Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix
Eps. 50 Mustika Bertuah


__ADS_3

Pak Tantrayana menghalangi Dirga pergi sekarang dan mengajaknya duduk kembali.


“Kondisi fisik mu masih lemah nak, jangan gegabah. Tunggulah dua hari lagi baru kau berangkat.” menyarankan untuk tetap tinggal karena melihat kondisinya.


“Tapi... tapi....” mencoba membantah kembali namun dia juga memikirkan orang yang telah menolongnya itu. Dia belum sama sekali belum membalas budi padanya, minimal membantu apa yang sedang di kerjakan Pak Tantrayana saat ini. Lalu dia pun duduk kembali.


“Kau tak perlu khawatir anak muda. Meskipun kau tinggal lama disini, waktu di luar berbeda dengan waktu disini. Tiga hari di sini sama dengan satu hari di luar.” menjelaskan perbedaan waktu yang menjadi kekhawatiran anak itu.


“Maksud Bapak... di sini bukan dunia manusia? Jika bukan alam manusia lalu alam apa ini....” terlihat raut wajahnya yang sangat bingung dan masih mencerna penjelasan dari Pak Tantrayana.


“Kau ada di wilayah segitiga bermuda, nak.” jawabnya singkat yang membuat Dirga semakin mengerutkan dahinya.


Dari yang pernah dia baca di buku, segitiga bermuda merupakan daerah yang terletak di antara negara Antarra dan negara Modra. Daerah ini sulit di jangkau. Tidak banyak yang bisa masuk ke daerah ini, dan banyak yang tak bisa kembali setelah memasuki daerah ini. Daerah ini sangat misterius dan banyak informasi simpang siur mengenai tempat yang mistis ini.


“Segitiga bermuda... lalu bagaimana aku bisa keluar dari sini... bagaimana caranya, Pak Tantrayana?” berkeringat dingin karena takut terjebak selamanya di tempat itu.


“Tenang saja... tak perlu khawatir, aku akan membimbing mu nanti anak muda.” jawab Pak Tantrayana yang membuat Dirga merasa lega.


“Oh ya... jangan panggil Bapak, panggil saja Paman.” tambah Pak Tantrayana yang di angguki oleh Dirga tanda setuju.


“Kau bisa beristirahat sekarang... aku pergi dulu.”


Pak Tantrayana keluar dari ruangan itu. Dirga merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata, namun dia tetap terjaga karena sama sekali tidak merasa ngantuk.


Ia lalu keluar dari kamar dan berjalan ke depan rumah. Terlihat hamparan laut luas berwarna biru dengan ombak berdesir di bibir laut. Ia berjalan ke tepi pantai sekedar untuk menikmati pemandangan sore serta menghirup udara segar.


Ingin dia menjelajahi daerah itu, namun dia takut tersesat dengan kondisinya yang sekarang.


“Zras...”

__ADS_1


Suara ombak yang tersapu angin bergulung dan menghantam tubuh Dirga. Setelah ombak itu surut ada sesuatu yang tertinggal di sela jari kakinya. Karena merasa tidak nyaman, Dirga pun mengambilnya.


“Apa ini... aku seperti pernah melihatnya di buku. Apa ini...”


Dirga mengambil satu cangkang kerang yang berbentuk datar sebesar kuku dan berulir di bagian tengahnya.


Dia yakin benda yang dia ambil barusan adalah mustika mutiara duyung. Dimana benda itu merupakan benda yang sangat sulit di cari. Menurut sejarah, benda itu merupakan air mata seorang putri duyung yang mengeras. Sehingga benda itu merupakan jenis batu bertuah dan mempunyai kekuatan magis. Tidak pernah ada yang menjelaskan kekuatan magis seperti apa yang ada dalam mustika itu.


Dirga menyimpannya lalu berjalan dan mencari keberadaan Paman Tantrayana. Ia pun menemukan Paman itu sedang mengurusi ikan hasil tangkapannya.


“Biar ku bantu Paman... biar ku bantu mengangkat ember itu.” Lelaki itu menolak bantuan Dirga, namun anak itu tetap bersi keras membantunya yang baginya itu membalas budi meskipun kecil dan tak ternilai.


Selesai menata ember berisi ikan itu, mereka berdua duduk di emperan rumah sambil ngobrol ringan.


“Oh ya Paman... Tadi aku menemukan ini di tepi pantai. Aku menemukan benda ini tersangkut di jari kaki ku. Apa Paman tahu benda apa ini?” mengeluarkan benda yang tadi di temukannya dan menunjukkan pada Paman Tantrayana.


Lelaki itu melihat benda yang di tunjukkan oleh Dirga. Dia benar-benar tak menyangka jika ada seseorang yang berhasil menemukan mustika itu. Selama ini banyak orang yang mencari benda itu karena kekuatannya namun mereka selalu kembali dengan tangan kosong.


Malam harinya


Saat tengah malam dan semuanya masih tertidur, Dirga bangun dari tidurnya karena melihat kehadiran seseorang.


“Siapa kau... siapa kau ?” tanya Dirga pada sosok wanita di depannya.


Seorang wanita cantik yang kecantikannya seperti dalam kisah dongeng berbaju seksi menghampirinya.


“Kau tidak tahu siapa aku... padahal kau menggenggam ku sedari tadi.” tersenyum menggoda pada Dirga.


“Menggenggam apa... aku benar-benar tidak tahu maksudmu.” ucapnya yang takut melihat wanita super seksi dengan pakaian minim yang sekarang duduk di dekatnya.

__ADS_1


“Tampan juga kau...”menaruh tangan kanan di bahu kiri Dirga.


“Aku akan berikan kekuatanku pada mu, sebagai gantinya kau hiburlah aku malam ini, berikan surga dunia pada ku...” berbisik menggoda di telinga Dirga sambil membuka baju Dirga.


“Tidak... tidak... aku tidak butuh kekutan mu ! Pergi... aku hanya akan melakukan itu dengan istri ku nanti.” teriak Dirga mengusir wanita dan mendorong tubuh wanita itu.


Wanita itu terus menggoda, namun Dirga terus menerus menolaknya. Karena suara ribut yang keras, sampai membangunkan Paman Tantrayana.


“Ada keributan apa ini ?”


Dia bangun lalu masuk ke tempat Dirga. Ia melihat wanita seperti bidadari menggoda Dirga dengan tubuh setengah telanjang.


“Paman, tolong aku. Tolong bawa wanita ini pergi.” merinding ketakutan dan berkeringat dingin.


“Kau penghuni mustika mutiara duyung, kan ? Kenapa kau menggoda tuan mu sendiri?” menarik wanita itu yang malah tertawa terbahak-bahak.


“Aku hanya ingin mengetes kecantikan ku ini. Ternyata ada yang tidak menginginkan tubuh molek ku ini. Baiklah kalau begitu aku tak akan main-main. Kali ini aku serius akan bergabung dengan mu anak muda...” menatap Dirga sambil tersenyum genit padanya.


“Jadi... jadi kau roh mustika mutiara duyung ? Tunggu dulu, apa maksud mu bergabung adalah... tidak, aku tidak mau...” Dirga menolak setelah membayangkan apa yang harus mereka lakukan untuk menggabungkan kekuatan.


“Kau jangan terus menakuti dia, Evony. Lakukan tugas mu dengan benar atau aku akan menghancurkan roh mu...!!”


Mendengar ancaman dari lelaki itu, Evony takut dan tak berani menggoda lagi.


“Bersiaplah sekarang kau anak muda...”


Evony berdiri dan mendekati Dirga. Ia lalu memegang tangannya. Seaaat kemudian dia menghilang. Dalam hitungan detik, roh itu masuk ke raga Dirga.


Dirga merasakan sensasi dingin saat roh tadi masuk ke tubuhnya. Dan sekarang dia merasakan dingin yang teramat sangat. Kulitnya berubah menjadi biru. Ada energi meluap di tubuhnya yang seolah akan meledak dan dia tidak kuat menahannya. Tubuhnya kejang karena adanya perbedaan energi yang begitu besar di tubuhnya. Karena tak kuat menahan lonjakan energi, ia pun tak sadarkan diri dengan tubuh kaku sedingin es.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2