London Love Story

London Love Story
Ngidam


__ADS_3

menghabiskan waktu di perusahaan membuat Aurellia Sedikit bosan karena tidak ada hal yang bisa dia lakukan selain hanya duduk,makan dan istirahat .


Erland benar² memenuhi janjinya untuk menjaga Aurellia tapi itu justru membuat ibu hamil itu bosan, namun Aurellia tidak memiliki keberanian untuk memberontak karena dia sendiri masih takut .


Kini mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki pekarangan rumah besar itu .


Di mana dari dalam mobil Aurellia melihat Salsa yang sedang bermain tanpa di temani ibu nya ,mungkin wanita itu sibuk dengan pekerjaan nya mengingat ini sudah sore dia akan kembali melayani Brad .


" Pelan² Darl "Ujar Erland melindungi kepala sang istri .


" Iya By " Jawab Aurellia menggegam tangan suaminya .


" Selamat sore tuan ,nyonya " Sapa kepala pelayan.


" Sore Pak " jawab Aurellia tersenyum .


" Pak ,bahan rajutan nya sudah ada " Lanjutnya berhenti sejenak.


" Sudah Nyonya " Jawab Kepala pelayan .


" Makasih Pak " Jawab Aurellia lalu melanjutkan langkahnya .


" Kau yang mengusulkan nya " Tanya Brad saat Erland dan Aurellia sudah menjauh .


" Maaf tuan , kemarin nyonya mengeluh bosan jadi saya memberikan saran untuk merajut " Ujar kepala pelayan .


"Lakukan itu saat dia sudah makan atau istirahat , seperti sebelumnya pagi hari kamu menemani nya karena Iin akan menyelesaikan tugasnya ,dan siang setelah makan minta dia untuk istirahat " Ujar Brad tegas .


" Baik tuan " Jawab Kepala pelayan .


Brad kembali melanjutkan langkahnya ke lantai dua untuk membersihkan tubuhnya dengan air hangat karena hanya itu cara menghilangkan rasa penat dan lelahnya .


Ceklek


Brad menatap sekeliling kamarnya berjalan masuk ke dalam .


Bugh


Brad menjatuhkan tubuhnya di atas sofa mengendorkan dasi nya yang sejak tadi menempel di lehernya .


" Tuan " Brad menatap ke arah sumber suara di mana Iin baru ke luar dari kamar mandi " Airnya sudah siap " Brad berdiri dari tempat duduknya sambil membuka pakaian yang masih melekat di tubuhnya.


Dengan cepat Iin langsung menggeser tubuhnya dan memutar badannya .


" Apa dulu mantan suami mu tidak pernah membuka baju di depan mu ,aku rasa itu sangat mustahil " Ujar Brad lalu masuk dalam kamar mandi meninggalkan Iin yang masih berdiam diri di tempatnya .


Huh !!


Iin menarik napas dalam-dalam lalu di hembuskan dengan pelan .

__ADS_1


" Apa tuan Brad tidak malu membuka pakaian di depan orang lain " Gumam Iin menggeleng .


Iin mengambil pakaian kerja yang tadi Brad lempar dengan asal lalu di masukan dalam keranjang kotor .


" Baru juga nyuci tapi sudah ada lagi " Gumam Iin pelan .


Sebelum masuk dalam ruangan ganti,Iin lebih dulu menutup gorden kamar Brad karena hari sudah mulai gelap .


Iin menatap kemari milik pria itu dengan perlahan dia mulai mengambil satu persatu pakaian Brad .


dari yang paling dalam hingga bagian luar lalu di letakan di atas meja yang ada di ruangan itu .


Namun saat akan ke luar dia melihat pakaian Brad yang belum tersusun yang habis di gosok .


Mau tidak mau dia harus mengatur pakaian pria itu dulu sebelum pemilik nya mengamuk .


Beberapa menit kemudian Brad masuk dalam ruangan ganti ,dia sendiri belum sadar jika di dalam itu masih ada Iin.


Brad membuka handuk yang melilit di pinggang nya hingga kini dia polos .


Iin yang baru saja selesai langsung membalikan badannya tapi detik kemudian dia berteriak histeris .


" Aaakkkkhhhhh " Brad yang kaget langsung menatap ke sumber suara,segera mengambil handuknya yang ada di sofa lalu di pakai kembali .


" Kenapa kamu masih di sini " Ujar Brad sedikit meninggikan suaranya .


" Ma-af tuan ,tadi ...saya ..lagi atur pakaian " Jawab Iin terbata dengan mata tertutup .


Iin mulai melangkahkan kakinya dengan mata tertutup sambil meraba-raba bagian depan dan samping takut menabrak benda yang ada di ruangan itu ,namun kenyataannya beda hingga dia menabrak sesuatu .


" Aakkhhh "


Bugh


Mata Iin langsung terbuka dengan lebar saat merasakan ada benda kenyal yang menyentuh bibirnya ,begitu juga sebaliknya Brad menatap Iin yang kini berada di depannya .


( Puasa ,sampai di sini saja ya 🤭🤭✌️✌️✌️🙏🏻🙏🏻🙏🏻)


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Hubby " Erland menatap istri nya yang kini sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya .


" Pengen bebek bakar " Lanjutnya menatap Erland yang juga menatap nya .


" Ngidam " Aurellia menaikan kedua bahunya " Pengen saja , seperti nya enak " Jawab Aurellia tersenyum kuda .


"Mau makan di luar " Aurellia terdiam sejenak lalu menggeleng " Di sini saja ,tapi bebeknya di bakar di luar seperti nya enak makan di luar " Jawabnya tersenyum kuda .


" Hanya itu " Aurellia kembali terdiam " Makan lesehan bolehkan " Erland mengagukan kepalanya setuju " Tunggu aku mikir dulu " Erland tertawa kecil mendekati istri nya .

__ADS_1


" Kenapa jadi menggemaskan sih " Ujar Erland menarik pelan hidung Aurellia lalu mencium pipi sang istri.


" minta kepala pelayan ke sini By, biar aku jelaskan " Erland menekan tombol yang ada di kamarnya .


" Ke kamar sekarang " Titah Erland lalu kembali duduk di samping sang istri.


" Memang mau makan apa " Tanya Erland mengelus perut sang istri .


" Banyak " Jawabnya tersenyum kuda.


Tok ...tok ....


" Masuk "


Ceklek


" Sini pak " Ujar Aurellia .


" Permisi Tuan , Nyonya " Ujar kepala pelayan lalu masuk ke dalam kamar .


" Bisa minta tolong tidak " Ujar Aurellia lembut .


" Bisa Nyonya " Jawab kepala pelayan lembut .


" Saya ingin makan bebek bakar tapi bakar di belakang saja atau di depan juga tidak papa , lalapannya kangkung sama bayam di rebus biasa saja , nanti pakai bumbu kacang ya , kalau ada cumi nanti bakar sama cumi terus apa lagi ya " Aurellia berpikir sejenak sedangkan Erland dan kepala pelayan masih menunggu dengan sabar " Nanti pakai daun pisang ya pak pakai nasi liwet seperti nya enak " Aurellia kembali berpikir " Tahu ,tempe ,terong , mentimun ,kol nya di goreng terus apa lagi ya , ah iya lupa sambal terasi seperti biasanya ya pak" Ujar Aurellia tersenyum.


" Cukup " Tanya Erland memastikan .


" Cukup " Jawab Aurellia cepat .


" Nanti makan sama² ya pak " Lanjutnya lagi


" Iya Nyonya ,Kalau begitu saya permisi Tuan , Nyonya " Ujar kepala pelayan .


" Minta pelayan antar buah ke sini " Pintah Erland.


" Baik tuan ,permisi " Pamit kepala pelayan meninggalkan kedua suami istri itu .


" pasti kepala pelayan bingung ya By " Ujar Aurellia menatap suaminya .


"Tidak perlu memikirkan itu " Ujar Erland lembut tangannya terus mengusap perut Aurellia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2