
Pagi ini Aurellia tidak semangat sama sekali ,sejak bangun dari tidurnya dia hanya diam saja sekalipun dia tetap melakukan tugasnya .
Erland yang paham akan sifat istri nya hanya menghela napas panjang .
" Mau ikut " Aurellia menatap suaminya kini dia sedang memasang dasinya lalu menggeleng kan kepalanya .
" Senyumlah, aku tidak mungkin meninggalkan mu dalam keadaan begini " Aurellia memeluk Erland dengan erat .
Entahlah dia sendiri bingung dengan dirinya ,padahal sebelum ini dia sudah sering di tinggal Erland bahkan kadang seminggu .
Tapi mungkin karena itu mereka belum menikah ,sedangkan yang ini keduanya kalinya dia di tinggal dan itu hari masih hamil selembar ,tapi tetap beda atau karena saat itu keduanya masih dalam keadaan tidak baik-baik saja .
Entahlah Aurellia sendiri bingung dengan sikapnya saat ini !!
" Aku janji akan terus menghubungi mu " Erland balas memeluk Aurellia " Jika malas ke perusahaan tidak papa ,minta mereka untuk mengantar nya ke sini " Lanjutnya lagi .
Aurellia menatap sang suami di mana cairan bening itu menumpuk di matanya .
" Jangan lama " Erland mengaguk tersenyum lalu mencium kedua matan Aurellia lalu membungkam mulut sang istri dengan lembut .
" 2 hari " Aurellia kembali memeluk Erland menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya .
" Ayo kita ke bawah, sarapan dulu " Aurellia menghela nafas panjang lalu melepaskan tangan nya dari tubuh Erland .
" Nanti aku bawakan oleh² " Aurellia menatap Erland lalu tersenyum kecil " Aku bukan Nora anakmu By " Erland tertawa mendengar jawaban Aurellia .
" Aku merindukan anak itu " Lanjutnya mengambil tas kerja Erland .
" Pulang lah, jika merindukan nya " Aurellia menggeleng " Aku akan kembali jika itu bersamamu " jawabnya saat sudah berada di dekat Erland .
" Aku selesaikan semua pekerjaan dulu, aku akan meminta Brad untuk mengosongkan jadwal seminggu cukup bukan " Aurellia mengaguk tersenyum melingkar kan tangan nya di lengan besar sang suami .
🪵
🪵
" Selamat pagi Tuan ,Nyonya " Sapa Iin menundukkan kepalanya .
" Pagi tuan,Non " Sapa Brad berdiri dari duduknya .
" Pagi Iin , Brad " Jawab Aurellia tersenyum sedangkan Erland hanya diam saja .
" Masih ada waktu mengantar Lia " Brad menatap Erland .
" Masih tuan " Jawab Brad .
__ADS_1
" Aku pergi sama...."
" No " Ujar Erland tegas membuat Aurellia mengentikan ucapannya.
" Baiklah " Jawab Aurellia sambil meletakan sarapan Erland di depannya .
" Makasih " Aurellia mengaguk duduk di samping sang suami .
" By ,boleh tidak aku ke luar sama Iin dan Salsa " Izin Aurellia lembut .
" Sekarang " Aurellia menggeleng " Malam saja ,soalnya pagi sampai sore kan aku kerja " Jawab Aurellia.
" Pergilah saat siang hari,nanti jika ada aku baru kita pergi malam ,aku janji " Aurellia mengaguk patuh .
" Terimakasih " Ujar Aurellia tersenyum kuda.
" Ah iya ,kartu " Erland langsung menatap Aurellia " Bukannya sudah " Jawab Erland dengan wajah bingung nya .
" Masa cuma satu " Rengek Aurellia manja memanyunkan bibirnya kesal .
" Kamu tidak berniat memeras kan ku " Tanya Erland menatap sang istri .
" Hubbyyy " Rengeknya menggoda Erland .
" CK "
Mengambil kartu yang ada di dompetnya lalu meletakan di atas meja makan .
" I Love you Hubby , CUP " Ujar Aurellia mencium pipi Erland lalu mengambil black kard yang ada di atas meja .
" Menjijikkan " Aurellia hanya tertawa kecil .
Tingkah keduanya membuat Iin tersenyum kecut, ada rasa iri dan juga bahagia sekalipun Erland bersikap dingin dan keras tapi dia selalu perhatian pada Aurellia dan dia selalu mementingkan kenyamanan sang istri .
Begitu juga Aurellia seperti nya dia sudah terbiasa dengan sikap sang suami sehingga apa pun yang di lakukan pria itu ! Aurellia hanya biasa saja .
Iin menatap ke arah Brad ,entahlah apa yang ada di pikiran nya tapi itu hanya gerakan refleks saat kesadaran nya kembali dia langsung menggeleng dengan cepat.
Jangan gila Iin , pikirkan kehidupan mu dan salsa saja Ujar Iin dalam hati .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 16.21 PM
Aurellia memilih pulang lebih dulu,hari ini dia tidak terlalu bersemangat karena hanya sendirian berada di lantai itu .
__ADS_1
Bahkan sapaan dari para karyawan hanya di jawab anggukan kepala dan lambaian tangan saja membuat para karyawan bertanya² ,tapi mereka sedikit paham dengan perubahan sikap istri bos mereka itu .
Huh !!
Pengawal yang sudah menunggu Aurellia dengan sigap membukakan pintu pada sang Nyonya saat melihat wanita itu ke luar dari perusahaan dengan wajah di tekuk .
" Makasih " Gumam Aurellia lalu masuk dalam mobil .
" Apa kita langsung pulang Nyonya " Tanya sang sopir menatap Aurellia dari kaca spion .
" Aku malas pulang Pak ,suamiku tidak ada " Jawab Aurellia pelan menatap ke arah luar .
" Apa Nyonya ingin menginap di hotel " Tanya pengawal yang duduk di samping sopir .
" Kita kembali saja ke Masion " Jawab Aurellia menatap ke depan .
" Baik Nyonya " Jawab sang sopir sekalipun bingung dengan jawaban Aurellia .
Bukannya tadi dia bilang tidak ingin kembali karena tidak ada suaminya ??
Lalu kenapa sekarang dia ingin kembali, Entahlah !
Sopir menjalankan mobil meninggalkan perusahaan milik sang bos .
Di sepanjang perjalan tidak ada percakapan apa pun ,padahal biasanya Aurellia begitu cerewet .
Kepergian sang suami membawa dampak yang begitu besar bagi Aurellia .
Hingga mereka sudah sampai di Masion Aurellia tetap menutup mulutnya hanya ucapan ' Terimakasih ' yang ke luar dari mulut wanita itu untuk pengawal dan juga sang sopir .
Kepala pelayan dan pelayan di buat bingung dan khawatir dengan perubahan sikap Aurellia .
Hingga membuat kepala pelayan menatap pengawal yang bersama sang Nyonya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟