Langit Untuk Luna

Langit Untuk Luna
55. Pulang


__ADS_3

Jessika dan Tyo mengintip Luna dan El dari kejauhan.


"Gayanya mereka udah kayak pacaran aja ya," Tyo menunjuk tangan El yang melingkari kepala Luna.


"Emang mereka ga pacaran?"


Jessika dan Tyo berbalik kaget. Ada Reina dan Tiara di belakangnya.


"Emang mereka ga pacaran?" Tiara bertanya lagi. "Gue sering ngeliat Luna dijemput si om itu, gue pikir tadinya kakaknya. Tapi bukan."


"Tau darimana?" Reina penasaran.


"Emang elo pernah digituin sama kakak elo, heh?" Tiara menyentil kening Reina. Mereka cukup akrab, Reina dan Tiara adalah teman semeja.


"Engga sih," Reina mengangguk mengerti. Dia punya Reza, dan Reza ga pernah begitu.


"Kalian ngapain?" Reza ikut menghampiri keramaian.


"Kak, emang mereka pacaran?" Reina menunjuk El dan Luna.


"Engga tau. Bisa jadi." Reza angkat bahu. "Yang jelas Pak El pernah marah-marah, dia hampir pecat resepsionis gara-gara ga ijinin Luna masuk. Abis itu, gue yang disemprot. Gue inget banget tuh, dia bilang 'Kalau yang namanya Luna datang, langsung suruh ke ruangan saya!' sambil banting-banting pintu."


"Emang dia bisa main pecat? Jabatannya apa?" Arga tiba-tiba muncul bersama Sandi dan Arsya.


"Dia manajer, tapi udah rahasia umum kalau dia anaknya bos yang punya kantor. Pegawai lain pura-pura ga tau aja." Semua orang langsung menoleh ke arah Reza, menatap tak percaya.


"Wah, keren kalau begitu." Arka dan Rayya ternyata sudah ikut nimbrung. "Gue mau minta isi saldo lagi, lah."


Arka langsung menghampiri El, semua orang masih mengintip, memantau keadaan.


"Kakak ipar, maaf ganggu. Saldonya abis nih. Boleh isi lagi ga?" Arka sengaja berbisik pelan.


El meraih dompetnya di saku, kemudian memberikannya ke Arka. "Kalau kurang minta aja ke Reza dulu."


"Makasih..." Arka mengacungkan jempol lalu segera pergi ke kerumunan pengintip.

__ADS_1


"Elo abis ngapain?" Rayya langsung menghampiri Arka.


"Gue minta isiin saldo, tapi dikasih semua sama dompet-dompetnya. Katanya kalau kurang minta ke Reza aja."


Lah, kok jadi ke gue? Reza membatin tak terima.


"Coba liat isi dompetnya," Jessika langsung merebut dompet itu dan membukanya. Kerumunan langsung membentuk lingkaran secara otomatis.


"Wah, banyak banget duitnya." Rayya nyeletuk kagum. Jessika memberikan semua uangnya ke Rayya, sementara ia lebih tertarik dengan hal yang lain.


Jessika mulai meneliti kartu identitas El, semuanya tidak ada yang mencurigakan. Kemudian ia meneliti kartu perbankan milik El, ya ampun banyak banget!


Setelah puas meneliti, dompet itu kemudian berpindah tangan ke Arga. "Heh, balikin, balikin duitnya!" Arga menjitak kepala Arka yang sibuk menghitung uang.


"Ih,,, kenapa sih kak?" Arka menggerutu kesal. "Kakak ipar juga ga keberatan."


"Balikin, buruan!" Arga membentak marah.


"Cih!" Arka merengut kesal.


"Iya, iya nih." Arka memberikan semua uangnya kembali ke Arga.


Yahhhhhhhh... Mereka tanpa sadar menyeru berjamaah dalam hati.


Arga mengembalikan dompet ke El.


"Udah?" El bertanya lalu mengambil dompet yang diberikan Arga.


"Engga kak, ga jadi. Maaf ya, Arka ga sopan tadi."


"Kenapa?" El bingung. "Ga apa, ambil aja." El susah payah mengambil uang dari dompetnya tanpa mengganggu Luna yang masih bersandar.


Dia berhasil mengambil beberapa lembar dan memberikannya pada Arga. "Main aja lagi. Tapi tolong beliin air buat Luna ya. Dia mual habis naik rollercoaster tadi."


Arga melirik muka Luna yang masih tertutup tangan El. Memang terlihat sedikit pucat. "Oke."

__ADS_1


Arga kembali lalu memberikan uangnya kepada Arka. "Nih, beliin air buat kak Luna. Sisanya buat kalian."


"Yessss!!!" Mereka hampir saja berteriak berbarengan.


Arka langsung menyuruh Arsya membeli air, lalu dia pun lanjut bermain.


Percayalah, ketika kau diperintah melakukan sesuatu, perintah itu akan terus menurun, sama seperti halnya baju.


Arsya pun pasrah dan berjalan menjauh mencari tempat membeli minuman. Dia kembali beberapa saat kemudian.


"Kak, ini airnya." Arsya menghampiri Luna yang sudah tidak bersandar pada El lagi.


"Makasih Arsya." Luna mengambilnya lalu meminumnya sedikit.


"Kakak ga apa?" Arsya mulai khawatir.


"Pulang aja, ya Lun." El akhirnya mengajak Luna pulang. Luna sempat ragu sejenak kemudian mengangguk.


"Kalian udah selesai main?" Luna bertanya ke Arsya.


"Udah kok, kak. Nanti aku kasih tau kak Arga sama kak Arka."


Setelah itu mereka pamitan dengan teman-teman yang lain. "Jess, Yo, Rei, Tiara, gue balik duluan ya."


"Iya hati-hati."


Arga, Arka, Arsya serta Luna dan El pun berjalan menjauh.


Bersambung...


EPILOG


"Ay, bawain tas aku juga dong. Kayak si om," Jessika langsung menyampirkan tasnya di bahu Tyo.


"Tas aku juga, dong." Tiara memberikan tasnya ke Sandi.

__ADS_1


Giliran Reina dan Rayya menatap Reza. Reza yang ditatap langsung mundur, "jangan coba-coba, cari pacar aja lah sana!"


__ADS_2