
Malam harinya Aurellia tidak ingin bergabung dengan keluarga Erland ,setelah makan malam dia langsung ke kembali ke kamar setelah meminta izin pada penghuni rumah itu . .
Aurellia menatap ponselnya berharap ada pesan yang masuk dari seseorang yang begitu dia cintai ,tapi harapan tinggal harapan saat melihat lagi² tidak ada pesan .
Tidak ingin berpikiran jelek , Aurellia memilih menelpon ibunya .
" Hallo "
" Kangen Bu " Rengeknya dengan manja membuat di seberang tertawa geli .
" Kakak ke London bertahun-tahun tidak pernah bilang kangen sama ibu ' Aurellia tersenyum kuda " Kan kalau di London jauh Bu " Jawbanya terkekeh pelan
" Gimana ,kamu baik-baik saja kan " Tanya Rosna lembut .
" sangat baik Bu ,ini Aurellia lagi di kamar " Jawab Aurellia .
" Kamu sudah makan sayang " Tanya Rehan .
" Sudah, ayah tenang saja " Jawab Aurellia
" Syukurlah ,kamu nyaman nak berada di situ " Tanya Rehan .
" Iya Yah, Tadi Aurel di ngajak belanja ke supermarket sama Nyonya Ana dan tuan Jeje ,beli banyak makanan " Ucap Aurellia antusias .
" Bu seperti nya posisi kita sudah terganti kan " Aurellia tertawa mendengar ucapan Ayahnya yang mengadu pada sang ibu .
" Apa kita perlu membuat adik buat Azzam " Tanya Rosna membuat Aurellia menggeleng.
" Seperti nya ayah butuh liburan " Ujar Aurellia di sela tawanya .
" Usulan mu tidak buruk ,ayah akan pikir kan kembali !! seperti nya ayah aka honeymoon sama ibu " Jawab Rehan tertawa kecil .
" Ayah " Pekik Aurellia "Jangan aneh-aneh yah cukup Azzam saja " Rosna dan Rehan langsung tertawa mendengar penolakan Aurellia .
" Kalau begitu kamu istirahat tidak baik ibu hamil begadang " Pinta Rehan lembut .
" Iya ayah ,salam buat Gisel sama Azzam ya " Jawab Aurellia .
" Iya sayang, kalau kamu ingin ke sini minta izin baik² sama suami mu dan yang lainnya biar ayah yang jemput kamu " Ujar Rehan serius .
" Iya ayah ,mungkin lusa Aurellia akan ke situ tapi nanti Aurellia hubungi ayah lagi " Ucap Aurellia .
" Iya sayang, selamat malam " Ujar Rehan .
" Malam ayah ,ibu " Jawab Aurellia lalu mematikan panggilan nya .
Aurellia menghela napas panjang lalu mengirim pesan pada seseorang .
📤 Brad
Apa tuan Erland sudah makan siang ?
Send
Ya Aurellia memilih mengirim pesan pada Brad .
📩 Brad
Ya sudah ,kamu tenang saja aku pastikan tuan Erland tidak terlambat makan nya .
📤 Brad
Makasih ,maaf aku harus merepotkan mu
Send
📩 Brad
__ADS_1
Aku hanya melakukan sebisa ku, jadi tidak usah memikirkan apa pun .
📤 Brad
Ya , semoga urusannya segera selesai ,semalam siang
Send .
📩 Brad
Selamat malam .
🪵
🪵
London
Erland sedang menatap layar ponselnya tanpa menyentuh nya sama sekali .
Semua yang masuk dari ponsel Aurellia,akan masuk juga di ponsel nya begitu juga yang di kirim wanita itu.
Erland mengambil ponsel nya apa dia harus menelpon wanita itu atau tidak.
Namun pada akhirnya Erland kembali meletakan ponselnya untuk tidak menelpon Aurellia,toh dia sudah tahu tahu semuanya lewat Brad lalu untuk apa dia menelpon nya lagi pikir Erland .
Dret.....Dret ....Dret ....
Erland tersenyum lebar saat melihat nama sang penelpon tanpa menunggu waktu dia langsung mengakat nya.
" Papa " Erland tertawa saat mendengar dan melihat wajah Nora .
" Kenapa belum tidur " Tanya Erland .
" Dia tidak mau tidur sebelum mendengar suaramu, itu kenapa dia meminta ponsel bundanya untuk menghubungi mu " Timpal Edward yang ada d samping Nora .
" Besok malam ya Pa, malam ini Nora mau tidur sama baby nya Bunda " Erland mengaguk tersenyum.
" Kalau begitu istirahat lah, jangan begadang besok Nora sekolah " Ujar Erland lembut .
" Iya Papa " Jawab Nora .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Mama " Pekik Nora menghampiri Aurellia yang sudah duduk di meja makan .
" Hai " Sapa Aurellia tersenyum .
" Tadi malam Nora teleponan sama Papa , Apa Papa teleponan sama Mama " Aurellia mengaguk sebagai jawabannya .
Sekalipun sangat sesak mendengarnya tapi sebisa mungkin dia tetap mempertahankan senyuman nya agar orang lain tidak menyadari itu .
" Nanti malam Nora tidur sama Mama dan baby ya , Nora sudah izin sama Papa " Ujarnya lagi .
" Sudah ,ayo sarapan dulu ,sebentar lagi Miss sudah mau datang " Ujar Elvi lembut menghentikan Nora .
" Iya Oma " Jawab Nora lalu meminta bantuan pada pelayan untuk mendudukan nya di kursi miliknya.
Setelah sarapan dan mengantar para pria untuk berkerja rutinitas pagi mereka adalah menemani baby four dan twins sekolah ,kali ini Aurellia ikut bergabung karena tidak enak rasanya terus berada di dalam kamar sedangkan yang lainnya berkumpul .
" Kamu baik² saja Nak " Tanya Adara menatap Aurellia.
" Iya Nyonya " Jawab Aurellia tersenyum .
"Istirahat saja dulu, wajahmu pucat "Ucap Adara lagi .
" Saya baik² saja Nyonya " Jawab Aurellia .
__ADS_1
" Selamat pagi Tuan, Nyonya ,Non " Aurellia langsung membalikan badannya cepat saat mendengar suara yang begitu di kenalinya.
" Ibu " Gumam Aurellia dengan wajah berbinar .
" Apa yang kamu bawah " Tanya Elsa menatap Rosna.
" Kue nyonya " Jawab Rosna sopan .
" Untuk Aurellia " Tanya Ana .
" Tidak Nyonya , saya hanya membawa saja " Jawab Rosna.
" Benarkah " Elvi langsung berdiri dari duduknya mendekati Rosna " Kenapa tidak bilang dari tadi " Tanpa meminta izin Elvi langsung mengambil bawaan Rosna " Sini kita duduk " Ajaknya .
" Jangan terlalu senang ,dia bersikap baik bapdamu karena kamu tidak datang dengan tangan kosong " Cibir Henry menatap ke arah istri nya yang hanya tersenyum .
" Bibi minta tolong piring sama sendok sama pisaunya ya" Pinta Elvi lembut.
" Iya Nyonya " Jawab pelayan .
" Kamu bisa membelinya Elvi,kenapa kau bersikap seperti pengemis " Ujar Daddy Radit menggeleng .
" Yang gratis lebih enak dan sedap Dad , kita tidak perlu mengeluarkan uang " Jawab Elvi sambil membuka kotak kue yang di bawah Rosna .
" Seperti nya enak " Seru Elsa yang ikut ke samping Elvi .
" Sering² ke sini , Aurellia selalu banyak terdiam kecuali ada Erland saja " Ujar Adara membuka suaranya .
" Itu karena kalian menakutkan ,makany dia banyak diam " Timpal Alan .
" Wajah ayah yang menakutkan " Jawab Adara kesal .
" Permisi Nyonya " Elvi mengaguk " Terima kasih bi " Jawab Elvi lembut .
Rosna menatap Aurellia mengelus lengan putrinya yang sejak tadi memeluk lengannya dengan manja , kehadiran ibunya membuat Aurellia lebih baik .
" Suamimu tidak ikut " Tanya Jeje .
" Lagi ada pekerjaan Tuan " Jawab Rosna sopan.
Dan kamu percaya " timpal Alan .
" Bahkan aku saja tidak percaya jika dia memiliki pekerjaan " Ujar Henry lagi .
Bukannya marah Rosna malah tersenyum kuda mendengar ucapan bosnya sekaligus keluarga baru Aurellia .
" Aku pastikan pria itu kini sudah di hotel " Ujar Alan
pLak
" Jangan samakan Ayah sama Rehan ,dia tidak gatal seperti ayah " Ujar Elsa ketus .
" Sakit sayang " Ucap Alan mengelus pahanya yang terasa panas.
" Makanya mulutnya di jaga " Alan mendengus kesal menatap Daddy Radit .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1