London Love Story

London Love Story
mulut exp


__ADS_3

" Kalian sudah datang " Dengan sigap Erland langsung membantu Eyang Radit .


" Padahal Eyang bisa berbaring saja " Ucap Erland lembut .


" Badan Eyang sakit " Jawabnya pelan .


" Eyang " Aurellia duduk di samping Eyang Radit .


" Sudah besar " Gumamnya menatap perut Aurellia.


" Sudah 8 bulan " Eyang Radit mengaguk tersenyum .


" Duduklah " Kini pandangan nya ke arah Iin yang masih berdiri di samping Brad .


" Berapa bulan ? " Tanya nya menatap Iin .


" 4 Bulan tuan besar " Jawab Iin menunduk .


" Jaga kesehatan kalian ,jangan melakukan aktivitas apa pun " Ujar Eyang Radit.


" Eyang juga harus menjaga kesehatan biar nanti bisa bermain dengan anak kami " Jawab Aurellia .


" Eyang tidak sekuat dulu Nak " Jawab Eyang Radit tersenyum.


" Eyang harus kuat , jadi nanti jika mas Erland kembali ke London , Eyang harus menggantikannya mengurus Baby " Eyang Radit mengulum senyum lalu menatap Erland yang berdiri di belakang Aurellia.


" Sudah ke belakang " Erland menggeleng " Nanti sore " Jawab Erland lembut .


" Di mana putri mu ? " Tanya lembut .


" Bersama Abi Tuan besar " Jawab Brad .


🪵


🪵


🪵


Hampir satu jam berada di kamar Eyang Radit, kini Erland dan Aurellia sudah berada di kamar mereka .


" istirahat dulu, nanti sore kita belakang menyapa Eyang dan twins " Aurellia mengaguk membaringkan tubuhnya di bantu sang suami .


" Jangan ,Hubby juga istirahat " Aurellia mencegah tangan sang suami yang sudah berada di kakinya , kebiasaan pria itu sebelum tidur dia akan memijat kaki nya sekalipun Aurellia sudah melarang nya .


" Hubby " Erland hanya mengaguk tersenyum tangannya sudah mulai bergerak memijat kaki sang istri .


"Daddy mu sangat keras kepala " Aduh nya sambil mengelus perutnya .

__ADS_1


" Jangan pula nanti minta tolong sama penjaga untuk membeli bunga " Ucap Aurellia.


" Bunga selalu ada sekalipun Eyang sudah lama meninggal kan kita ! Tapi tiap pagi Eyang dan yang lainnya akan ke rumah kaca " Jawab Erland lembut .


" Serius" Erland mengaguk " Aku kira tidak lagi " Gumamnya yang masih bisa di dengar suaminya ..


" Sudah istirahat lah " Aurellia mengaguk lalu mencari posisi yang menurutnya aman, semua keperluan wanita itu sudah lengkap sehingga mereka hanya membawa diri tanpa barang apa pun .


Bahkan barang Baby yang sudah di siapkan Aurellia sebelumnya terpaksa di tinggal karena ancaman suaminya .


Di kamar lain nya Iin tengah di temani Isna dan Brad,sedangkan Salsa entahlah keberadaan nya sudah tidak di ketahui .


" Sampai lahiran kan di sini " Brad mengaguk sebagai jawabannya .


" Lalu bagaimana dengan kakak mu " Tanya Isna lembut.


" Setelah Iin melahirkan kami akan kembali ke sana Bu " Isna langsung menatap putra nya dengan lekat .


" Langsung membawa mereka " Brad mengaguk " Mungkin saat usia nya satu bulan " Jawab Brad .


" Kenapa cepat sekali, Lagian anakmu masih kecil Brad ! apa tidak bisa di sini saja dulu " Protes Isna cepat .


" Iin tidak mungkin terus berada di sini Bu, Salsa juga sekolah " Jawab Brad .


" Biar kami yang antar mereka " Brad menggeleng " Lalu aku harus sendirian di sana " Jawab Brad .


" Selama ini juga kamu sendirian tapi masih bernapas sampai sekarang " Ujar Isna .


" Tidak ada yang beda semuanya sama " Jawab Isna cepat .


" jika ibu kesepian minta Abi untuk menikah " Lidah Isna berdecak kesal .


" Mulut ibu sudah Epx meminta nya mencari wanita " Ujar Isna sendu namun juga kesal .


" Mungkin belum dapat saja Bu " Jawab Brad .


" Sudah lah, berbicara dengan kalian membuat Ibu darah tinggi " Brad mengulum senyum nya tipis .


" Ah iya Cucu ku mana ? " Isna menatap sekeliling nya tapi memang tidak melihat Salsa .


" Hilang ,nanti juga ketemu " Bukan hanya Isna yang menatap Brad namun sang istri juga.


Mereka baru sampai bahkan baru menginjakan kaki di negara ini tapi anaknya sudah hilang .


Apa suaminya ini waras ? Kenapa sikapnya sesantai itu ,Pikir Iin tak percaya .


" Kakak "

__ADS_1


" Dia tidak akan mati yang ada dia akan kesenangan jadi biarkan dia bersenang-senang tanpa terusik " Ujar Brad lembut .


" Tapi Salsa tidak hilang kan " Brad mengaguk " dia hanya menghilang di masion ini " Iin menghela nafas panjang.


" Jangan membuat istri mu kepikiran dia sedang hamil " Tegur Isna serius .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore harinya semua kembali berkumpul , Erland dan Aurellia sudah kembali dari rumah kaca .


" Aku tidak melihat Kakak ipar " Tanya Erland tanpa maksud apa pun .


" Kenapa ? Kamu merindukan nya "Erland menatap tajam ke arah Eric .


" Aku hanya bertanya , bukan merindukan nya sialan " Umpat Erland kesal .


" Mulutmu semakin manis setelah menetap di sana " Cibir Eric.


" Mulut ku akan semakin manis jika kamu menjaga ucapan " Jawab Erland ketus .


" Kakak " Tegur Adara .


" Mom ,aku akan memiliki anak " Ujar Erland tidak terima .


" Tapi dia kakak mu ,Panggil Mas " Erland melototkan matanya tajam .


" Cepat panggil aku mas " Desak Eric menahan senyumnya .


" Aku akan memanggil mu mas ,jika sudah menikah nantinya " Kini giliran Eric yang kesal .


" Mulutmu semakin manis melebihi gula " Jawab Eric ketus .


" Kalian " Erland menatap pada pria bujang " kalian normal kan " Satu persatu menatap Erland tajam .


" Jangan besar kepala , Jika bukan Aurellia mungkin sekarang kamu masih seperti dulu " Cibir Daffi .


" Maka dari itu cari perempuan seperti istri ku " jawabnya bangga .


" CK " Erland hanya tersenyum kuda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like.


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2