
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan di pintu kamar El. Itu mami.
"El, makan malem yuk..." mami berteriak dari luar pintu.
El yang sebelumnya sedang berbaring malas seperti biasa langsung beranjak dari ranjangnya dan menyusul mami. Dia langsung duduk di meja makan.
"Masak apa mami hari ini?"
Mami menoleh, "ayam ba----
"ASTAGA!" mami langsung menghampiri El yang babak belur. "El, muka kamu kenapa? Kamu habis berantem?"
"........"
"El....."
"Hm..."
"El...." mami menunggu penjelasan tapi El masih ogah-ogahan menjawab. "Mami telepon papi sekarang ya.
"Mi!" El berseru tidak suka.
Kenapa sih pakai bawa-bawa papi segala!
Papi El, pemilik perusahaan tempat El bekerja. Selain perusahaan itu, ada beberapa perusahaan lain yang ia miliki. Kebanyakan pengurusan memang dilakukan kak An, tapi bukan berarti papi tidak turun tangan.
Berbeda dengan maminya El, papi El cenderung misterius dan tidak bisa ditebak. Beliau lebih tertutup dan jarang berbicara, membuat El merasa tidak yakin dengan setiap kata yang keluar dari mulutnya saat berbicara dengan papi. El sama sekali tidak bisa memperkirakannya. Apakah dia akan marah? kecewa? senang? atau apa??!
📞 Pi, El berantem.
📞 Berikan telepon nya ke El.
Ah! Kenapa mami harus bilang-bilang sih.
📞 Halo, El.
Terdengar suara tegas nan dingin dari seberang telepon.
📞 Ha-halo Pi.
📞 Kamu berantem?
__ADS_1
El langsung berpikir keras, haruskah ia menjawab jujur atau tidak.
📞 Siapa yang menang?
📞 Seri, Pi.
Yah, kenapa malah gue jawab.
📞 Kenapa berantem?
📞 .......
📞 Papi tanya lagi ya, kamu kenapa sampai bisa bertengkar?
📞 El cuma mau jemput seseorang aja, Pi.
El mencoba sesedikit mungkin mengeluarkan informasi tentang Luna. Dia tidak mau ambil resiko ditentang oleh papi.
📞 Cewek ya?
📞 Hm.
📞 Lain kali kamu harus menang ya. Sekarang kamu kasih teleponnya ke mami.
El yang masih tidak percaya menyerahkan ponselnya ke mami.
📞 Kenapa cuma sebentar?
Mami protes pada papi. Tadinya ia berharap papi akan menceramahi El panjang lebar.
📞 Mami tau siapa perempuan yang dekat sama El, kan? Nanti kirim fotonya ke papi. Kayaknya papi harus siapin satu perusahaan buat dipimpin El. Feeling papi sebentar lagi kita punya cucu baru. Sudah mi, kerjaan papi lagi tanggung, bye.
Tut.
APA? Maksud papi apa sih?
Mami mengirimkan foto Luna dan El ke papi. Setelah nya mami kembali bicara ke El.
"El, sekarang bilang ke mami kenapa muka kamu sampai kayak gitu."
"Lagi makan lah, mi." El acuh sambil menyuapkan makanan terkadang meringis kecil.
"Udah jawab sekarang, nanti kamu malah kabur dan cari-cari alasan, lagi!"
__ADS_1
"........"
"El...."
"........"
"El, satu kejujuran itu lebih baik dari sejuta kali kebohongan yang manis." Mami mulai menasihati El.
"Lagipula kebohongan itu tidak akan pernah berakhir baik apapun alasannya. Mungkin sekarang memang terlihat menyelamatkan keadaan, tapi kamu akan terus terpaksa berbohong dan berbohong lagi."
"Bohong itu dosa loh, El..." mami El mengeluarkan kata-kata yang sama persis yang sering ia gunakan untuk menyudutkan Luna.
Menyerah, akhirnya El menghela nafas panjang. "El berantem sama adiknya Luna, mi."
"Kenapa?"
"Mereka ga mau El deket sama Luna. Nyebelin banget."
Mami menahan senyumnya.
Ya, Luna memang seperti itu. Entah kenapa setelah melihatnya akan selalu timbul perasaan ingin melindunginya. Mami pun merasakan perasaan yang sama setelah melihat Luna, ingin menyayangi dan menjaganya. Terjadi begitu saja.
"Terus?"
"Ya, kesel aja mi. Padahal El kurang apa coba? Kalau keluarga lain mah pasti didukung, ini yang ada malah dikeroyok terus!"
"Kamu memang udah pernah kenalan sama keluarganya Luna?"
"Belum mi."
"Terus mereka tau darimana kalau kamu orang yang baik?"
"Ya,,, kan El ganteng." Perkataan El langsung membuat mami memutar bola mata jengah.
Bersambung...
EPILOG
Pesan masuk di ponsel mami. Dari papi.
✉️ Cantik, mi. Nanti ajak ke kantor ya pas peresmian cabang baru.
Jadi mami kurang cantik??
__ADS_1
Kirim.