
Seminggu sudah Aurellia berada di rumah sakit dan hari ini Amanda maupun Salwa sudah memperbolehkan dia kembali ke rumah.
Tidak ada yang menjemput mereka karena Erland ingin melakukan sendri ,toh keperluan Aurellia itu urusan anak buah daddy nya
Kini keduanya sudah berada di dalam mobil menuju rumah utama , Aurellia hanya diam menatap ke arah luar .
Menatap para penjual di pinggir jalan membuatnya kembali teringat akan hal yang selalu menginginkan ini dan itu saat waktu hamil .
Erland yang menyadari itu langsung mengambil tangan Aurellia .
" Are you ok ' Aurellia menggeleng matanya terus menatap ke arah luar .
Dia pikir semuanya akan baik-baik saja tapi saat dia hanya sendiri dia kembali mengingat hal itu ..
Erland menepikan mobilnya ke samping jalan ,membuka seat belt nya menarik sang istri ke dalam pelukannya .
Perlahan tangisan Aurellia terdengar Erland semakin memeluk nya dengan erat .
" Sakit ....Sesak " Erland hanya bisa memberikan ketenangan ,bukan hanya sang istri yang merasakan itu dia pun merasakan hal yang sama .
Apa lagi sejak awal berhubungan dengan Aurellia dia sudah meminta wanita itu untuk tidak melakukan papa pun karena memang dia menginginkan hal itu .
" Kita ke hotel saja ya " Aurellia menggeleng " Kita tidak mungkin kembali ke sana jika kamu seperti ini Darl " Perlahan tangisan Aurellia tidak terdengar lagi .
Setelah itu melepaskan diri dari pelukan Erland " Sudah baikan " Aurellia mengaguk tapi Erland tidak langsung menjalankan mobilnya .
" Mau ke rumah ayah saja " Aurellia menggeleng " Bukannya kita akan kembali ke London " Erland mengaguk lalu kembali menjalankan mobilnya saat Aurellia merasa tenang .
🪵
🪵
🪵
" Mama " Pekik Nora saat melihat Aurellia turun dari mobil di bantu Erland.
" Mamanya istirahat dulu sayang " Ujar Adara lembut .
" Nora mau sama Mama Mom, Nora janji tidak nakal " Ujarnya dengan memohon .
" Tidak papa Mom " Ujar Aurellia lembut.
" Kamu yakin sayang " Ujar Rosna lembut .
" Iya Bu, Ayo sayang " Nora menerima uluran tangan Aurellia lalu masuk ke dalam masion di ikuti Rosna dan penghuni rumah itu sedangkan yang lainnya masih berada di perusahaan .
" Pelan² " Aurellia mengaguk " Makasih " Ujarnya dengan lembut .
__ADS_1
" Mama sudah sehat " Tanya Enzi .
" hebm " Jawabnya sambil tersenyum .
" are you ok Ma " Timpal Ethan membuat Aurellia tertawa kecil .
" Seperti yang kakak lihat " Jawab Aurellia tersenyum .
" Abang ,kakak bawah adiknya main dulu ya " Enzi dan Ethan mengaguk lalu membawa Nora dan Elea menjauh .
Sedangkan Rachel dan Richard mereka berada di rumah orang tua Vika bersama ibunya .
" Yakin langsung mau ke London " Tanya Henry menatap Aurellia.
" Iya Opa " Jawab Aurellia .
" Apa tidak sebaiknya di sini dulu sayang ,biar Erland sama Brad yang ada di sana ,jika kamu ...."
" Saya baik² saja Oma ,Oma tidak perlu khawatir " Potong Aurellia tersenyum .
" Baiklah ,kalau itu sudah keputusan mu, tapi jika ingin kembali hubungi Oma biar Oma ke sana " Aurellia hanya menggaguk sebagai jawabannya .
" Sayang " Aurellia menatap ibunya " Di sini dulu ya " Aurellia menggeleng " Aurellia akan ikut ke mana suami Aurel pergi Bu " Jawabnya tersenyum .
" Tapi sayang ...."
" Bu ,anggap saja Aurellia sedang berpamitan seperti sebelumnya menemani tuan Erland " Potong Aurellia lagi .
" Tidak perlu " Jawab Aurellia.
" Lia ....Sapa mereka dulu " Ujar Erland pelan .
" Tuan saja ,saya akan menunggu di sini " Jawabnya.
" Kita pergi bersama " Aurellia menggeleng " Tuan saja " Jawabnya .
" Kenapa " Aurellia menggeleng saja sebagai jawabannya .
" Jangan di paksa Boy " Ujar Alan membuka suara .
" Hanya sebentar Aurellia " Kekeh Erland .
" Jangan memaksa ku " Bentak Aurellia membuat Erland kaget begitu juga peserta yang ada di ruangan itu ini pertama kalinya wanita itu mengeluarkan suara kerasnya bahkan ibu nya sendiri sampai melotot kan matanya.
"Sayang ...." Erland memberikan kode pada ibu mertua nya untuk tidak mengatakan apa pun .
" Ok ,ayo aku antar ke kamar " Erland berdiri lalu membantu Aurellia berdiri .
__ADS_1
" Daddy apa semuanya akan baik-baik saja " Ujar Adara khawatir .
" Erland bisa mengatasinya " Jawab Henry .
" Apa Nora ikut saja dengan mereka " semua mata menatap ke arah Nova yang sejak tadi diam .
" Apa yang sedang kau bicarakan " Tanya Alan sedikit meninggikan suaranya.
" Erland bukan orang lain ,dia adik Abang dan Nora juga nyaman dengan mereka bahkan saat Erland baru datang pun dia sudah mendekat kan diri " Ujar Nova lembut .
" Aurellia belum baik² saja Nova " Ujar Jeje dengan suara rendah .
" Kita belum tahu Opa ,apa salahnya kita mencoba " Ujar Nova .
" Cucu ku bukan bahan percobaan , London Indonesia bukan jarak yang dekat ....
" Nova tahu Opa ,tapi ...."
" Tidak ada kata tapi Nova " Potong Henry menatap datar cucu menantu nya .
Rosna yang berada di situ hanya bisa menunduk sambil meremas kedua tangan nya .
" Aurellia akan baik² saja " Rosna hanya terdiam dalam pelukan Elsa .
🪵
🪵
🪵
Setelah mengantar Aurellia ke kamar Erland langsung menuju rumah kaca ,kini dia berjongkok di depan gundukan tanah yang begitu kecil .
" Hai ,maaf Daddy baru menyapa kalian " Erland menjeda ucapannya " Daddy harus menemani mommy di rumah sakit ,Mommy sudah kembali dan dia lagi istirahat jangan berkecil hati Ok ' Lanjutnya dengan lembut .
" Daddy dan mommy akan kembali ke London ,mommy Adara dan yang lainnya akan menemani kalian ! Sebisa mungkin Daddy akan datang menyapa kalian jangan membenci mommy ,dia hanya belum siap bertemu kalian , percaya lah mommy menyayangi kalian dia hanya butuh waktu ,kalian paham kan baby " Erland menatap makam besar yang ada di depannya " Eyang " Erland menundukkan kepalanya" Erland ayah yang buruk bagi mereka bahkan aku tidak bisa menjaga mereka maaf Erland ingkar janji..... Eyang " Erland menangis sesegukan di pusaran mommy Ellena dan calon anaknya .
" Apa Erland ....tidak bisa bahagia " Erland menyeka air matanya " Katakan pada Erland apa yang harus ku lakukan Eyang , apa Erland harus menyusul mereka seperti keinginan Aurellia " Erland menarik napasnya yang sudah menghimpit dadanya " Eyang aku mohon bantu Erland " Lanjutnya dengan napas yang memburu .
Erland meremas batu yang ada di disekitar nya menyalurkan rasa sesak yang sudah beberapa hari dia tahan , sekalipun dia mengatakan baik² saja tapi itu tidak bisa menyelesaikan semuanya nyatanya dadanya tetap sesak saat kembali mengingat nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟