
Hari sudah mulai senja, grup PPL sedang asyik di kamar mereka. Apalagi kalau bukan, Mabar!!!
"Kak," Arya masuk ke dalam sambil membawa kantung plastik warna putih.
"Kenapa Arya?" Arsya meletakkan hapenya. Dia sudah K.O. dari tadi.
"Ini dari kak Luna." Arga dan Arka menoleh seketika dan meloncat mendekati Arya.
Arga mengeluarkan isi kantong ke atas meja.
"Kak Luna baik banget padahal masih marah," Arsya menatap gantungan kunci yang pasti untuknya.
Sementara Arka udah mewek-mewek.
"Ayo, kita minta maaf sekarang." Arga memimpin keluar kamar.
Tok Tok!
Arga mengetuk pintu kamar Luna. Tak lama pintu pun dibuka.
"Kenapa?" Luna melihat ketiga adiknya berkumpul di depan pintu.
Mereka kemudian masuk tanpa minta ijin.
"Kak, maafin kita ya," Arga memulai.
"Iya, kita keterlaluan." Arka menambahkan sambil menunduk.
"Kita ga akan gitu lagi, deh." Arsya mengakhiri. (Padahal tadi baru aja ngajak berantem 😂)
Luna menghela napas panjang. "Ya, udah dimaafin. Terus, jangan ikut campur urusan kakak lagi."
Arga, Arka dan Arsya berseru senang berbarengan.
"Lagipula kakak udah ga pingin punya pacar lagi..." Luna menambahkan. "Jadi kalian ga usah aneh-aneh, ya." Luna mengusap kepala adiknya satu-persatu.
Mampuslah kita kalau kakak tau tadi kita abis ngapain. Mereka membatin barengan.
***
Malamnya, El langsung melancarkan serangan pesan ke Luna.
Luna
✉️ Ya, kak.
__ADS_1
Kamu belum tidur kan?
✉️ Belum, kak.
Kamu punya adik?
✉️ Ya, kak.
Berapa?
✉️ Empat. Kenapa kak?
Kok empat ya? Perasaan tadi cuma ada tiga.
Adik kamu umurnya berapa? Namanya siapa?
✉️ Kenapa kakak nanya?
Jawab aja.
✉️ Yang pertama namanya Arga. Kelas 10.
Oh, yang tadi gebrak kaca mobil.
✉️ Yang kedua namanya Arka. Kelas 9.
✉️ Yang ketiga namanya Arsya. Kelas 7.
Yang tadi matahin spion sebelah kiri.
✉️ Yang keempat namanya Arya. Kelas 1.
Oh, yang ini masih kecil. Pantes ga ikutan tadi.
Kalau di sekolah, temen deket kamu siapa?
✉️ Kakak kenapa nanya? Kakak ketemu adik aku? Mereka ngapain?
Wah, dia terlalu peka.
Memang kenapa? Mereka nakal ya?
Pancing dikit.
✉️ Enggak kok. Mereka baik.
__ADS_1
Baiknya begitu, nakalnya gimana.
Arga tersenyum sesaat. Kemudian memikirkan pesan yang akan dia kirim selanjutnya.
✉️ Kalau kakak ketemu mereka, kasih tau aku.
Udah ketemu tuh tadi. Kasih tau ga ya.......
Kenapa kok kayaknya kamu panik gitu?
✉️ Enggak apa-apa. Pokoknya kalau kakak ketemu mereka, kakak harus kasih tau aku.
Kenapa?
Pancing terus...
✉️ Mereka suka akting yang aneh-aneh.
Akting gimana... Kayaknya mereka beneran bakal mukulin aku tadi.
Akting jadi apa? Anak geng motor?
✉️ Hah? Geng motor apa? Mereka ga punya geng.
Hooooo... Ngancem geng nya bohong-bohongan rupanya.. Beneran bocah.
Sebenarnya...
✉️ Sebenarnya apa kak? Jangan bilang kakak ketemu mereka. Mereka ngapain? Bilang apa aja?
Sebenarnya tadi kita ketemu. Dan mereka matahin kaca spion mobil aku. Dua-duanya. Mereka juga ambil foto aku dan ngancem bakal diapain sama geng mereka.
El menunggu, tapi Luna tidak membalas pesannya lagi.
***
"Dek... " Luna membuka pintu kamar Arga.
Arga, Arka dan Arsya yang lagi santai tiduran di kasur langsung menoleh.
Mereka mendapat firasat buruk.
Bersambung...
EPILOG
__ADS_1
"El, memang kamu daftar sekolah lagi?" Mami bertanya saat El makan malam hari itu.