
Dirga mencoba melangkah lagi memasuki daerah itu namun tetap saja tidak bisa.
“Buk...”
Anak itu terpental saat melangkah masuk lagi. Dia berdiri lagi lalu mengamati array itu. Dia mundur tiga langakah ke belakang dan mencoba untuk membukanya.
“Boom....” Dirga mencoba meledakkan array itu. Namun tetap saja array itu tidak terbuka. Dia tidak menyerah begitu saja. Ia kembali membuka array itu dengan menempelkan tangannya lalu mengalirkan energi untuk menghancurkan array itu.
“Duar....” suara ledakan yang berhasil menghancurkan array di depannya. Dia senang sekali berhasil membukanya. Saat ia melangkahkan kaki masuk tiba-tiba array yang tadinya sudah ia hancurkan kini menutup lagi. Sekarang ia terkurung dan tak bisa masuk lagi. Karena saat ia melangkah kembali ada array yang menutupi jalan masuk itu dan dia harus membukanya lagi.
“Apa.... apa... array berlapis? Harus berapa kali aku menghancurkan array ini baru aku bisa masuk...” ucapnya kesal sambil menghimpun kekuatan lagi untuk menghancurkan array itu.
“Boom......” satu array berhasil ia hancurkan. Namun muncul lagi array berikutnya.
“Duar....!” kembali Dirga menghancurkan array yang menghalangi jalannya yang ke-20 kalinya.
“Hosh... hosh... hosh...” Dirga terengah-engah setelah menggunakan banyak kemuatannya namun lagi-lagi array itu menutup lagi. Ia lalu duduk sebentar untuk mengumpulkan tenaganya kembali sambil mengatur nafasnya yang masih tersengal.
Dalam kebingungannya, ia pun akhirnya mencoba meminta bantuan pada Evony.
“Evony... apa kau tahu cara menghancurkan array berlapis ini, kau tahu caranya ? Tolong bantu aku...” ucap Dirga memanggil Evony.
Sesaat kemudian roh Evony keluar dan sudah berdiri di depannya. Wanita itu lalu berjalan mendekat ke array. Dia mengeluarkan kekuatannya dan membuat array yang berlapis itu ada 80 lapis.
Dirga ikut berdiri di sebelah Evony. Dia bisa melihat array berlapis itu berjumlah 80 lapis dan membuatnya menelan ludah. Bagaimana dia bisa menghancurkan array sebanyak itu. Sedangkan menghancurkan 20 lapis saja sudah menguras energinya.
“Tenang anak muda... maksud ku tuan, aku bisa membantu mu.” ucap Evony melihat wajah tuannya yang tampak shock.
“Jadi... kau benar-benar bisa menghancurkan array berlapis ini?” menatap wajah Evony yang tampak yakin.
“Mundurlah tuan...” ucap Evony dan Dirga pun mundur. Setelah itu wanita itu mengeluarkan sinar biru terang dari kedua tangannya yang melapisi array itu.
“Boom.... boom... boom...”
Terjadi ledakan besar secara beruntun untuk beberapa saat yang menghancurkan array itu satu per satu sampai array terkhir.
__ADS_1
“Evony... kau hebat... kau luar biasa sekali.” Dirga mendekati Evony.
“Itu bukan apa-apa tuan...” jawabnya.
“Terima kasih sudah membantu ku...” ucapnya pada Evony. Lalu roh wanita itu pun menghilang setelah membantunya menghancurkan array. Kini dia bisa melanjutkan perjalanannya. Tampak hutan belantara yang lebat di depannya.
Dirga kembali berjalan di tengah gelapnya malam. Dia masih berpikir kenapa tempat ini di lindungi oleh array kuat sebanyak 100 lapisan. Apa sebenarnya daerah yang ia pijak sekarang.
Tanpa dia sadari ada ratusan pasang mata dari balik pohon yang mengamatinya.
“Siapa dia... dia bisa membuka array pelindung kita ?” ucap salah satu sosok pada teman di sebelahnya.
“Sepertinya dia kuat.” ucap yang lainnya.
“Kita harus melakukan sesuatu. Karena array kita sudah hancur pasti akan ada makhluk lain yang akan masuk dan menyerang kita.” tambah lainnya.
“Benar... mungkin orang itu mau melakukan sesuatu yang buruk pada kita. Kita harus menyerangnya !”
Dalam hitungan ketiga tiba-tuba ada serangan anak panah yang mengarah ke arah Dirga.
Saat dia kembali mendarat ke tanah ratusan anak panah pun kembali menghujaninya.
“Whoosh.....” Dirga menegeluarkan kekuatan matanya dan menahan ratusan anak panah itu yang akhirnya ratusan anak panah itu hancur.
“Siapa... siapa kalian ? Keluarlah... tunjukkan diri kalian !” ucapnya lantang.
Seketika muncullah makhluk bersosok kuda berwarna putih dan berkepala manusia membawa busur panah berjumlah ratusan di depannya.
Dengan cepat mereka mengepung Dirga.
“Makhluk apa itu... apakah ini negeri dongeng ? Centaurus hanya ada dalam buku dongeng anak-anak. Pasukan perang itu benar-benar ada ?” tanyanya heran melihat sekumpulan makhluk itu.
“Itu yang seharusnya ku tanyakan pada mu. Siapa kau ? Apa tujuan mu datang kesini ?” tanya salah satu manusia bertubuh kuda itu.
“Aku tidak tahu ini daerah apa. Aku benar-benar tidak tahu. Dan aku ke sini mencari jalan kembali ke hutan Hamakua...” jelasnya pada para makhluk itu.
__ADS_1
“Pimpinan jangan percaya pada kata-kata bocah itu. Mana ada pencuri yang mau mengaku ?” bantah lainnya.
“Iya benar ketua Marco, bocah itu pasti penyusup dan berniat mencelakakan suku kita.” tambah yang lain memprovokasi.
Karena terprovokasi oleh anggota sukunya, Marco sang pimpinan pun naik pitam dan kembali meyerang Dirga.
“Seraaang....tembak...!!” perintah pemimpin mereka.
“Zuut....” ratusan panah kembali melesat ke arah Dirga. Dengan tangkas dan cekatan ia berhasil menghindari panah itu.
“Hmm.... boleh juga anak itu...” gumam pimpinan mereka. Dan ia pun memerintahkan anggota lainnya untuk kembali menyerang.
Dari tangan mereka keluar cahaya menyilaukan dan mereka menembakkan cahaya itu pada Dirga.
Dirga menahan serangan itu dan timbullah ledakan cukup besar yang juga menghancurkan daerah sekitar. Serangan pertama bisa di tahannya, namun serangan berikutnya dia tak bisa menahannya. Luka di lehernya terasa semakin sakit dan tiba-tiba sekujur tubuhnya kaku dan tak susah di gerakkan.
“Tidaak....” ucapnya mengeluarkan tenaga terakhirnya lalu menyilangkan kedua tangannya menutupi wajahnya dari serangan para makhluk itu.
“Boom.....”
Serangan Dirga tak bisa mematahkan serangan lawan dan mengenai tubuhnya. Seketika dia ambruk dan tak sadarkan diri. Darah keluar dari mulutnya.
Satu centaurus mendekat dan memeriksa kondisi anak yang tergeletak itu.
“Aku yakin dia pasti sudah tak bernyawa...” memeriksa denyut nadi Dirga dan ternyata dia masih hidup. Centauurus itupun lalu melapor pada pimpinannyadan menanyakan apa yang harus di lakukan.
“Bawa saja dia. Kita bisa introgasi dia. Bisa jadi dia adalah pasukan Demon yang menyamar.” perintah Marco pada bawahannya.
Centaurus itupun kembali dan membawa tubuh Dirga ke markasnya. Sementara itu Marco, sang pemimpin centaurus kembali ke tempat dimana dia memasang array berlapis bersama dengan dua pengawal lainnya.
“Kalian berdua bantu aku membuat array lagi di sini. Agar tak ada yang bisa membobol lagi. Hebat juga anak itu bisa menghancurkan array ku.” perintahnya pada dua pasukan yang mengukutinya.
“Siap pimpinan...” jawab mereka.
Mereka bertiga mengerahkan kekuatan untuk membuat array tonnerre lagi. Kali ini mereka membuatnya menjadi 200 lapis agar tak ada yang bisa menghancurkannya lagi.
__ADS_1
BERSAMBUNG....