Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 33 Di Kucilkan


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian tempo hari di kelas, Dirga menjadi terkenal di seantero penjuru tempat dia bersekolah. Semua murid sebaya, senior maupun guru d i sekolah itu mengetahui kondiai Dirga yang aneh. Namun semenjak saat itu mulai banyak anak-anak di sekolah itu uang menjauhinya. Bahkan teman-teman yang dulu mengajak nya main bersama kini mengabaikan dia.


“Eza, Vino, aku sudah bawa kelereng banyak. Kelereng ini cukup untuk kita main bertiga. Ayo kita main bersama lagi.” Dirga membawaa sekotak penuh kelereng dan menyodorkan pada Eza dan Vino.


“Main saja sendiri. Kau orang aneh. Aku takut ketularan aneh jika dekat-dekat dengan mu.” jawab Eza dengan tatapan merendahkan.


“Benar, lebih baik kita cari teman lainnya untuk bermain.” timpal Vino berlari mengejar Vino yang meninggalkan dirinya.


Dirga menatap kepergian dua temannya itu dengan rasa sedih. Kini semua mulai menjauhi dirinya. Dia melihat sekelompok anak lainnya yang bermain petak umpet di halaman sekolah dan mendekatinya.


“Hai teman-teman, bolehkah aku bergabung? Bolehkah aku ikut bermain dengan kalian ?”


semua anak-anak itu langsung menatap kearahnya dengan pandangan aneh dan lagi-lagi hal itu membuatnya kembali bersedih. Tanpa menjawab mereka semua pergi menjauh dan mencari tempat bermain lain.


“tak apalah mereka menjauhi ku. Tak apa, aku masih punya teman, setidaknya mau aku ajak ngobrol walaupun itu bukan manusia.” Dirga berlalu dan menoleh ke samping kirinya menatap roh anak kecil yang pernah mengganggunya sedang tersenyum kecil ke arahnya mengikuti dia berjalan melewati bebera kelas yang kosong.


Karena merasa haus dan sedikit merasa lapar, dia pergi menuju ke kantin yang menjual beraneka macam cemilan yang bisa membuat para anak di jamin betah berlama-lama disana. Berbagai macam jenis permen dan lolipop beraneka rasa memenuhi etalase kantin, berbagai coklat dan masih banyak cemilan favorit kesukaan anak lainnya disana.


“Es serut dua, pak...” Dirga menyerahkan selembar uang pada penjaga kantin yang terlihat wajahnya juga aneh menatap Dirga.

__ADS_1


“Kok beli dua ?” tanya penjaga kantin yang merasa aneh dengan wajah sedikit merinding sambil melihat ke sekitar tubuh Dirga. Dia mengira anak itu membelikan es serut untuk makhluk tak kasat mata.


“Aku memang mau memberikan es itu untuk Kevin...” batin Dirga sambil menoleh ke samping kanan sebentar melihat roh anak kecil yang awalnya mengganggunya dan kini mengikutinya itu.


Dari kejauhan Raneea yang merasa haus dan melihat Dirga memesan es serut segera berlari menghampirinya. Tepat sekali ketika es pesanannya itu sudah jadi. Dia masih belum menjawab pertanyaan penjaga kantin yang kini wajahnya tampak berkeringat dingin ketakutan memberikan dua mangkuk es serut dengan tangan gemetar.


“Terima kasih, pas sekali dapat es serut segar yang bisa menghapus rasa hausku.” ucap Raneea sambil mengambil satu mangkuk es serut dari tangan penjaga kantin yang membuat ke dua orang itu menoleh pada dirinya. Seketika wajah penjaha kantin yang tadi ketakutan kembali normal saat melihat Raneea.


“Ayo kita makan di sana.” menyeret tangan Dirga dan duduk di kursi dekat pintu. Di sana ada dua anak lainnya yang duduk. Begitu mereka melihat yang duduk di sebelahnya adalah Dirga, mereka berdua langsung pergi dan mencari tempat duduj lain.


“Hei Arsi, Nella kalian mau kemana?”


“Kalian itu ya, Dirga bukan orang aneh. Kalian saja yang tidak bisa dan tak mau mengerti dia.” jawab Raneea dengan sedikit emosi.


“Sudah, tak apa teman. Sudah biarkan saja mereka. Aku sudah terbiasa dengan perlakuan seperti itu sekarang karena kondisi ku ini.”


Dirga menenangkan Raneea dan menarik tangannya agar duduk kembali dan tidak menanggapi Arsi dan Nella yang segera pergi meninggalkan mereka.


Sontak anak lain yang ada di kantin menoleh dan menatap tajam ke arah mereka berdua. Terlihat mereka berbisik-bisik sambil tertawa merendahkan kemudian membuang muka. Dirga hanya menatap semua tatapan tajam dari para anak lain yang mengarah padanya dengan perasaan sedih yang dia sembunyikan.

__ADS_1


“Jangan kau pedulikan ucapan Arsi dan nella tadi. Serta tak usah kau hiraukan apa pun yang di katakan lainnya pada mu nanti. Ayo habiskan esnya sebelum bel istirahat berbunyi dan kita tak bisa menikmati es ini”


Dirga melepaskan senyum tipis di bibirnya pada Raneea untuk melepas rasa sedih yang menekannya lalu segera menghabiskan esnya. Dia merasa kesedihannya karena di kucilkan temannya itu sedikit terobati karena sosok Raneea yang selalu menemaninya.


Selesai minum es mereka kembali ke kelas. Di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan segerombolan anak yang berlari ke arah mereka dengan membawa sekotak tanah basah lalu menabrak Dirga yang membuat tanah untuk bahan pembuatan kerajinan tangan itu mengenai wajah dan baju Dirga hingga menjadi belepotan.


“Ups... maaf aku tidak sengaja. Aku tudak memeegangnya dengan erat. Aku buru-buru, kau bersihkan sendiri itu ya.” tertawa dengan tangan menunjuk baju Dirga yang jadi kotor lalu pergi begitu saja meninggalkannya tanpa rasa dosa.


“Wisnu... kau itu sengaja ya melempar dan mengotori baju Dirga.” teriak Raneea dengan emosi dan berlari mengejarnya. Dirga segera menarik tangannya agar tidak mengejar Wisnu dan mengajaknya ke toilet untuk membersihkan wajah dan seragamnya yang kotor.


Siang hari Elsa sudah menunggu di depan gerbang. Dia melihat Dirga berlari ke mobil dengan di kejar beberapa anak lelaki yang membawa kerikil, namun kerikik itu mereka sembunyikan saat melihat mama Dirga menatap ke arah mereka dari kaca mobil.


Dalam mobil Dirga tampak duduk diam dan tak bicara sedikit pun sampai Elsa bertanya.


“Kenapa anak lelaki tadi, apa yang mau mereka lakukan padamu, nak? Dan bajumu itu kotor, apa yang terjadi? Apa mereka yang melakukan itu semua padamu?” menatap seragam Dirga yang tampak masih kotor walaupun tadi sudah di bersihkan dengan khawatir bercampur geram.


“Aku tidak tahu Ma apa yang mau mereka lakukan. Aku hanya berlari karena takut Mama lama menungguku. Dan bajuku yang kotor... bajuku yang kotor ini karena tadi aku terpeleset saat keluat dari toilet.” memegang bajunya lalu menutup resleting jaketnya agar tudak terlihat lagi oleh mama dan tidak ada pertanyaan yang lebuh panjang, serta tak ingin membuat mama khawatir pada dirinya.


Elsa merasa lega pada penjelasan anaknya itu. Namun meskipun begitu dia tetap merasakan ada hal yang tidak beres yang di sembunyikan anaknya dari dirinya itu. Dan dia berniat untuk mencari tahu kebenaran yang di sembunyikan itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2