
" Nyonya " Aurellia menatap ke samping di mana Bibi berdiri "Apa mereka sudah datang " Aurellia beranjak dari duduknya membuat bibi langsung sigap .
" Iya Nyonya " Jawab nya pelan .
" Kenapa manusia seperti itu selalu menyusahkan aku sih " Gerutu Aurellia kesal ,dia ingin bersantai namun kenginginan nya itu hancur karena ulah suaminya .
"Panggilkan Iin Bi ,sekalian saja buatnya biar tidak repot " Pinta Aurellia .
" Iya Nyonya ,mari " Bibi lebih dulu mengantar Aurellia ke lantai dua ,baru setelah itu memanggil Iin .
🪵
🪵
Kini kedua wanita hamil itu duduk bersisian ,awalnya Iin menolak namun Aurellia memaksa nya hingga akhirnya dia pun menurut .
Keduanya dengan fokus melihat gambar dan mendengar kan penjelasan, setiap hambar di jelaskan dengan baik ,hingga selesai.
" Pak " Panggil Iin pelan.
" Bisa tidak satu kamar di jadikan dua " Lanjut nya pelan .
" Maksud nya gini pak ,Anak pertama nya masih umur 3 tahun jadi agar menghemat waktu dan memantau nya dengan baik mungkin dia ingin kakak nya sama calon adiknya ingin di jadikan satu kamar" Terang Aurellia mengambil ahli untuk menjelaskan agar pria yang di depannya ini tidak bingung.
" Bisa Nyonya ,agar lebih privasi mungkin kita akan memberikan sekatan jadi keduanya memiliki wilayah sendiri , biasanya anak usia seperti itu menjaga apa yang mereka punya jadi saya hanya membuat agar tidak terjadi hal buruk kedepannya " Jawabnya tersenyum manis.
" Gimana ? " Tanya Aurellia lembut.
" Iya Nyonya ,mau " Jawab Iin pelan .
' Nyonya sudah memutuskan akan di buat seperti apa ? " Tanya nya menatap Iin dan Aurellia bergantian .
__ADS_1
" Bisa minta waktu nya 5 menit saja " Ujar Aurellia,jujur dia bingung karena pilihan nya begitu banyak dan semuanya masuk dalam kriteria nya ,begitu juga Iin sekalipun calon anaknya masih sebesar biji kacang tapi melihat itu membuat tertarik .
🪵
🪵
🪵
" Kapan kamu akan menikah ? Atau kamu tidak berniat menikahinya " Tanya Erland tanpa menatap lawan bicaranya .
" Saya tetap menikahinya tuan ,tanpa persetujuan nya " Jawab Brad serius.
" Apa dia masih menolak mu " Brad terdiam " ya kamu harus memaksa nya ,karena dengan begitu mereka tidak sesuka nya " Lanjutnya lagi .
' Lalu bagaimana dengan ayah nya , bukan nya dia terus mencari nya " Tanya Erland lagi.
" Dia tidak akan berani mendatangi Iin Tuan " Erland meletakan pena mahalnya lalu menatap Brad " Kamu yakin ? mungkin saat ini dia menurut lalu bagaimana nantinya , jangan gegabah manusia lintah seperti mereka banyak cara " Ucap Erland .
" Saya tidak akan membiarkan dia bertemu istri ku " Erland menarik sudut bibirnya ke atas mendengar ucapan Brad " Maka nikahi dia biar dia menjadi istri mu " Brad menggigit bibir bawahnya kalah menyadari kesalahannya.
" Kita tidak selamanya bersama mereka Brad , dan kamu juga tidak mungkin terus mengurung Iin di masion ! dan membawanya ke luar saat malam hari dan bermain ayunan , perosotan dan yang lainnya " Ujar Erland tersenyum.
" Kenapa kamu tidak memanggil ku ,aku yakin Lia akan senang " Brad mengepalkan kedua tangan nya ingin sekali menghajar para pengawal sialan itu .
" Bebaskan Iin dan biarkan dia berumur ayah nya ,dia harus melawan rasa takutnya dengan begitu dia bisa menjaga dirinya ,dia harus sadar tidak selama nya orang terus menginjak nya dan ini saatnya dia membalas nya sekalipun itu ayah nya " Brad menatap Erland yang begitu serius .
" Salsa akan beranjak dewasa ,beberapa tahun lagi dia akan sekolah ,bahkan anak seusia dia pun harusnya sudah sekolah bukan tapi dia " Erland menjeda ucapannya dan Brad paham itu .
" Saya akan membahasnya dengan Iin tuan " Ujarnya serius .
" Itu lebih baik " Jawab Erland .
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari menjelang sore sudah saatnya para pencari rezeki kembali ke rumah untuk istirahat namun kedua wanita hamil itu masih sibuk di kamar milik anak mereka yang sudah jadi .
Bahkan keduanya tidak tahu jika ini sudah sore karena terlalu bersemangat melihat kamar anak mereka yang baru jadi beberapa jam yang lalu itu pun belum rampung semuanya sehingga besok nya tukang akan kembali datang .
Kenginginan kedua wanita hamil itu membuat para pekerja sedikit kewalahan, antuasias keduanya sangat luar biasa .
" Baby ,apa kamu puas dengan hasilnya ? Mommy sebenarnya kurang puas tapi mommy bingung harus merubah yang mana ? " Aurellia menatap sekeliling kamar yang nantinya akan di tepati anaknya .
Masih terlihat kosong karena memang belum di isi apa pun,bahkan ini pun dadakan karena ulah suaminya .
Di kamar lain ,Iin sedang bersama Salsa menatap kamar yang nantinya akan di tepati bersama adiknya .
"Mami " Iin menatap Salsa tersenyum " Nanti kamar Salsa pindah di sini ,tidak papa kan " Salsa mengaguk " Kamar Salsa di sebelah sini ,yang ini nanti buat kamar Ade " Lanjut nya dengan lembut .
" Ade " Iin mengaguk tersenyum ,dia belum menceritakan jika saat ini sedang mengandung adiknya hasil cocok tanam dengan pria yang sudah di klem sebagai ayah nya .
" Salwa suka " Salsa mengaguk cepat " Suka " Jawabnya tersenyum kuda .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1