
**Annyeong Yeorobun, maaf baru up. ๐๐ป๐๐๐๐
jika ada TYPO harap maklum karena itu adalah bakat terpendamku๐๐๐
HAPPY READING
**>>>>>>>>>>>>>>
Author POV
Matahari mulai menampakan dirinya, burung-burung saling bersahutan menyambut pagi hari yg cerah ini.
Shaen pun bangun dari tidurnya, dia bergegas menuju kamar mandi untuk melakukan ritual pagi harinya, hari ini adalah hari jum'at, hari terakhir sekolah diminggu ini.
Shaen bangun dari tidurnya, dia ingat akan janjinya, bahwa dia akan meminta maaf pada orang yang dia tabrak malam itu, di London.
***********************
Hari ini Shaen berangkat sekolah mengendarai motor kesayangannya, karena dia lelah harus pulang dan pergi jalan kaki meskipun tidak terlalu jauh, tapi dia belum terbiasa dengan itu semua.
Motor yg dilajukan Shaen mulai memasuki lingkungan sekolah, semua siswa yg berada disana matanya tertuju pada seseorang yg mengendarai motor sport hitam, helm full face hitam, celana levis hitam panjang tetapi atasan yg ia pakai adalah seragam sekolah yg sama dengan mereka , Ya benar itu adalah Shaen, dia mengganti rok seragamnya dengan memakai celana levis hitam dengan sedikit sobekan pada bagian lutut.
Shaen pun memarkirkan motornya , saat shaen membuka helm semua mata tertuju padanya, seketika mereka membulatkan matanya.
__ADS_1
Shaen yg merasa risih karena dipandangi, dengan wajah dinginnya dia melewati saja semua pandangan mata itu, hingga terasa ada seseorang yg meraih tangannya.
"Hai, kau murid pindahan itu kan, wahh motormu bagus aku belum pernah melihatnya sama sekali." Ujar salah satu lelaki
'Ya iya lah ini kan motor khusus untukku, tak ada yg memilikinya didunia ini kecuali aku' Gumam shaen dalam hatinya.
Dari kejauhan Woo Hyun melihat Shaen yg sedang dihadang oleh siswa-siswa lain, Woo Hyun pun menghampirinya .
"Shaen dari mana saja kamu, aku mencarimu" Ujar Woo Hyun sembari menarik tangan.
Shaen dan menjauh dari sana, sebelum ke kelasnya,Shaen mengganti celananya terlebih dahulu di toilet dan menggantinya dengan rok seragamnya.
Saat didepan kelas Woo Hyun belum melepaskan pegangan tangannya pada Shaen hingga memasuki kelas, sontak saja para siswa siswi yg melihatnya hanya melongo tak percaya dengan apa yg dilihatnya , ada tatapan sinis, tatapan penuh tanya.
"Oh iya, maafkan ku" Sambil melepaskan pegangan nya.
Shaen dan Woo Hyun pun duduk dibangku masing-masing.
"Shaen, apa yg kalian lakukan tadi, mengapa kau bisa berpegangan tangan dengan ketua kelas, si dingin itu" Tanya Ae Ri yg menghampiri Shaen.
"tadi aku dihadang oleh kakak kelas sepertinya, dan Woo Hyun menolong ku, tidak lebih kok itu saja"
"Oh begitu, kirain aku kalian sudah berpacaran"
__ADS_1
"Apa yg kau katakan ada-ada saja"
"Baguslah, jangan pernah berpacaran dengannya atau dengan siapapun karena aku cemburu lisya" Ujar Devian yg berada dibelakang Shaen. Kata-kata nya membuat semua murid menoleh pada mereka .
"Diam, dan tutup mulutmu, jangan panggil aku dengan sebutan yg menjijikan itu. Aku Shaen bukan lisya"
"Oh, ayolah lisya, hentikan sandiwaramu ini , aku lelah mengikuti sandiwaramu, biarlah mereka tau siapa dirimu, bahwa kau adalah putri dari--" Belum selesai Devian melanjutkan ucapannya , mulutnya sudah ditutup oleh tangan Shaen .
Shaen pun menarik tangan Devian, menjauh dari kelas. Shaen membawa Devian ke atap sekolah tanpa sepengetahuan mereka Woo Hyun mengikuti mereka, dan mendengarkan semua percakapannya dibalik pintu atap.
"Ku peringatkan kau sekali lagi Devian jangan mengganggu hidupku, kau adalah masa lalumu, dan sekarang masa depan ku, jangan pernah ikut campur, aku melakukan ini hanya untuk mendapatkan teman yg sesungguhnya, aku lelah dimanfaatkan mereka, apa kau tau saat sekolah menengah pertama, mereka hanya memanfaatkan kekayaan dan koneksiku saja, jika mereka tak butuh mereka akan membuangku, membully ku, membekas hingga sekarang Devian, sakit yg ku rasakan dulu tak akan pernah aku lupakan, camkan itu".
"Lisya, tapi tak seharusnya kau melakukan hingga sejauh ini, kau tak harus bekerja, tak harus melakukan itu, aku tau ini adalah pekerjaan pertama kalinya bagimu , aku tau kakimu sakit kan? Lihat kakimu lebam lisya" .
"Aku tau Devian tapi aku tak peduli, aku hanya ingin hidup mandiri, memulai hidupku dari Nol lagi, aku tidak ingin hanya menikmati harta kedua orang tuaku, aku ingin merasakan susahnya mereka mencari uang untuk menghidupi ku . Jadi jangan pernah ikut campur titik".
"Kau egois sekali lisya, kau tak membiarkanku memperbaiki kesalahanku 3 tahun lalu, aku tau aku salah, tapi apakah kau tak bisa memaafkanku , melupakannya, dan kita mulai dari awal lagi hubungan kita" Shaen mendengar itu langsung menoleh dan memandang sinis Devian.
"hahaha kau bercanda tuan earth, sampai kapanpun aku tak mau balikan denganmu, aku memaafkanmu , tapi untuk melupakan itu sulit Devian, itu sulit sekali, kau adalah cinta pertama ku, dan kesan yg kau tinggalkan begitu sakit untukku Devian, hikss. ....aku sakit sekali Devian hiks......hiks...." Shaen menundukan kepalanya dan menangis, mengingat kejadian itu.
Kejadian apa????? ........
Mohon kesetiaan nya yaa readers, terimakasih untuk yg sudah membaca first novel aku, maaf kalau banyak kekurangan juga. tolong kasih saran yaa biar kedepannya makin baik lagi. Terimakasih๐๐๐๐
__ADS_1