Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 61 Ucapan Terima Kasih


__ADS_3

Marco merasa heran duelnya dengan Forsa sang pimpinan pasukan demon berakhir begitu saja. Forsa meninggalkan dirinya di tengah pertarungan itu tanpa alasan. Ia baru sadar setelah melihat pimpinan pasukan demon itu sekarang beralih menyerang anak yang di selamatkannya.


“Anak itu... kapan dia keluar ? Hahaha...tanpa perlu ku minta kau datang membantu ku sendiri...” ucap Marco tertawa melihat pertarungan Dirga dan Forsa.


“Selama kau bertarung melawan Forsa terkutuk itu aku akan menghabisi sisa pasukan demon lainnya.” ucap Marco kembali ke medan pertarungan lagi setelah sebelumnya mau membantu nocah itu namun ia urungkan niatnya.


Marco kembali ke tengah pasukan dan memimpin mereka. “Seraang... sekarang...!” teriaknya memberi aba-aba. Seketika ribuan panah meluncur berurutan melesat ke arah pasukan demon. Satu Centaurus menembakkan lima panah langsung yang melesat dengan cepat dan tepat sasaran. Namun mereka kembali bangkit meskipun mereka jatuh.


“Duar....” kembali pasukan demon membalas serangan pasukan Centaurus dengan mengeluarkan kekuatan mereka berupa sihir kegelapan yang di tahan oleh pasukan Centaurus swhingga menimbulkan ledakan.


Sementara itu Forsa melakukan duel maut dengan Dirga. Forsa mengayunkan pedang iblis yang di genggamnya untuk menebas bocah itu, namun anak itu bisa menghindarinya dengan gesit. Kembali Forsa mengayunkan pedangnya pada tubuh anak itu terus-menerus.


Dirga yang melawannya dengan tangan kosong melangkah mundur untuk menangkis dan menghindari tusujan serta tebasan pedang iblis itu.


“Kau beruntung sekali saat itu bisa kabur dari ku dan pulih dari luka dalam itu. Tapi kali ini kau tak akan ku biarkam lepas lagi dari ku. Kali ini tamatlah riwayat mu !” ucap Forsa sambil terus maju mengayunkan pedangnya.


“Coba saja... ciba saja jika kau bisa.” jawabnya memancing emosi dan mencoba memprovokasi.


“Tamatlah riwayatmu !!!” teriaknya marah sambil menebaskan pedang dan menusuk tubuh lawannya.


“Tidak secepat itu...” ucapnya sambil tertawa kecil yang semakin menyulut emosi Forsa. Dia memanfaatkan kesempatan itu di saat amarah menguasai musuhnya dan membuatnya lengah. Ia mengaktifkan kekuatan matanya. Muncul sinar violet yang sangat pekat dan menyilaukan mata. Lalu ia dengan gesit menyerang titik vital dengan menggunakan teknik krav maga setelah itu di bersalto di udara dan melompat ke belakang tubuh pimpinan pasukan demon itu.


Forsa langsung berbalik dan menyerang kembali menggunakan pedangnya. Serangan yang barusan di lakukan Dirga barusan berhasil melukai tubuhnya.


“Sekarang akan ku bunuh kau !” teriaknya marah.

__ADS_1


“Dalam mimpimu ! Bermimpi saja kau bisa mengalahkan ku kali ini. Aku tak akan jatuh ke lubang yang sama dua kali !” balasnya berlari cepat ke samping tubuh pasukan demon itu dan kembali menyerang titik vital di tangan Forsa menggunakan krav maga.


Sebelum serangan itu mengenai titik vital di lengannya yang akan membuatnya mati rasa atau paling parah membuat ototnya tak berfungsi, forsa mengeluarkan kekuatan laser lima warna yang membuat tubuh bocah itu terhempas ke tanah.


Keadaan berbalik kini Dirga ganti terdesak setelah terkena tembakan laser lima warna meskipun berhasil menangkisnya.


“Gawat... sepertinya aku mulai terdesak.” melihat Forsa yang mendekatinya dan akan menghunuskan pedangnya lagi.


“Aku tak bisa melakukan serangan jarak jau saat ini. Gawat... apa yang harus ku lakukan ?” memutar otak dan mencari cara untuk membalik keadaan.


Wooji yang saat itu sedang bertempur menghalau pasukan demon melihat bocah itu terdesak dan dia berniat membantunya.


“Hei... mau kabur dari ku ? Mau membantu bocah itu kau rupanya. Berkahayal saja !” teriak pasukan demon di depannya menghalangi langkah Wooji bersama beberapa pasukan lainnya.


“Hei bocah terima ini !” ucap Wooji melempar sebuah pedang ke arah Dirga.


“Klang...” Pedang terjatuh di dekat tubuhnya dan dia segera mengambilnya. Dia bingung karena tidak bisa menggunakan pedang yang berat itu.


“Trang... trang...” Dirga berdiri dan menangkis tebasan pedang pasukan demon itu dengan pedang di tangannya. Selama ini dia tak pernah belajar bermain pedang jadi dia kesulitan mengayunkan pedang itu. Ini pertama kalinya dia menyerang menggunakan pedang tanpa mengetahui tekniknya.


Karena dia tidak mahir bermain pedang, dia pun akhirnya terdesak.


“Trang...”Dirga kembali menangkis sabetan pedang pasukan demon. Forsa berhasil mendesaknya dan kini dia terpok.


“Tolong berikanlah aku kekuatan saat ini Tuhan... tolong selamatkan aku dari pasukan demon biadab ini...” ucapnya dalam hati. Dia menyimgkirkan rasa pesimis yang barusan menyergapnya dan mengaktifkan kekuatan matanya.

__ADS_1


Keluar cahaya bewarna ungu pekat dari matanya yang memancar dan membhat pasukan demon itu silau dn dia mengerahkan semua tenaganya.


“Jleb...” anak itu berhasil menusukkan pedang itu menembus jantung Forsa. Seketika tubuh pasukan demon itu ambruk ke tanah. Dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan bagus itu. Sebelum pimpinan pasukan demon itu bangkit dia membakarnya dengan kekuatan matanya dan tubuh Forsa terbakar.


“Minggirlah tuan... sisanya biar ku atasi.” ucap Evony mendekat setelah melenyapkan pasukan demon di garis depan. Wanita itu menghentakkan trisulanya ke tanah lalu keluarlah cahaya biru dari trisula itu yang membakar habis tubuh pemimpin pasukan demon menjadi debu.


Para pasukan demon lainnya yang melihat pimpinan mereka sudah binasa segera mundur dari pertempuran itu dan kabur dari markas pasukan Cheval.


“Mau lari kemana kalian ? Mau kabur dari sini ? Jangan harap !” ucap Wooji yang melihat pasukan demon bergerak mundur.


“Semuanya sekarang ayo kita serang mereka. Bantai mereka semua jangan sampai ada yang tersisa satu pun. Ini kesempatan kita membalaskan rekan kita yang telah gugur sebelumnya di pertempuran lain !” teriak Wooji mengobarkan semangat juang para pengawal lainnya.


“Siap.... !!” jawab para pasukan serentak. Mereka pun meringkus semua pasukan demon yang tersisa tanpa ampun dan mereka pun menyorakkan kemenangan.


“Tak ku sangka kau hebat juga bocah. Tak salah aku menyelamatkan mu. Kali ini aku mewakili semua penghuni lembah polestar ini mengucapkan terima kasih pada mu karena telah membantu kami mengalahkan pasukan demon yang sudah lama menjadi musuh bebuyutan kami.” ucap Marco menghampiri Dirga setelah pertarungan itu berakhir.


“Ah... ku kira aku yang perlu berterima kasih pada mu. Terima kasih karena sudah menyelamatkan ku Pemimpin pasukan Cheval, tuan Marco.” balas Dirga.


“Hahaha....” ucap Marco tertawa puas sambil menepuk bahu anak itu dan kembali ke markas.


Mereka semua kembali ke markas setelah membereskan kekacauan yang masih tersisa. Semuanya selesai sebelum fajar menyinsing.


Dirga bermaksud untuk keluar dari lembah Polestar dan segera kembi ke hutab Hamakua setelah matahari menyongsong, namun Marco menahan kepergiannya dan menyarankan untuk keluar dari markas mereka di siang hari. Ada sesuatu yang ingin dia berikan padanya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2