Sekarang terlihat menggerakkan kaki. Sayap yang sebelumnya tidak bisa bergerak, sekarang bisa mengembang. Bahkan burung itu sekarang bisa berdiri di lantai.


Dirga memandang takjub pada apa yang telah di lakukan Master Hideyoshi pada burung tadi. Sekarang burung itu bisa terbang kembali dan keluar dari kamar Dirga melalui jendela yang terbuka, yang di buka oleh pria itu.


“Sekarang coba praktekkan !!” menyuruh Dirga mempraktikkan.


Tapi Dirga bingung, tak ada objek yang bisa ia jadikan untuk praktik. Selain itu ia juga masih belum menguasai sama sekali ilmu itu, karena baru pertama kali melihatnya.


“Apa... praktik ? Praktik dengan objek apa ?” menatap pria itu.


Master Hideyoshi tidak berkata apa-apa. Ia melihat ke sekeliling kamar Dirga untuk mencari apapun yang dapat di jadikan objek. Dan akhirnya ia melihat seekor laba-laba di langit. Ia membuat laba-laba itu jatuh ke lantai dan sengaja membuatnya sedikit terluka.


“Ke sini sekarang !” memanggil Dirga agar mendekat.


Dirga menghampiri Master Hideyoshi, kemudian duduk di lantai sambil memegang laba-laba itu. Ia melihat salah satu dari delapan kaki hewan itu tidak bisa di gerakkan. Ia mencoba memegang bagian ujung dari kaki yang tak bisa bergerak itu. Kemudian Master Hideyoshi memandu nya, memberi tahu dan mengajari cara mengalirkan energi penyembuhan dengan memegang tangan Dirga. Lalu melepas tangannya dan meminta Dirga melakukannya sendiri.


Dirga mencoba melakukan sendiri. Ia melakukan sama seperti yang di lakukan oleh Master Hideyoshi tadi, namun kaki hewan itu baru bisa di gerakkan sedikit. Kemudian Master Hideyoshi melanjutkan reiki Dirga dan membuat hewan itu kembali berfungsi dan membuatnya kembali bisa berjalan seperti sebelumnya.


“Tidak buruk juga. Sering latihan, agar kau bisa segera menguasai teknik ini. Untuk saat ini cukup sampai di sini dulu.”


Master Hideyoshi membuat Dirga kali berbaring di tempat tidurnya dan membuatnya tertidur. Ia pun menghilang setelahnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2