
S 2. Chapter 65: Epilog
Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti
(Lagu oleh Banda Neira)
Jatuh dan tersungkur di tanah aku 🎶
Berselimut debu sekujur tubuhku 🎶
Panas dan menyengat 🎶
Rebah dan berkarat 🎶
Meranggas merapuh 🎶
Berganti dan luruh 🎶
Bayang yang berserah 🎶
Terang di ujung sana 🎶
Yang... 🎶
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti 🎶
Yang hancur lebur akan terobati 🎶
Yang sia-sia akan jadi makna 🎶
Yang terus berulang suatu saat henti 🎶
Yang pernah jatuh 'kan berdiri lagi 🎶
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti 🎶
Di mana ada musim yang menunggu? 🎶
__ADS_1
Luna menatap pantulan dirinya di depan cermin bulat besar seukuran manusia. Ia mengagumi dirinya sendiri yang terlihat cantik dalam balutan gaun pengantin berwarna putih. Setelah puas bercermin, Luna duduk di kursi, sambil mengelus perutnya perlahan.
Ya, hari ini adalah hari resepsi pernikahan Luna dan El. Luna baru saja selesai dirias, rambutnya digelung rapi dengan mahkota di atas kepalanya. Ia merasa tegang, takut terjatuh atau melakukan kesalahan. Ia tidak boleh sampai melakukan hal yang memalukan di hari sepenting ini. Hari yang cuma terjadi sekali seumur hidup.
Tak berapa lama, pintu diketuk. Itu adalah Alex dan Arga yang masuk bersamaan. Mereka saling mendorong satu sama lain, tidak mau mengalah.
"Ayo, kak..." Arga sampai di hadapan Luna lebih dulu. Ia mengulurkan tangannya meminta Luna untuk jalan menuju altar bersamanya.
"Enak aja! Kan harusnya sama papa gue! Berhubung papa gue ilang, enggak tau ada di gowa mana, jadi gantinya ya sama anaknya, lah!" Alex mendorong Arga menjauh dari Luna. Arga membalasnya. Alex balik membalas lagi. Begitu terus. Mereka saling mendorong tanpa henti.
"Hehehehe..." Luna terkekeh pelan. "Kalian sudah setampan ini pakai tuxedo malah bertingkah kayak anak bocah..." Ia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lebar.
"Biar saja!" Arga melipat tangannya di dada sambil cemberut. Dia sudah senang bukan main saat mendengar kabar si Papa Daniel hilang ditelan bumi, sekarang malah muncul anaknya, yang hampir ia lupakan. Menyebalkan dan tidak mau mengalah, padahal dia kan lebih tua!
"Sudahlah, kakak pilih saja siapa?!" Arga berdecak kesal.
Luna tersenyum ke Arga sesaat, lalu beralih menatap Alex yang menekuk wajahnya. Terlihat jelas kalau Alex malas berkomentar menanggapi Arga, yang ada nanti mereka malah bertengkar dan membuat keributan.
"Hm..." Luna menyentuh dagunya dengan telunjuk, nampak berpikir. Setelah beberapa detik, ia tersenyum pada kedua cowok itu, memberikan aura yang tak bisa ditebak.
"Sama Alex aja, ya..." ucap Luna. Terdengar helaan nafas panjang dari Arga, tapi tentu saja sebaliknya untuk Alex. Suara yang terdengar dari Alex adalah pekikan kecil 'yes'.
Memang Luna dan adik-adiknya sudah tinggal bersama, kecuali Alex. Dia memilih bersama Papa Daniel.
Jangan tanyakan alasan, karena sudah jelas Alex setidaknya belajar dari pengalaman Luna. Ia akan berusaha, menghabiskan waktu dengan papanya, selama masih ada waktu...
"Iya, lah..." Arga mengibaskan tangannya kemudian melangkah keluar lebih dulu. Alex meledeki Arga yang pergi sambil menghentakkan kaki kesal. Alex hendak menyombong dengan ini nanti di depan adik yang lain.
Setelah puas tersenyum usil, Alex mengulurkan tangannya ke Luna dengan ekspresi penuh kemenangan, membuat Luna terkekeh geli sekali lagi. "Ayo, kakak cantik..." Dia berucap sambil menunjukkan deretan giginya, tersenyum sangat lebar.
"Siap, adik tampan..." Luna meraih tangan Alex kemudian mereka berjalan bersisian.
Tak... Tak... Tak..
Suara langkah kaki terdengar di dalam aula yang hening itu. Semua mata tertuju pada Alex dan Luna yang melangkah mantap. Bisikan-bisikan mulai terdengar, mereka memuji pengantin wanita.
El yang sudah menunggu, terpana saat melihat Luna di hadapannya. Istrinya, secantik itu...
__ADS_1
"Kamu luar biasa... Princess Luna..."
Luna tersenyum manis. Ingatkan El untuk mengukur gula darahnya setelah ini. Senyum Luna bisa jadi membuat dia diabetes.
"Kamu lebih luar biasa... Prince Langit..."
Alex memutar bola matanya jengah melihat kedua makhluk bucin akut ini. Ia meledek dalam kata. "Aku paling luar biasa... Aku Raja Alex... Ha-ha..." Guyonan Alex sukses membuat Luna dan El tersenyum bersamaan.
"Eh!" Alex baru akan mundur dari altar sebelum ia menyadari sesuatu yang janggal, sedari tadi. Dia menatap El dan Luna bergantian. Kemudian, pandangannya jatuh ke Luna. Ia pun membuka mulutnya, bertanya sesuatu, sesuatu yang bisa saja nyata.
"Kakak mengelus perut terus-terusan. Jangan bilang kakak hamil..." Alex bertanya ke inti langsung. Ia sebenarnya setengah bercanda saat ini, tapi alangkah terkejutnya ia saat mendapati Luna mengangguk.
"Benarkah?" Alex melotot tak percaya. Luna mengangguk sekali lagi. Begitu juga dengan El. Mereka mengangguk bersamaan, membuat senyum Alex melebar sempurna.
Calon Keponakan.... Semoga bukan laki-laki lagi!
***Season Dua Tamat***
Hai, aku author dewiluna... 🥰
Sebelumnya aku mau minta maaf kalau aku jarang update belakangan ini, aku sungguh menghargai kalian yang sudah setia menunggu karyaku.
Lalu, aku mau berterima kasih kepada semua pembacaku atas dukungan kalian selama ini, dari season satu sampai sekarang... Aku sayang kalian! 😳❤️
Dan akhirnya, season dua tamat juga... Apakah ada yang mau bertanya tentang lanjutan kisah ini? Apakah ada season selanjutnya? 🤔
Jawabannya, ada! 😍
Aku sedang menyiapkan season ketiga. Ditunggu, ya!
Selama menunggu, kalian boleh membaca karyaku yang lain, aku akan sangat senang! 😊
Last but not least, selalu dukung aku ya... Jangan lupa untuk tips, vote, rate, comment dan like setiap episodenya... ❤️
Terima kasih!
__ADS_1
-dewiluna-