Langit Untuk Luna

Langit Untuk Luna
42. Ternyata


__ADS_3

📞 Pak, tolong jemput Luna di sekolah.


El menutup telepon kemudian membuka pintu mobilnya, menemui orang yang lagi-lagi mencegat mobilnya di jalan, siapa lagi kalau bukan Arga.


Saat ini dia sedang dalam perjalanan menjemput Luna. Padahal sebentar lagi dia sampai, tapi malah harus melayani bocah ini.


"Ada apa? Ada perlu sama saya?" El berdiri tepat di hadapan Arga. Saat ini jalan sedang lengang, karena sekolah Luna memang bukan berlokasi di jalan utama, jadi tidak banyak kendaraan lalu lalang.


"Kenapa elo masih deketin kak Luna?!" Arga mengepalkan tangannya. "Kan gue udah bilang, tetaplah jadi bukan siapa-siapa!!"


"Maaf, tapi saya masih bukan siapa-siapa." El menjawab dengan tenang.


Arga melayangkan sebuah pukulan ke wajah El hingga El tersungkur.


"Kalau bukan siapa-siapa kenapa elo jemput kak Luna terus?!?!"


Ternyata Arga sengaja belum pulang dan menunggu Luna, menunggu Luna menghubunginya meminta untuk dijemput.


Dia menyesal tadi pagi tidak mengantar Luna, saat di sekolah dia malah melihat kenyataan kenapa kakaknya itu minta diantar. Melihat Luna keluar dari ruang UKS dengan kaki yang diperban membuatnya merasa bersalah. Tapi ternyata Luna malah lebih memilih dijemput sama om-om ini!


"Kenapa kak Luna lebih milih pergi sama elo dibanding ulang tahun gue kemarin, hah?!"


El tersentak mendengar teriakan Arga. Namun sedetik kemudian pukulan dari Arga kembali telak mengenai El yang belum siap.


El yang sedari tadi diam akhirnya membalas pukulan Arga karena merasa kesal. Dia tahu Luna terpaksa menemuinya kemarin karena harus pergi dari rumah, yang dia tidak sangka ternyata Luna harus keluar karena tidak boleh ikut merayakan ulang tahun adiknya sendiri. Keluarga macam apa itu?


Baku hantam pun terjadi semakin sengit, hingga warga sekitar berhamburan keluar karena mendengar kegaduhan.

__ADS_1


Beberapa pria mencoba melerai El dan Arga, tapi mereka nampak belum bosan untuk saling membalas.


Setelah mengerahkan lebih banyak orang, akhirnya Arga dan El berhasil dijauhkan.


"Berhenti! Atau saya akan panggil polisi kesini!" seorang bapak-bapak yang terlihat seperti pemimpin ikut andil menghentikan perkelahian.


Peringatan bapak berkumis itu tampaknya berhasil membuat Arga ciut. Dia langsung diam seribu bahasa.


"Maaf pak, tidak perlu." El akhirnya angkat bicara. Walau bagaimana pun, Arga adalah adik Luna, dia pasti tidak mau kalau adiknya itu kena masalah. Apalagi masalah yang berkaitan dengan aparat pemerintah.


"Saya dan adik saya cuma salah paham." El melanjutkan bicaranya. "Dia memang gampang emosi karena masih muda. Tapi saya juga salah karena meladeninya."


Kegaduhan yang tadi merebak sekarang berganti dengan bisik-bisik.


"Saya dan adik saya minta maaf karena sudah membuat keributan di sini. Kami akan segera pergi." El memberi tanda kepada Arga supaya menyudahi drama hari ini.


Arga melengos kemudian berjalan menuju motornya dan berkendara pergi. Begitupun dengan El yang kemudian dengan sopan melanjutkan meminta maaf sekali lagi dan pamit ke mobilnya.


Baru pertama kali gue sampe dipukulin gini... Kayaknya gue harus tau ada apa sebenarnya di keluarga Luna.


El mengecek ponselnya yang ia tinggalkan di jok mobil barusan. Ada pesan dan panggilan dari Luna.


📞 Halo, Luna.


📞 Halo, kak El! Kenapa bukan kakak yang jemput aku? Aku ngerepotin ya? Padahal kalau kakak sibuk kakak bisa bilang aja ke aku. Maaf ya kak...


Aku ga pernah sibuk, Luna sayang...

__ADS_1


📞 Bukan gitu, kakak tiba-tiba ada urusan. Tadinya kakak pikir bisa ketemu sama kamu, tapi kayaknya ga bisa.


Ga bisa karena ga mungkin ketemu dengan muka babak belur gini. Apalagi kalau kamu tau, ini gara-gara adik kamu. Yang ada kamu malah nangis nanti.


📞 Oh..


📞 Maaf ya Luna.


📞 Ga apa kak...


📞 Kamu langsung pulang aja, bilang ke Pak Ahmad buat anterin kamu ke rumah ya. Oke?


📞 .....


📞 Jawab Luna...


📞 Iya kak...


📞 Kakak bakal cek ke Pak Ahmad nanti.


📞 Iya kak.. Dah..


Luna menutup telepon. El mendesah panjang sebelum ia melajukan mobilnya pulang.


Bersambung..


Yang penasaran sama muka Arga...

__ADS_1


Ini dia dedek Arga yang protektif.. ❤️



__ADS_2