
" Kalian sudah datang " Dengan sigap Erland langsung membantu Eyang Radit .
" Padahal Eyang bisa berbaring saja " Ucap Erland lembut .
" Badan Eyang sakit " Jawabnya pelan .
" Eyang " Aurellia duduk di samping Eyang Radit .
" Sudah besar " Gumamnya menatap perut Aurellia.
" Sudah 8 bulan " Eyang Radit mengaguk tersenyum .
" Duduklah " Kini pandangan nya ke arah Iin yang masih berdiri di samping Brad .
" Berapa bulan ? " Tanya nya menatap Iin .
" 4 Bulan tuan besar " Jawab Iin menunduk .
" Jaga kesehatan kalian ,jangan melakukan aktivitas apa pun " Ujar Eyang Radit.
" Eyang juga harus menjaga kesehatan biar nanti bisa bermain dengan anak kami " Jawab Aurellia .
" Eyang tidak sekuat dulu Nak " Jawab Eyang Radit tersenyum.
" Eyang harus kuat , jadi nanti jika mas Erland kembali ke London , Eyang harus menggantikannya mengurus Baby " Eyang Radit mengulum senyum lalu menatap Erland yang berdiri di belakang Aurellia.
" Sudah ke belakang " Erland menggeleng " Nanti sore " Jawab Erland lembut .
" Di mana putri mu ? " Tanya lembut .
" Bersama Abi Tuan besar " Jawab Brad .
🪵
🪵
🪵
Hampir satu jam berada di kamar Eyang Radit, kini Erland dan Aurellia sudah berada di kamar mereka .
" istirahat dulu, nanti sore kita belakang menyapa Eyang dan twins " Aurellia mengaguk membaringkan tubuhnya di bantu sang suami .
" Jangan ,Hubby juga istirahat " Aurellia mencegah tangan sang suami yang sudah berada di kakinya , kebiasaan pria itu sebelum tidur dia akan memijat kaki nya sekalipun Aurellia sudah melarang nya .
" Hubby " Erland hanya mengaguk tersenyum tangannya sudah mulai bergerak memijat kaki sang istri .
"Daddy mu sangat keras kepala " Aduh nya sambil mengelus perutnya .
__ADS_1
" Jangan pula nanti minta tolong sama penjaga untuk membeli bunga " Ucap Aurellia.
" Bunga selalu ada sekalipun Eyang sudah lama meninggal kan kita ! Tapi tiap pagi Eyang dan yang lainnya akan ke rumah kaca " Jawab Erland lembut .
" Serius" Erland mengaguk " Aku kira tidak lagi " Gumamnya yang masih bisa di dengar suaminya ..
" Sudah istirahat lah " Aurellia mengaguk lalu mencari posisi yang menurutnya aman, semua keperluan wanita itu sudah lengkap sehingga mereka hanya membawa diri tanpa barang apa pun .
Bahkan barang Baby yang sudah di siapkan Aurellia sebelumnya terpaksa di tinggal karena ancaman suaminya .
Di kamar lain nya Iin tengah di temani Isna dan Brad,sedangkan Salsa entahlah keberadaan nya sudah tidak di ketahui .
" Sampai lahiran kan di sini " Brad mengaguk sebagai jawabannya .
" Lalu bagaimana dengan kakak mu " Tanya Isna lembut.
" Setelah Iin melahirkan kami akan kembali ke sana Bu " Isna langsung menatap putra nya dengan lekat .
" Langsung membawa mereka " Brad mengaguk " Mungkin saat usia nya satu bulan " Jawab Brad .
" Kenapa cepat sekali, Lagian anakmu masih kecil Brad ! apa tidak bisa di sini saja dulu " Protes Isna cepat .
" Iin tidak mungkin terus berada di sini Bu, Salsa juga sekolah " Jawab Brad .
" Biar kami yang antar mereka " Brad menggeleng " Lalu aku harus sendirian di sana " Jawab Brad .
" Selama ini juga kamu sendirian tapi masih bernapas sampai sekarang " Ujar Isna .
" Tidak ada yang beda semuanya sama " Jawab Isna cepat .
" jika ibu kesepian minta Abi untuk menikah " Lidah Isna berdecak kesal .
" Mulut ibu sudah Epx meminta nya mencari wanita " Ujar Isna sendu namun juga kesal .
" Mungkin belum dapat saja Bu " Jawab Brad .
" Sudah lah, berbicara dengan kalian membuat Ibu darah tinggi " Brad mengulum senyum nya tipis .
" Ah iya Cucu ku mana ? " Isna menatap sekeliling nya tapi memang tidak melihat Salsa .
" Hilang ,nanti juga ketemu " Bukan hanya Isna yang menatap Brad namun sang istri juga.
Mereka baru sampai bahkan baru menginjakan kaki di negara ini tapi anaknya sudah hilang .
Apa suaminya ini waras ? Kenapa sikapnya sesantai itu ,Pikir Iin tak percaya .
" Kakak "
__ADS_1
" Dia tidak akan mati yang ada dia akan kesenangan jadi biarkan dia bersenang-senang tanpa terusik " Ujar Brad lembut .
" Tapi Salsa tidak hilang kan " Brad mengaguk " dia hanya menghilang di masion ini " Iin menghela nafas panjang.
" Jangan membuat istri mu kepikiran dia sedang hamil " Tegur Isna serius .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore harinya semua kembali berkumpul , Erland dan Aurellia sudah kembali dari rumah kaca .
" Aku tidak melihat Kakak ipar " Tanya Erland tanpa maksud apa pun .
" Kenapa ? Kamu merindukan nya "Erland menatap tajam ke arah Eric .
" Aku hanya bertanya , bukan merindukan nya sialan " Umpat Erland kesal .
" Mulutmu semakin manis setelah menetap di sana " Cibir Eric.
" Mulut ku akan semakin manis jika kamu menjaga ucapan " Jawab Erland ketus .
" Kakak " Tegur Adara .
" Mom ,aku akan memiliki anak " Ujar Erland tidak terima .
" Tapi dia kakak mu ,Panggil Mas " Erland melototkan matanya tajam .
" Cepat panggil aku mas " Desak Eric menahan senyumnya .
" Aku akan memanggil mu mas ,jika sudah menikah nantinya " Kini giliran Eric yang kesal .
" Mulutmu semakin manis melebihi gula " Jawab Eric ketus .
" Kalian " Erland menatap pada pria bujang " kalian normal kan " Satu persatu menatap Erland tajam .
" Jangan besar kepala , Jika bukan Aurellia mungkin sekarang kamu masih seperti dulu " Cibir Daffi .
" Maka dari itu cari perempuan seperti istri ku " jawabnya bangga .
" CK " Erland hanya tersenyum kuda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like.
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟