Langit Untuk Luna

Langit Untuk Luna
21. Supermarket!


__ADS_3

Jam 10 Luna baru selesai mencuci 3 ember pakaian kotor. Tangannya serasa mau rontok.


"Mau pingsan..." Luna membaringkan badannya di peraduan, kasur tercinta. Lalu dia teringat ponselnya. Mati. Dia pun segera mencari charger dan menyalakan nya.


Loading...


10 panggilan tak terjawab. Kak El


11 pesan baru.


✉️ Lun, kok ga balas?


✉️ Lun, kamu udah tidur?


✉️ Good night. Sweet dreams...


✉️ Morning. Luna udah bangun belum?


✉️ Luna kamu belum bangun?


✉️ Lun, bangun!


✉️ Lun, angkat telepon kakak.


✉️ Luna...


✉️ Luna, kalau kamu ga angkat telepon kakak ke rumah kamu ya.


✉️ Udah otw


What?! Udah otw? Kapan nih? Setengah jam yang lalu?


📞 Halo,kak?


📞 Luna! Kenapa ga angkat telepon dari tadi?


📞 Kakak udah berangkat?


📞 Udah. Kamu di rumah kan?


📞 Maaf kak, aku lagi di luar....


Males mandi, plis jangan kesini.


📞 Bohong dosa loh....


Kok dia tau? Luna


Sok tau aja. El


Luna menjauhkan ponselnya dari telinga. Meneliti nya.


Hape gue disadap gitu? Luna


Pasti dia lagi bingung. El


📞 Iya, aku lagi keluar sebentar. *ngeles*

__ADS_1


📞 Oh, Yawda. Kakak sejam lagi nyampe. Cepetan mandi ya.


Kok dia bisa tau gue belom mandi??? Luna


Cuma nebak. El


📞 Iya, kak.


Tutup.


Dia bisa baca pikiran gue?! Dia pembaca pikiran?! Yang kayak di film-film itu?


Sementara itu di rumah El..


"Mam, aku berangkat dulu yah.." El melambai ke mami dan melenggang santai menuju mobilnya.


1 jam kemudian...


Gue udah mandi. Kenapa lama banget? Katanya sejam??


Luna duduk di meja makan dan mengambil sendok.


Ga tau gue lagi kesel apah? Mukul meja pakai sendok.


Gue tuh lagi bete, segala ngajak ketemuan? Mukul meja lagi.


Katanya manajer, tapi kok ga ada kerjaan? Mukulin meja lebih cepat.


Tok! Tok! Tok! Pintu diketuk.


Siapa sih?


"H-h-ha-hai Kak,"



Kok dia ganteng banget sih pakai baju biasa. Aaakkkkk!!!! Hati adek ga kuat...


"Ngapain kamu bawa sendok?" El memecah lamunan Luna.


"Ah!" Luna memasukkan sendok ke saku jaket. "Ahahaha.."


"Kamu lagi makan?"


"Eng.....gaaaakkkkk..."


Kok jijik sih denger gue ngomong.


"Boleh masuk?" El menunjuk ke dalam rumah.


Luna terkesiap. "gak!" Dihalanginya jalan masuk dengan kedua tangannya.


Bisa mati gue kalau Bunda tau gue bawa cowok ke rumah. Belum lagi Arga and the gank.


El tampak kecewa.


"Engga ada orang di dalam, ga boleh masuk. Ayo keluar, aku udah siap." Luna langsung lari mengambil ponsel dan kunci rumahnya.

__ADS_1


"Oh, oke. Yuk," El mengulurkan tangannya.


"Yuk," Luna meraih tangan El, tepatnya Ujung bajunya.


El tersenyum tipis.


"Tapi aku ga bisa pergi jauh-jauh, kak," Luna memelas saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.


Walaupun dia udah minta Arga kabarin kalau Bunda udah mau pulang, tapi tetap saja ada jemuran menantinya di rumah.


"Jadi kamu mau kemana?"


"Supermarket!"


"Kenapa?"


Biar bisa duduk tanpa bayar.


"Mau beli sesuatu?"


Gue cuma bawa ceban. Gue bisa beli sesuatu yang seharga itu.


"Stop! Stop! Kanan, kak, kanan!" Luna berteriak sambil menunjuk-nunjuk ke supermarket yang ada di sebelah kanan.


"Iyaaaa... Awas dulu tangannya ya dekkk,, ga keliatan ini," El menyingkirkan tangan Luna yang menghalangi pandangannya.


"Maaf..."


"Ga papa.. Yuk, turun." El sudah memarkirkan mobilnya dan mereka pun turun.


"Kakak tunggu disini." Luna menunjuk kursi yang ada di teras supermarket. "Tunggu sebentar." Luna pun masuk ke dalam supermarket.


Mau ngapain dia?


"Nih, buat kakak." Luna kembali sambil membawa 2 es krim dan memberikan salah satu ke El.


El memperhatikan es krim berlogo lima ribu itu. "Makasih."


"Buka, buka." Luna meminta El segera membuka es krimnya. "Makan dulu makan."


Kenapa sih ni anak?


"Enak ga?"


"Enak,"


Mencurigakan banget sih...


"Bagus deh kalau kakak suka. Aku mau bilang sesuatu sama kakak.."


Bersambung...


EPILOG


"Jadi totalnya 10.200..." ucap kasir supermarket saat Luna mau membayar dua es krim yang dia beli.


"Hah?"

__ADS_1


Kok 10.200?? Duit gue kurang dong!


Luna tersenyum manis, " Mas, bisa 10.000 aja?"


__ADS_2