
" Hubby " Panggil Aurellia lirih .
" Hebm " Jawabnya sambil memeluk tubuh polos sang istri .
" Aku lapar " Lanjutnya membuat Erland tersentak menarik kedua tangan nya .
" Kita mandi " Ucap Erland bangun dari tidurnya ,detik kemudian dia langsung mengakat tubuh Aurellia hingga membuat wanita itu memekik karena kaget .
" Hubby " Erland hanya tersenyum berjalan ke arah kamar mandi membawa tubuh mereka ke dalam .
" Tunggu sebentar " Ucap Erland mendudukan Aurellia di atas meja yang ada di kamar mandi itu lalu berjalan ke arah bathup .
" Mandi shower saja by, aku sudah lapar " Erland membalikkan badannya menatap sang istri.
" Tumben tidak sabaran " Gumam Erland berjalan ke arah shower mengatur suhu air .
Beberapa menit berada di kamar mandi keduanya ke luar di mana Erland kembali menggendong Aurellia ala baby koala,entahlah Erland sendiri bingung kenapa Aurellia jadi seperti anak kecil yang suka merengek bahkan melebihi Nora .
🪵
🪵
" Apa tuan butuh sesuatu " Tanya kepala pelayan saat melihat Erland dan Aurellia menuruni tangga .
" Tidak ,kami hanya ke dapur " Jawab Erland .
" Apa saya perlu panggil Peyalan tuan " Tanya nya dengan sopan .
" Tidak perlu " Tolaknya dengan pelan
" Baik tuan " Jawab nya menundukkan kepalanya sedikit .
Saat kedua berada di dapur memang sudah tidak melihat siapa pun karena setelah makan malam para pelayan sudah tidak berada di masion begitu juga koki rumah itu .
" Mau masak sendiri " Aurellia mengagukan kepalanya .
" Mau aku bantu " Lanjut nya menatap sang istri.
" Hubby tunggu saja, aku bisa koh " Erland mengaguk patuh menarik kursi yang ada disitu lalu duduk membiarkan istrinya menyiapkan makan malam mereka .
" Hubby ingin makan apa ? " Aurellia berjalan ke arah lemari pendingin untuk melihat apa saja yang bisa di masak .
" Apa saja " Jawab Erland .
" Aku ingin makan capcay seafood tapi agak pedas ,boleh tidak " Tanya Aurellia meminta pendapat sang suami .
" ya " Dengan semangat Aurellia mengeluarkan bahan yang ada di dalam pendingin itu " Sayurnya " Aurellia hanya mengaguk sebagai jawabannya.
Tidak jauh berbeda,sedangkan di kamar Brad kini pria itu sedang duduk di sofa dengan mata tertutup menikmati setiap sentuhan halus dari tangan kecil Iin di mana setelah makan malam dia meminta Iin untuk ikut ke kamarnya .
" Tuan " Panggil Iin pelan tapi Brad tidak memberikan jawaban
__ADS_1
" Bisa saya pindahkan salsa dulu ke kamar tuan setelah itu saya kembali lagi, saya janji " Lanjutnya gugup.
Matan Brad terbuka menatap ke arah karpet bulu di mana gadis kecil itu memang sudah tertidur dengan posis tengkurap sambil mengisap jempol nya.
Brad berdiri dari duduknya hingga membuat Iin kaget karena pria itu berdiri dengan tiba² , berjalan ke arah Salsa lalu berjongkok .
" Apa ibumu tidak memberi mu makanan " Gumam Brad pelan lalu mengangkat tubuh kecil Salsa .
" Tuan "Panggil Iin dengan mata membola .
" Tuan ,biar .....
" Suaramu bisa membangunkan Salsa " Iin hanya bisa menutup mulutnya rapat membiarkan sang anak tidur di atas tempat tidur milik Brad.
Melihat sikap lembut Brad pada Salsa membuat mata Iin berembun ,sejak awal datang Salsa sudah merasa nyaman berada di rumah besar ini karena penghuni nya begitu baik semua tanpa melihat dia siapa dan dari mana .
" Kamu kenapa " Iin tersentak dengan cepat menghapus air matanya yang sudah lolos membahasi pipinya .
Di dalam pikirannya sejak kapan Brad berada di depannya ,bukannya dia masih mengatur tempat tidur Salsa .
" Maaf tuan " Ujar Iin gugup .
" Jangan di pendam , takutnya kamu gila siapa yang akan urus Salsa " Ujar Brad datar lalu duduk di posisinya semula .
" Iya tuan " Jawab Iin .
Brad kembali membaringkan kepalanya di sandaran sofa dan Iin sudah paham itu hingga Brad kembali merasakan pijatan itu .
" Dia sudah menikah " Iin langsung mengentikan pijatannya tapi detik kemudian dia kembali memijat kepala Brad " Bahkan kini istrinya sedang hamil " Lanjutnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya Erland harus membuka matanya dengan paksa saat mendengar seseorang mengeluarkan isi perutnya,saat melihat ke samping dia tidak melihat Aurellia hingga hingga dia langsung berlari ke arah kamar mandi .
" Darl " panggil Erland .
" Kenapa ? Apa karena kamu makan pedas semalam ? " Aurellia menggeleng pelan, kepalanya bersandar di di ujung wastafel kamar mandi .
" Sepertinya aku masuk angin By " Gumam Aurellia lirih .
" Maaf ,sudah membuat mu ...." Ucapan Erland terhenti begitu saja saat Aurellia kembali mengeluarkan isi perutnya sekalipun hanya ada cairan dan angin saja .
Oek .....Oek....Oek .....
Dengan sigap Erland memijat tengkuk leher Aurellia dengan lembut sambil mengusap belakang sang istri .
" Sakit " Ujar Aurellia lirih tubuhnya langsung melorot ke bawah untung Erland langsung menahan nya .
" Cuci dulu mulutmu " Aurellia hanya diam saja, dengan pelan Erland mencuci mulut sang istri lalu membawanya ke luar dari kamar mandi .
" Minum dulu Darl " Aurellia menerima gelas yang ada di tangan Erland di teguk nya dengan pelan lalu kembali di berikan pada pada suaminya .
__ADS_1
Erland mengatur posisi Aurellia senyaman mungkin lalu mengambil ponselnya menghubungi Brad.
" Panggilkan dokter, Aurellia sakit " Pintah nya lalu mematikan panggilannya tanpa menunggu jawaban Brad .
" Apa yang harus aku lakukan ?? " Tanya Erland mengusap wajah pucat sang istri .
" begini saja " Lirihnya dengan mata terpejam , kepala nya tertera berat bahkan rasanya seperti mau pecah .
Sedangkan di kamar Brad ,dia baru saja berolahraga dan bertepatan dengan Iin yang ke luar dari kamar mandi yang baru menyiapkan air hangat untuknya .
" Ambilkan bathrobe ku " Titahnya tanpa menatap Iin karena sibuk dengan ponselnya menghubungi dokter .
" Hallo.....
" Ke masion sekarang juga " Ujar Brad to the poin.
" Baik tuan " Jawab di seberang.
" Jika sampai lewat dari 10 menit , tidak perlu ke sini langsung bereskan saja meja kerjamu " Ujar Brad dingin dan datar .
" Baik tuan " Brad mematikan panggilannya, merentangkan tangannya meminta Iin memakaikan bathrobe nya .
"Jangan bangunkan dia sampai dia bangun sendiri " Ujar Brad tanpa menatap ke arah tempat tidurnya di mana makhluk kecil masih begitu terlelap tidur di atas tempat tidurnya .
" Iya tuan " Jawab Iin tidak enak .
" Apa tuan tidak ingin mandi dulu " Tanya dengan pelan .
" Nanti saja " Jawabnya lalu ke luar dari kamarnya menuju kamar Erland .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gimana Puasanya ? masih aman kan ?
Apa sejauh ini sudah ada yang bolong, author harap belum ada .
karena masih terlalu dini jika sudah ada yang bolong tapi kembali lagi dengan hukum alam 😂😂😂😂
Yang datang dan pergi sesuka hatinya 🤣🤣🤣🤣
Lanjut !!
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1