
Brad sudah duga jika ayah nya akan kembali menelpon nya ,tapi dia membiarkan ponselnya bergetar karena saat ini mereka sedang membahas pekerjaan dengan Erland .
Sejam berlalu akhirnya pembahasan itu berkahir ,Brad merogoh ponselnya dalam saku celananya .
Lalu menelpon balik ayah nya tidak lupa dia mengaktifkan pengeras suara nya agar pria itu tidak bisa memaki nya karena ada Erland.
" Hallo ..."
" Ada tuan Erland " Erland hanya menggeleng saja dia tahu kenapa Brad lebih dulu mengatakan hal itu .
" Selamat pagi tuan muda " sapa Morgan lembut .
" Selamat sore Uncle " Balas Erland .
" Maaf tuan saya mengganggu waktu nya ,tapi ada hal yang ingin saya tanyakan pada Brad " Ujar Morgan pelan .
" Ya Uncle bisa bertanya sekarang " Jawab Erland .
" Kau serius akan menikah " Tanya morgan to the poin .
" Ya ,tapi aku harap ayah jangan dulu memberi tahu siapa pun cukup ibu dan adik² saja ! Tidak dengan Oma atau pun Opa bahkan kakak Eliza juga belum tahu hal ini " Jawab Brad tanpa menutupi apa pun .
" Alasannya " Tanya Morgan serius.
" Aku sudah melakukan nya " Morgan menghela nafas panjang lalu di hembuskan dengan kasar .
" Dia hamil " Tanya Morgan
" Aku melakukan beberapa hari yang lalu ,bagaimana bisa dia hamil secepat itu " Jawab Brad sekenanya.
" Usianya 20an ,anaknya satu umur 2 tahun lebih "
" APA " Pekik Morgan keras membuat Erland tertawa kecil .
" Dia masih sangat kecil Brad ,apa tidak ada wanita lain " Ujar Morgan .
" Tapi dia sudah bisa membuat anak Ayah , bahkan sudah ada hasilnya dari suami sebelumnya " Jawab Brad .
" Nanti Ayah bicara dulu sama Ibumu ,tapi jika kamu meminta pendapat ayah ,jujur ayah tidak setuju " Brad menghela napasnya panjang.
__ADS_1
" Kenapa ? apa karena dia sudah memiliki anak atau karena dia masih kecil seperti ucapan ayah " Tanya Brad pelan .
" Keduanya " Jawabnya cepat .
" Dia wanita yang baik Uncle ,karena dia sudah bekerja beberapa bulan di masion dan Erland menilai dia wanita yang baik ,lembut dan kuat itu kenapa dia bisa merawat anaknya seorang diri tanpa sosok suami di sampingnya " Erland memilih membuka suara untuk meyakinkan Morgan .
" Uncle sama Aunty bisa ke sini untuk menilai nya ,aku akan menahan Brad sementara untuk menikahi nya sampai Uncle sampai di sini " Lanjutnya lagi .
" Sebenarnya dia pun menolak pernikahan ini dan menganggap kejadian sebelumnya tidak perna terjadi dan dia meminta maaf karena sudah menggoda Brad padahal dia tahu bahwa jika yang memulai nya Brad tapi dia hanya ingin mempertahankan pekerjaan nya agar tidak di pecat , kehidupan mereka sebelum nya lebih pahit Uncle itu kenapa istri ku menerima nya berkeja di masion sekalipun kami tidak memerlukan lagi pelayan karena semuanya sudah ada yang mengerjakan " Terang Erland lagi .
" Maaf tuan muda ,saya akan bicara sama ibunya setelah itu kami akan ke London mungkin besok pagi kami berangkat " Ujar Morgan serius .
" Erland tunggu Uncle , hati² " Jawab Erland lembut .
" Brad " Panggil Morgan
" Iya ayah " Jawab Brad .
" Ayah tutup ,mau susul ibu mu ke dapur dan membahas ini " Ujar Morgan .
" Iya ayah ,Brad tunggu ayah sama ibu dan jangan memberi tahu siapa pun " Brad kembali mengingat kan Morgan .
" Ada tuan Erland , Brad tutup ayah ! Selamat malam " Morgan menutup panggilannya sebelum ayah nya menjawab .
" Maaf tuan, terimakasih sudah membantu menjelaskan pada nya " Ujar Brad serius.
" Aku hanya mengatakan yang sebenarnya ,jadi tidak perlu mengatakan itu " Jawab Erland berdiri dari duduknya .
" Apa pun itu terimakasih tuan " Erland hanya menarik sudut bibirnya ke atas " Saya pamit ke ruangan dulu tuan ,saya akan selesaikan " Lanjutnya .
" ya " Jawab Erland seadanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di masion Aurellia sedang belajar merajut bersama istri kepala pelayan di temani Iin sambil memperhatikan Salsa.
" Ternyata tidak terlalu rumit " Ujar Aurellia tersenyum.
" Iya Nyonya , jika sudah paham teknik nya Nyonya bisa membuat sepatu atau yang lainnya " Jawab Pelayan lembut .
__ADS_1
" Jadi tidak sabar membuat pakaian untuknya Bi, aku ingin membuat yang banyak " Ujar Aurellia antuasias .
" Bagiamana Iin,apa kamu sudah bisa " Tanya Aurellia menatap Iin.
" Sedikit Nyonya " Jawab Iin tertawa kecil .
" kamu harus belajar lebih giat Iin , sepertinya lucu jika Salsa yang memakai nya " Iin mengaguk tersenyum " Iya Nyonya " Jawab Iin .
" Ah iya ,apa benar kamu akan menikah " Tanya Aurellia saat kembali mengingat ucapan sang suami .
" Saya juga tidak tahu Nyonya " Jawab Iin lirih .
" Aku kira itu bukan hal yang buruk , bagaimana Salsa membutuhkan sosok seorang ayah Iin ! Kamu harus memikirkan itu sekalipun dia tidak mengatakan apa pun tapi suatu saat dia akan mempertanyakan itu " Ujar Aurellia .
" Apa lagi jika nantinya dia mulai sekolah di mana teman² nya mungkin di antar ayah nya sedangkan dia " Aurellia menjeda ucapannya "Kamu bisa memahami itu kan karena kamu sudah merasakan gimana? Hanya bedanya kamu kehilangan sosok ibu tapi aku kira keduanya memiliki kaitan " Lanjutnya lagi .
" Saya takut Nyonya " Jawab Iin lirih.
" Apa yang kamu takutkan " Tanya Aurellia lembut .
" Keluarga nya ...."
" Aku dan Brad tumbuh bersama Iin ,lebih tepatnya aku lebih tua darinya, kami keluarga dan aku yakin mereka bisa menerima mu karena aku juga menerimamu " Potong Aurellia .
"Jika pun orang tuanya menolak,aku akan meminta suami mu untuk menghukum mereka " Lanjutnya serius.
Iin langsung menatap Aurellia dengan tatapan bingung ,banyak hal yang sebenarnya dia ingin tanyakan tentang Brad dan keluarga nya tapi mendengar ucapan Aurellia jika dia juga keluarga nya membuat Iin mengurung kan niat nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘
__ADS_1