
Pagi harinya ruangan Aurellia sudah ramai di mana ada Rosna,Adara , Rehan dan Raymond yang menyempatkan diri menjenguk menantunya sebelum ke perusahaan.
" Gimana sudah baikan " Tanya Raymond lembut.
" Iya Dad " Jawab Aurellia tersenyum.
Cup
Raymond mencium kening Aurellia dengan lembut lalu menatap wanita itu .
" Daddy yakin kamu wanita yang kuat, itu kenapa tuhan memberikan ujian itu padamu ! Daddy tidak meminta apa pun hanya satu pertahan kan hubungan kalian sekalipun sudah tidak bersama mereka " Raymond menggegam tangan Aurellia " Daddy minta maaf atas semua hal yang di lakukan Erland padamu ,bukan hal muda untuk kamu atau Erland menerima semua nya begitu juga kami tapi kita tidak mungkin hanya berdiam pada posisi yang sama di saat masih ada jalan yang lainnya , Bertahanlah sedikit saja jika kamu sudah lelah Daddy yang akan membawa mu kembali ke rumah orang tuamu sekalipun Erland menantang itu " Ujar Raymond lembut.
" Hanya kalian berdua yang bisa menyembuhkan luka itu ,kami hanya bisa memberikan nasehat dan menonton " Lanjutnya lagi .
Adara mengelus pundak Aurellia dengan lembut .
" Kini mereka sudah bersama Eyang dan dia tidak kesepian lagi karena kehadiran mereka jadi jangan terus terpuruk itu akan membuat Eyang sedih juga ,Mommy tidak melarang mu untuk tidak mengiat mereka tapi kenanglah mereka dengan senyuman bukan air mata agar mereka jug bahagia melihat kalian bisa hidup dengan baik " Ujar Adara lembut, Aurellia hanya mengaguk sambil menunduk .
" Daddy ke perusahaan dulu kamu akan di temani mommy dan ibu mu karena ayah mu harus ikut bersama Daddy " Aurellia hanya mengangguk .
" Daddy berharap banyak padamu, bukan Daddy membela Erland karena dia anak Daddy ,bukan !! Karena kamu juga anak Daddy " Raymond menjeda ucapannya " Erland sudah memilih mengalah pada Abangnya ,lalu sekarang dia harus kehilangan anaknya ,jika kamu memilih meninggalkan dia juga apa kamu yakin dia akan baik-baik saja ,Daddy kira kamu bisa menebak karena kamu hidup dengan nya sudah lama begitu juga kamu ,jadi pikirkan dengan baik Daddy kerja dulu " Ujar Raymond lalu menatap Adara yang hanya mengaguk .
" Ayo Han " Rehan langsung berdiri dari kursinya meninggalkan ruangan itu dan menyisakan para wanita Sedangkan Erland kembali ke masion untuk membersihkan tubuhnya .
🪵
🪵
🪵
" Papa " Erland menghentikan langkahnya saat mendengar Nora memanggil nya " Papa mau ke mana " Tanya dengan polos .
" Ke luar sebentar ,kenapa Hm " Tanya Erland mensejajarkan tubuhnya dengan Nora .
" Mau ketemu Mama " Erland mengaguk sebagai jawabannya " Nora mau ikut " Jawabnya cepat .
" Nora di rumah....."
" Tidak mau ,Nora mau sama Mama " Pekik Nora kencang karena sejak semalam gadis kecil itu merengek ingin bersama Aurellia .
" Tapi sayang ...." Belum juga Erland menyelesaikan ucapan nya Nora sudah ke luar lebih dulu tanpa mempedulikan Erland .
__ADS_1
" Biarkan saja Boy, sejak semalam dia ingin bertemu dengan Mama nya " Erland menatap peserta yang ada di ruangan itu .
" Tapi takut nya Aurellia tidak nyaman Opa " Jawab Erland .
" Coba dulu " Timpal Alan " Di sana juga ada Mommy nya bukan " Lanjut nya lagi .
Erland menghela nafas panjang lalu berpamitan pada keluarganya .
" Dia lebih menyayangi kalian di banding aku " Erland hanya tersenyum mendengar ucapan Nova lalu meninggalkan mereka menyusul Nora yang mungkin sudah berada di dalam mobil .
" Maaf tuan ,nona muda...."
" Tidak papa " Jawab Erland memotong ucapan penjaga lalu masuk dalam mobil di mana Nora sudah duduk di kursi depan samping kemudi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ceklek
" Mama " Adara dan Rosna langsung menatap ke sumber suara dengan wajah panik nya karena Aurellia baru saja tertidur karena mungkin pengaruh obat .
merasa terusik perlahan Aurellia membuka matanya dengan perlahan mengumpulkan nyawa tapi detik kemudian matanya terbuka lebar .
Bugh
" Sayang " pekik peserta yang ada di ruangan itu menghampiri Nora yang jatuh sambil memeluk bunga yang akan di berikan pada Aurellia sedangkan Aurellia hanya bisa menatap dari tempat tidur .
" Nora baik² saja Mom " Ujar Nora lalu berdiri di bantu Erland .
" Bunga nya lebih besar dari tubuh mu dek " Nora hanya tersenyum memperlihatkan gigi putihnya .
" Papa gendong Nora " Erland menurut menggendong Nora membawa gadis kecil itu ke arah Aurellia .
" Sakit " Nora menggeleng lalu memberikan bunga yang sudah tidak berbentuk lagi pada Aurellia " Untuk Mama " Aurellia menerima bunga itu lalu meletakan di atas meja di samping nya " Terimakasih " Jawabnya dengan tulus .
" Papa turunkan Nora " Erland menurun kan tubuh Nora di samping Aurellia hingga wanita itu harus menggeser tubuhnya .
" Ayo Mba kita ke luar " Ajak Rosna pada Adara .
" Ya lebih baik begitu, apa kita perlu cuci mata " Canda Adara membuat Rosna tertawa .
" Ide yang bagus " Jawab Rosna lalu keduanya ke luar dari ruangan Aurellia .
__ADS_1
" Kenapa Mama di rumah sakit ,apa Mama sakit seperti Nora " Nora memegang dada Aurellia " Ini sakit " Aurellia mengaguk sebagai jawabannya " Apa karena Baby ' Aurellia kembali mengaguk , Erland menggegam tangan Aurellia duduk di kursi samping tempat tidur sambil menjaga Nora agar tidak jatuh .
" Jangan nakal ya, Kaka Nora akan marah " Ucap Nora dengan galak ,kedua tangan nya di letakan di kedua pinggang nya membuat Erland menarik sudut bibirnya bersembunyi di belakang Nora begitu juga Aurellia .
" Baby nya sudah sama Eyang sayang " Ujar Aurellia lembut mengelus pipi Nora .
" Darl " Tegur Erland menggeleng agar Aurellia tidak melanjutkan ucapannya.
" Eyang Ellena " Aurellia menggaguk, Nora menatap lekat wajar Aurellia tapi detik kemudian dia membaringkan tubuhnya memeluk Aurellia .
Erland hanya tersenyum melihat tingkah Nora tangannya terus menggegam tangan Aurellia .
" Istirahat lah ,aku akan menemani kalian " Ujar Erland dengan lembut ,menarik ke atas selimut Aurellia hingga menutupi tubuh Nora .
" Apa dia juga akan tidur " Erland menggeleng tidak tahu .
" Tuan sudah sarapan " Erland mengaguk " Tidurlah " Ujarnya , Aurellia merubah posisinya menghadap Nora .
" Tidur " Nora mengaguk " Iya Ma " Jawab Nora .
" Koh bersuara " Tanya Aurellia tersenyum .
" Bukan Nora Ma " Jawabnya lagi membuat Aurellia dan Erland tertawa kecil .
" Tidurlah " Aurellia menatap Erland menggeleng " saya ingin bicara " Erland menatap Nora lalu menggaguk .
" Tentang apa " Tanya Erland .
" Tentang saya dan tuan " Jawab Aurellia .
" Bicaralah " Ujar Erland menatap lekat wajah Aurellia
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟