Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 134 Lolos Dari Arthur


__ADS_3

Dirga menatap Evony dengan bingung sambil masih memegangi Rheva.


“Evony... kenapa Rheva jadi seperti ini setelah meminum embun es abadi ?” tanyanya pada wanita itu.


“Tunggu saja tuan sampai prosesnya selesai.” ucap Evony pada Dirga yang nampak khawatir.


Meskipun masih aku pada apa yang diucapkan oleh Evony, Dirga pun menunggunya dengan cemas.


Tak berapa lama kemudian tampak roh Rheva yang melayang di atas berputar-putar kencang lalu terhisap masuk ke tubuh Reva yang sekarang masih membeku.


“Argh... !” teriak Rheva setelah roh nya kembali masuk ke tubuhnya karena merasakan sakit yang luar biasa setelah rohnya lama terpisah dengan raganya.


“crack... !” es yang menutupi seluruh tubuh Rheva retak. Pelan-pelan kesadaran gadis itu mulai kembali. Dia pun mulai membuka matanya.


“Dirga... Evony... !” ucapnya ketika gadis itu sadar saat melihat mereka berdua yang tersenyum menatapnya.


Rheva yang masih dalam kondisi penduduk dan bersandar pada dinding segera bangkit berdiri. Dia lalu melepaskan rantai yang membelenggu tangan dan kakinya.


“clang...”


Begitu rantai terlepas dari tubuhnya dia pun langsung menghampiri Dirga lalu memeluknya lama.


“Terima kasih kalian sudah menyelamatkan aku.” ucapnya menatap Dirga dan Evony bergantian.


Dari luar penjaga yang menjaga sel tahanan Rheva mendengar suara gadis itu berteriak. Dia pun masuk ke dalam sel untuk memantau keadaan di sana.


“Apa... ?!” ucap penjaga sel itu tak percaya pada apa yang dilihatnya saat ini. Tak hanya tawanan yang ada di ruangan itu berhasil bebas, namun di sana ada dua orang lainnya lainnya yang saja membantu membebaskan gadis itu.


“Sejak kapan mereka berdua ada disini ? Kenapa aku sama sekali tidak mengetahui jika ada penyusup yang berhasil masuk ke sini ? Celaka lah aku jika Sampai tuan Arthur tahu.” batin penjaga sel itu menatap Dirga dan Evony lalu membayangkan kemarahan Arthur dan tiba-tiba seketika dia menjadi merinding.


“Oh.. ada tamu tak diundang rupanya...” ucapnya saat melihat penjaga sel.

__ADS_1


“Jangan harap kalian semua bisa kabur dari sini dengan mudah ! Kalian tak akan pernah keluar dari sini !” ucap penjaga sel itu lalu maju dan menyerang mereka bertiga.


“Biar aku saja yang mengurusnya !” ucap Rheva menghalangi Evony serta Dirga yang akan menyerang penjaga saat itu. Gadis itu ingin membalaskan dendamnya pada Nagasaki itu karena selama ini dialah yang menyiksa dirinya di dalam sel.


“Majulah kau sekarang... !” teriak Rheva menantang penjaga sel tadi.


“Trang...” penjaga sel itu mengayunkan pedangnya dan menebaskan ke tubuh Rheva. Namun dengan tangan kosong gadis itu bisa mengalahkannya dengan sekali gerakan tangannya yang membuat penjaga sel itu terlempar keras ke dinding sel dan membuat nya muntah darah lalu meregang nyawa.


“Lebih baik kita segera cepat keluar dari sini sebelum Arthur datang.” ucap Evony. Dirga dan Rheva mengangguk menanggapi perkataan Evony. Mereka berdua lalu berjalan keluar dari sel itu.


Baru melangkahkan kaki, Rheva yang masih merasakan rindu yang teramat sangat pada kekasihnya itu menarik Dirga dan membuatnya berhenti sebentar.


“Sayang... aku sangat rindu pada mu...” bisik gadis itu di telinga Dirga dengan lirih sambil mengalungkan tangannya ke leher Dirga.


“Rheva waktu kita singkat nanti saja...” Rheva tak membiarkan lelaki itu melanjutkan ucapannya dan langsung mencium bibirnya sampai puas dan hilang rasa rindunya dan tak pedulikan keberadaan Evony di sana yang memperhatikan mereka berdua.


Beberapa saat kemudian setelah Rheva mengakhiri ciumannya, mereka bertiga segera keluar dari sel itu. Namun ternyata tak semudah itu mereka bertiga bisa keluar dari sel.


Dia terperanjat kaget saat melihat gadis yang di tamannya keluar dari saat itu bersama dengan dua orang tak di kenalnya.


“Kurang ajar kau gadis busuk !!” bentak Arthur menghalangi Rheva yang keluar dari markas Infinix.


Mereka bertiga berpandangan kemudian langsung siaga dan bersiap menyerang Arthur yang tampak sangat marah sekali.


“Matilah kalian bertiga sekarang juga !” teriak Arthur dengan emosi tingkat tinggi dan mulai melancarkan serangan pada ketiga orang yang ada di hadapannya.


Dirga sama sekali tak menyangka jika dia akan bertemu dengan Arthur secepat ini. Perasaannya bercampur aduk saat mengingat kembali kedua orang tua kandungnya yang dihabisi oleh lelaki itu.


“Kebetulan sekali aku bertemu denganmu di sini. Aku akan membalaskan dendam orang tuaku padamu !” teriak Dirga yang tiba-tiba tersulut emosinya melihat wajah bengis Arthur.


“Hahaha... anak muda aku sama sekali tidak mengenalmu bahkan orang tuamu !” balas Arthur dengan tertawa lebar menatap Dirga yang tampak meremehkannya.

__ADS_1


“Apa kau lupa pada Biana Roussel dan Achille Roussel ?!” teriak Dirga menyebutkan nama kedua orang tua kandungnya yang membuat Arthur diam sebentar dan mengingat nama yang di sebutkan oleh Dirga.


“Ha-ha... jadi kau adalah anak dari si keparat itu ? Kalau begitu kau... hahaha... aku tak perlu repot-repot mencari mu dan kau malah datang sendiri menyerahkan nyawa mu pada ku wahai sang keturunan terakhir Infinix yang ku cari ???” balas Arthur dengan sorot mata berkilat-kilat menatapnya dan kembali tersenyum lebar.


“Tak semudah itu kau akan bisa mengambil nyawaku !!” teriak Dirga yang semakin emosi dan tak bisa menahan nya.


“Karena kau aku tak pernah bertemu dengan orang tua kandung sejak kecil ! Terima ini... !!” Dirga mengaktifkan pedang penghancur jiwa dan mulai mengayunkannya, menebaskan pada lelaki itu.


“Apa ?? Anak itu punya pedang penghancur jiwa ? Aku tak boleh terkena tebasan nya jika tidak aku akan...” batin Arthur menyembunyikan ketakutannya saat melihat pedang penghancur jiwa yang bisa membuat tubuh dan jiwanya terpisah jika terkena tebasan pedang itu.


Arthur menghindari tebasan pedang penghancur jiwa milik Dirga yang di tebaskan oleh Dirga secara intens.


Rheva dan Evony saling menatap lalu mengangguk dan mereka berdua pun membantu menyerang Dirga.


“boom...” terdengar suara ledakan beruntun saat kekuatan mereka saling beradu. Arthur ternyata terlihat kewalahan mendapatkan perlawanan dari tiga orang sekaligus secara bersamaan.


Namun meskipun begitu, dia tetap bisa membalikkan serangan mereka bertiga dan membuat keadaan sekarang berbalik.


Evony yang mulai terdesak, menatap Dirga dan Rheva secara bergantian. Mereka bertiga harus mencari celah supaya bisa kabur dari lelaki itu karena mustahil mengalahkannya dengan mudah.


“Sekarang.... ayo kita serang dia bersama !” ucap Dirga pada Evony dan Rheva.


Di saat Evony dan Rheva mengalihkan perhatian Arthur, Dirga ikan pedang penghancur jiwa pada Arthur.


“Argh.... !” teriak Arthur yang terkena tebasan pedang hancur jiwa memiliki tiga yang berhasil memotong beberapa helai rambut di kepalanya dan membuatnya merasakan kesakitan luar biasa seolah jiwanya mendapat serangan dan terluka parah.


“bruk... !” Arthur yang masih merasakan sakit terjatuh ke lantai karena tak kuat menahan rasa sakit itu. Dia melihat Dirga yang akan menebaskan kembali pedang penghancur jiwa padanya dan dia segera menghilang yang dari sana untuk menyelamatkan dirinya dari serangan pedang penghancur jiwa.


“Sekarang saatnya kita pergi.” ucap Rheva yang melihat sosok Athur yang sudah hilang dari hadapannya.


Evony yang sudah berada pada batas kekuatannya menghilang dan masuk kembali ke tubuh Dirga. Rheva dan Dirga kemudian segera pergi dari sana menuju ke hutan tempat sebelumnya dia bersembunyi dengan yang lainnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2