
Mereka berjalan melewati jalanan licin yang tertutup oleh tumpukan salju tebal. Sebatas mata memandang hanya ada salju turun yang terasa dingin di tubuh mereka.
Ketua Avian dan Jhony terus berjalan menyisiri jalan di lembah salju itu. Deretan rumah di sana tampak tertutup entah itu kosong atau memang penghuninya masih tinggal di dalamnya. Salju tampak menumpuk di setiap rumah dan juga atap rumah yang ada di sana.
“Ketua tampaknya tempat ini kosong tak berpenghuni. Aku tidak merasakan adanya aliran kekuatan sama sekali di tempat ini. Mungkinkah mereka...” ucapnya berhenti dan memandang semua deretan rumah yang ada di tempat itu.
Ketua Avian ikut berhenti saat pasukan khususnya itu berhenti.
“Coba kau periksa salah satu rumah yang ada di sini untuk memastikan nya.” perintah ketua Avian pada pengawalnya itu.
“Baik... ketua tunggu di sini saja dan aku akan memeriksa salah satu rumah ada disini.”
Pengawal itu langsung bicara ke salah satu rumah terdekat dan berhenti di depan pintu.
“tok... tok...tok... ” Jhony mengetuk pintu rumah tiga kali.
“Permisi apa ada orang di dalam ?” tanyanya lagi sambil mengetuk pintu karena merasa tak ada jawaban.
Setelah menunggu beberapa saat dan kembali mengetuk pintu namun tak ada jawaban, pengawal itu mencoba membuka pintu yang tertutup itu.
“kriek...” Jhony membuka pintu rumah itu. dia Lalu melihat ke dalam yang tampak sepi. untuk memastikan dia pun masuk ke rumah itu dan Ternyata rumah itu memang kosong tak berpenghuni.
Dia segera keluar dari rumah itu dan menutup pintunya kemudian beralih ke rumah ada di sebelahnya dan membuka pintu rumah itu dan ternyata sama saja, rumah itu juga kosong.
“Ketua aku sudah memeriksa rumah ada di sini dan rumah ini memang kosong. Sepertinya para Ighist sudah pindah dari sini beberapa waktu yang lalu.” ucap pengawal itu kembali dan menghampiri ketua yang sudah menunggunya dari tadi.
“Kosong ya...” jawab ketua Avian singkat dan melihat ke sekeliling rumah yang memang tampak sepi dan sama sekali tak ada suara di tempat itu.
“Baiklah kalau begitu kita kembali saja sekarang. Sudah bisa dipastikan kan rumah pemimpin ketua Ighist pasti juga kosong.” ucap ketua Avian mengajak pengawal khususnya itu untuk pergi dari tempat itu.
“Ya ketua...” jawab Jhony.
__ADS_1
Pasukan khusus itu sekali lagi kembali menyisir tempat itu untuk memeriksa dan memastikan sebelum mereka pergi.
Setelah menyisir semua area dan mendapati tempat itu benar-benar kosong tak berpenghuni, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi dari Lembah salju.
Beberapa saat kemudian terlihat titik putih simetris di udara yang mengiringi kepergian mereka.
Beralih ke sel tahanan pasukan khusus di markas Infinix berada dimana Lin Han tindakan dengan beberapa orang lainnya di sel khusus itu.
Setelah beberapa hari berada di sel itu, Lin Han banyak menghabiskan waktunya dengan mereka dengan sering berbincang-bincang di sana ternyata mereka senasib seperjuangan.
Dari percakapannya sebelumnya dengan beberapa tahanan di sana diketahui bahwa mereka semua adalah keturunan Ighist yang tertangkap beberapa waktu yang lalu.
Mereka semua sama dengan dirinya, pasukan khusus dari Ighist.
Lin Han duduk di tengah di antara pasukan Ighist itu dan kembali ngobrol untuk membunuh waktu di sel yang terasa lama.
“Bagaimana kalian bisa tertangkap oleh pasukan Infinix ?” tanyanya pada salah satu tahanan yang ada di sana.
“Ah... aku memang sengaja membiarkan diriku tertangkap. Ada sesuatu yang harus kulakukan di sini. Jadi satu-satunya cara adalah aku harus tinggal di sini.” ucapnya menjelaskan pada tahanan yang bertanya padanya.
“Hahahaha....” balas tahanan itu yang tertawa mendengar jawaban dari latihan yang membuat tahanan lainnya pun ikut tertawa.
Untuk sejenak suasana mencekam di dalam saat itu itu menjadi ramai setelah terdengar gelak tawa di antara mereka.
Lin Han yang merasa direndahkan oleh para tahanan yang ada di sana tidak terima dan menunjukkan sesuatu pada mereka.
“Lihat ini aku bisa keluar dari sini Kapan saja dengan mudah...” Lelaki itu membuat dirinya menjadi tidak tampak dan menjadi partikel udara di ruangan itu lalu menembus sel jeruji itu dengan mudah.”
“Kalian sudah lihat kan ?” ucapnya kembali sambil masuk ke dalam tahanan selagi dan kembali ke wujud aslinya.
“Hwahahaha...” kembali terdengar gelak tawa dari semua tahanan yang ada di ruangan itu setelah melihat aksi yang dilakukan lelaki itu.
__ADS_1
Suara riuh ramai di sana terdengar sampai ke luar dan mengundang pengawal yang menunggu sel khusus itu masuk untuk memeriksa.
“Zap...” pengawal itu muncul dengan cepat dan tiba-tiba sudah berada di depan tahanan.
Dia melihat para tahanan yang ada di sel itu terlihat senang entah apa sebabnya dan itu membuatnya tidak suka saja melihatnya.
“Bisa-bisanya ya kalian tertawa di sini saat sebentar lagi nyawa kalian akan melayang ?” ucapan awal itu yang merasa marah karena terganggu oleh suara berisik mereka.
Sontak semua tahanan yang ada di sana berhenti tertawa seketika, setelah melihat pengawal penunggu sel itu mendatangi mereka.
“apa yang kalian tertawakan ?” tanya pengawal itu menatap satu persatu tahanan yang ada di sana.
Dan tentu saja mereka semua tutup mulut bukan karena takut pada pengawal itu namun lebih karena malas saja berurusan dengan pengawal brengsek itu.
“Awas saja jika aku masih mendengar suara berisik dari tempat ini aku tidak akan segan segera mengeksekusi kalian semua !!” ucap pengawal penunggu itu dengan marah menatap kearah mereka semua.
Setelah puas marah, pengawal itu segera pergi dari sel itu dan kembali berjaga di luar serta memeriksa sel tahanan lain untuk memeriksa ada tahanan yang kabur atau tidak.
“Hey Lin Han kalau kau memang bisa keluar masuk dari sel ini dengan mudah maka keluarkan kami dari sini.” ucap salah satu tahun yang ada di sana meminta bantuan dari nya untuk membebaskannya dan yang lainnya.
Sekarang ganti lelaki itu yang tertawa sebagai balasan untuk mereka yang menertawakan dirinya tadi.
“Hehehe... mudah saja mengeluarkan kalian semua dari sini. tapi aku masih ingin kalian semua disini menemaniku, hahaha...” balas lelaki itu balik menertawai dan menatap setiap tahanan yang ada di sana.
Satu tahanan lain maju dan mendekatinya.
“Kau tak perlu serius menanggapi candaan kami tadi. Jadi gimana apa kau juga ingin kabur dari sini?” tanya tahanan itu sambil menepuk bahu Lin Han.
“Kurasa kita perlu mendiskusikannya dulu tentang rencana kalian kabur itu. aku pasti akan membantu kalian tapi tidak sekarang. Tak perlu buru-buru.” tambahnya saat para tahanan itu terus mendesaknya.
Lin Han pun duduk kembali dan bergabung dengan mereka dan membahas rencana pelarian mereka di sana meski entah kapan dia akan merealisasikan itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG....