London Love Story

London Love Story
Mengidam kembali


__ADS_3

Setelah memastikan keadaan Aurellia membaik ,Erland membawa Aurellia ke rumah utama .


Tapi sebelum itu dia menemani Aurellia sarapan terlebih dahulu baru kedua nya berpamitan ,sepanjang perjalan hanya ada keheningan di dalam mobil .


Hingga mata Aurellia menatap jajanan yang ada di pinggir jalan ,hingga tanpa sadar memegang lengan Erland membuat pria itu kaget.


" Kenapa " Tanya Erland menatap Aurellia yang masih menetap ke arah luar .


" Ah tidak " Jawab Aurellia langsung menarik tangan nya dari lengan Erland .


" Mau beli " Erland memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, syukur pria itu membawa mobil dengan pelan .


" Apa boleh " Kini Aurellia menatap Erland " Boleh ,kamu mau beli yang mana " Jawab Erland menatap ke arah belakang nya karena ada beberapa penjual .


" Bisa aku turun lihat " Erland menatap Aurellia lalu menggaguk " Tunggu sebentar " Ujar Erland ke luar dari mobilnya lalu mengitari mobil membukakan pintu untuk Aurellia.


" Jika tempat nya tidak bersih kita cari di tempat yang lebih bersih ya " Aurellia mengagguk sebagai jawabannya " Ayo " Aurellia menerima uluran tangan Erland .


Sesampainya di dekat penjual Erland lebih dulu menatap gerobak penjual itu .


" Mau yang mana " Tanya Erland saat memastikan semuanya aman .


" Bingka kentang nya Mas ,neng " Ujar sang penjual .


" Mau yang itu " Tanya Erland lembut .


" Yang rasa pandan Pak 20 ribu " Ujar Aurellia .


" 20 ribu itu dapat berapa " Tanya Erland polos .


"8 mas " Jawab penjual .


" Itu sedikit " Jawab Erland.


" Itu sudah cukup takut nanti tidak habis " Ucap Aurellia .


" Kamu yakin " Aurellia mengaguk ,lalu berjalan ke samping Erland pun mengikuti nya .


" Berapaan Pak lontong sayur nya " Tanya Aurellia .


" 15 ribu neng perporsi nya " Aurellia menatap Erland " Tuan mau " Erland menggeleng dengan cepat " Satu porsi yang Pak, pakai ikan ya " Ujar Aurellia .


" Baik neng , pakai sambal neng " Tanya sang penjual .


" Tidak "


" Iya " penjual langsung menatap Erland dan Aurellia bingung .


" Kamu lagi hamil " Ujar Erland memperingati Aurellia .


" Tapi kalau tidak pedas rasanya aneh " Jawab Aurellia .


" Bagaimana kalau di pisah saja Neng ,mas " Ujar penjual memberikan pendapat .


" Tidak perlu " Jawab Erland tegas " Baik mas " Jawab penjual kikuk .


" Pisahkan saja pak " Ujar Erland saat melihat Aurellia langsung menunduk " Awas memang setelah makan itu kalau perut mu sakit " Ujar Erland kesal .


" Mau apa lagi " Tanya Erland .

__ADS_1


" Itu saja " Jawab Aurellia takut " Nanti di antar di mobil pak " Ujar Erland.


" Iya Mas " Jawab keduanya , Erland membawa Aurellia kembali ke mobil .


Membukakan pintu dengan pelan " Hati² " Aurellia hanya mengaguk setelah memastikan Aurellia sudah nyaman Erland pun masuk lewat pintu yang di samping nya .


🪵


🪵


🪵


" Permisi " Aurellia menatap ke arah samping " Ah iya maaf pak " Jawab Aurellia lalu mengambil dompetnya dalam tas nya .


" Ini " Aurellia menatap Erland yang memberikan uang dua lembar seratusan .


" Biar saja saya saja tuan " Tolak Aurellia lembut .


" Ambil atau aku buang makanan itu " Aurellia langsung mengambil uang yang ada di tangan Erland tapi hanya satu lebar lalu memberikan pada penjual .


" Kembalian nya untuk bapak saja " Ujar Aurellia .


" Tapi ini kebanyakan Neng " Ujar sang penjual .


" bagi sama yang satunya " Ujar Aurellia .


" Terima kasih neng ,semoga rezekinya selalu lancar " Aurellia hanya mengaguk tersenyum .


Erland menyalakan mobilnya melanjutkan perjalan mereka ke rumah utama .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Ayo " Erland membawa Aurellia ke ruangan tengah di mana keluarganya menemani baby four dan twins sekolah sekali pun jarak nya agak sedikit jauh biar para bocil itu bisa fokus


" Selamat pagi tuan ,nyonya " peserta di ruangan itu menatap ke arah samping .


" Sudah datang ,duduk nak " Ujar Elvi lembut .


" Gimana sudah baikan " Lanjut nya lagi , Aurellia mengaguk tersenyum " Iya Nyonya " Jawabnya tersenyum .


" Tunggu sebentar iya , selesai anak² sekolah baru ke mall " Ujar Adara , Aurellia langsung menatap Erland karena memang pria itu tidak mengatakan apa pun .


" Apa " Tanya Erland , Aurellia menggeleng dengan cepat lalu menatap Adara " Iya nyonya " Jawab Aurellia .


Tidak berselang lama pelayan membawa makanan yang di beli Aurellia tadi .


" Apa itu Bi " Tanya Raine .


" Lontong sayur ,sama bingka Non " Jawab Pelayan.


" Siapa yang pesan " Tanya Elsa .


" Punya Nona Aurellia Nyonya " Semua orang menatap Aurellia yang langsung menundukkan kepalanya takut.


" Sini Bi " Ana langsung mengambil nampan besar itu lalu meletakan di atas meja depan Aurellia .


" Apa dia belum sarapan " Tanya Henry menatap Erland .


" Sudah " Jawab Erland seadanya .

__ADS_1


" Di Makan Nak tidak usah hiraukan mereka " Ujar Elvi lembut ..


" Iya Nyonya ,maaf " Ujar Aurellia


" Ma " Riane menatap Vika " Mau " Vika mengaguk pelan " Yang mana " Vika menunjuk bingka .


" Aurellia " Panggil Riane lembut .


" Bisa minta bingkanya satu , Vika menginginkan nya " Ujar Riane lembut .


" Bisa nyonya " Aurellia langsung mengakat piring bingka ke depan Vika " Silahkan Non ,Maaf " Ujar Aurellia lembut .


" Terimakasih Kak " Ujar Vika lalu mengambil bingka uang yang sudah di depan nya .


" Syukur tidak ada Nova ,kalau ada wanita itu pasti akan minta juga " Ujar Jeje, mendengar nama Nova membuat Aurellia tidak nyaman .


Tapi dia tidak mungkin menahan mulut orang untuk menyebut nama itu ,terlebih itu istri dari Edward , melihat perubahan wajah Aurellia , Erland langsung mengelus pundak Aurellia dengan lembut .


" Makanlah ,bukannya tadi kamu menginginkan mereka " Aurellia mengagguk lalu mengambil lontong sayurnya di beri sedikit sambal karena takut nanti dia sakit perut dan di marahi .


" Mommy ....Mommy " Adara menatap Elea .


" Haus " Adara langsung memberikan botol minum Elea .


" Belum selesai " Elea mengaguk sambil meneguk minumnya .


"Lagi ujian Mom " Jawabnya lalu meninggalkan mereka.


" Kenapa merek homeschooling" Tanya Erland menatap para bocil .


" Nora tidak bisa terlalu lelah " Jawab Daddy Radit .


" Bukannya ada pengawal " Tanya Erland menatap Daddy Radit .


" Sekalipun ,tapi dunia anak² kamu tahu sendiri bagaimana " Jawab Daddy Radit.


" Lalu apa mereka selama nya homeschooling " Tanya Erland


" Tidak, Richard sama Rachel akan sekolah di luar , untuk mereka belum jelas karen Enzi sama Ethan belum memberikan jawaban mungkin mereka memikirkan Nora " Jawab Henry .


" Apa separah itu ? Kenapa tidak berobat " Tanya Erland lagi .


" Sudah ,tapi Daddy sama Abangmu belum menyetujui itu karena Nora masih kecil " Jawab Jeje .


" Kecil atau sudah besar sama saja , bukannya lebih baik dari sekarang setidaknya Nora bisa menikmati hidupnya tanpa harus merasa terbebani dengan penyakitnya, dia juga pasti memikirkan apa yang akan di lakukan nantinya karena jika penyakit nya mulai kambuh pasti mommy dan yang lainnya akan khawatir dan itu akan membuat nya tidak nyaman dan takut melakukan apa pun, biarkan mereka mengekspresikan keinginan mereka dengan bertemu teman seusia mereka itu lebih baik dari pada hanya berdiam diri di dalam rumah ini " Jawab Erland .


" Bisa saja itu juga yang membuat kedua kakaknya untuk tetap homeschooling , Anak seusia mereka jangan di tekan biarkan mereka bermain dengan dunia nya karena saat besar nanti jangankan untuk bermain bahkan untuk tidur pun mereka akan susah karena banyak hal yang harus mereka pikirkan ,lakukan dan yang lainnya " Lanjutnya lagi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2