
Kini Iin sudah menyelesaikan makan malam yang terlewati sekalipun dengan terpaksa,jujur dia sangat takut Brad memecatnya atas kejadian sebelumnya .
Brad menghela napas panjang melihat sikap Iin yang hanya menunduk takut tanpa ingin menatap nya atau bertanya tentang kejadian beberapa jam yang lalu .
" Iin " Panggil Brad datar .
" Iya Tuan " jawab Iin lirih kepalanya terus menunduk takut menatap pria yang kini duduk di depannya hanya berbatas meja kaca.
" Lihat aku " Ucapnya dengan dingin , Iin mengakat wajahnya menatap Brad .
Glek
Tubuh Iin seketika membeku melihat tatapan datar Brad yang begitu menusuk .
" Tuan ,maafkan saya " Cicit Iin pelan .
" Saya mohon jangan pecat saya ,maaf sudah menggoda tuan ...."
" Kamu menyesalinya " Potong Brad sebelum ucapan Iin berkahir membuat wanita itu terdiam .
" Jawab Iin " Desak Brad memajukan badannya sedikit sedangkan kedua tangannya bertumpuk di kedua lututnya.
" Tidak tuan karena saya menikmati nya " Jawabnya lirih dan jujur .
" Lalu kenapa meminta maaf ?" Tanya Brad .
" Itu ....anu ...." Iin menggigit bibir bawahnya bingung harus menjawab apa .
" Kita akan menikah " Iin langsung menatap Brad dengan mata membola karena keterkejutan nya .
"Tidak tuan " Tolak Iin serius dan cepat .
" Kenapa ? " Tanya Brad menaikan alisnya sebelah menatap Iin
" Tidak papa tuan " Jawab Iin pelan .
" Berikan jawaban yang pasti " Ucap Brad serius .
" Maaf sebelumnya tapi di antara saya dan tuan tidak memiliki perasaan satu sama lain ,dan anggap saja kejadian tadi hanya sebuah kecelakaan " Ujar Iin terbata .
__ADS_1
" Kamu yakin " Iin mengagukan kepalanya cepat "Lalu kenapa menerimanya jika tidak memiliki perasaan ? Apa kamu segampang itu atau kamu bisa menerima nya jika ada pria yang melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan tadi , dan jika kamu meminta melupakan nya bahkan setelah melakukan itu aku sudah melupakan nya " Ucap Brad tajam dan dingin .
' Tuan ...."
" Kenapa ? Apa ada yang salah dengan ucapan ku " Tanya Brad di mana pria itu sudah berpindah duduk dan kini keduanya sudah berhadapan dengan Brad duduk di meja kaca berhadapan dengan Iin .
" Tuan tidak salah , saya yang salah " Jawab Iin lirih menunduk .
Brad menatap Iin di mana wanita itu memakai kemeja miliknya ,tubuh Iin yang mungil membuat kemeja itu terlihat besar di badan wanita itu hingga meninggalkan kesan yang berbeda untuk Brad .
" Kamu memiliki trauma dengan laki-laki " Iin hanya diam saja .
Brad sengaja mempertanyakan itu karena sebelum mereka melakukan nya ,dia melihat wajah Iin ketakutan bahkan sampai berkeringat tapi karena Brad sudah tidak bisa menahan nya lagi dia berusaha sebisa mungkin agar wanita itu menerima nya.
" Kamu hanya memiliki dua pilihan menikah atau kamu ke luar dari sini dan aku harus menerima jawaban itu besok pagi " Iin langsung mengakat kepala nya menatap Brad yang juga menatap nya .
" Kamu bisa bertanya pada pelayan seperti apa sifatku dan kuasa apa yang aku miliki di rumah ini ,jadi kamu bisa memikirkan langkah apa yang kamu ambil " Brad menjeda ucapannya mendekatkan wajahnya hingga keduanya saling menatap dengan jarak yang sangat dekat " Tapi yang pasti saat kamu ke luar dari rumah ini, tidak akan ada yang menolong mu baik itu tuan Erland , Nona Aurellia ataupun saya " Tekan Brad serius .
" Satu lagi yang harus kamu tahu jika mantan suami mu menikah dengan sepupumu " Lanjutnya lagi dan itu membuat Iin tersentak dan Brad menyadari itu .
" Semua terserah padamu ? Aku tidak terlalu peduli asal aku sudah melakukan apa yang harus aku lakukan yaitu bertanggung jawab" Brad sedikit menjauhkan badannya tadi Iin .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi kembali menyapa , Iin dengan ragu masuk dalam kamar milik Brad .
Dan untuk kedua kalinya dia seperti itu ! Jika pertama karena dia baru pertama masuk dalam kamar pria saat awal berkerja sekarang dia harus masuk setelah melakukan hal gila dan dia harus memberikan jawaban yang pasti pagi ini .
Dengan helaan napas Iin memegang handle pintu membuka dengan pelan ,dia sudah memikirkan semuanya setelah kembali dari kamar Brad semalam .
Kini dia sudah siap memberikan jawaban pada pria itu, dan semoga jawabannya bisa membuat dia dan sang Putri tidak dalam bahaya .
Pintu kamar Brad sudah terbuka, perlahan Iin masuk ke dalam tapi saat akan kembali menutup pintu kamar itu ! Dia di kagetkan dengan suara pintu yang lain hingga dia membalikkan kepalanya karena penasaran
Dengan cepat Iin menutup pintu kamar lalu mendekati Brad di mana pria itu baru saja ke luar dari kamar mandi .
" Maafkan tuan saya terlambat" Iin menundukkan kepalanya .
" Siapkan pakaian ku " Iin berdiri dengan tegap lalu mengaguk masuk dalam ruangan ganti Brad di ikuti pria itu .
__ADS_1
Iin mulai menyiapkan pakaian kerja Brad lalu di letakan di atas meja tidak lupa Iin menyiapkan barang Brad yang paling kecil
" Sudah tuan " Ujar Iin ,tapi saat wanita itu akan ke luar dari ruangan itu Brad menahan tangan nya .
" Bantu aku " Detik kemudian Brad menarik handuk nya sejak tadi melilit di pinggang nya hingga membuat wanita itu langsung memalingkan wajahnya ke samping .
" Kenapa ? Bukannya kamu sudah melihat nya bahkan menikmati nya " Tanya Brad menatap Iin yang masih memalingkan wajahnya bahkan wajah dan kuping wanita itu sudah memerah .
" Bantu aku Iin, apa kamu tidak dengar " Ulang Brad .
" Maaf tuan ,tapi bisa pakai ...."
" Tidak , Aku meminta mu karena aku lagi ingin " Jawab Brad .
" Tapi tuan ...."
" Kamu mau lakukan atau kita kembali melakukan hal seperti semalam " Iin menelan ludahnya dengan paksa bahkan dia sampai menggigit bibir bawahnya.
Perlahan dia dia membalikkan wajahnya dengan mata tertutup .
" Apa kamu bisa tahu apa yang akan kamu ambil dengan mata tertutup itu " Iin mengaguk ragu , tapi dia tidak mungkin membuka matanya bukan .
" Lakukan,aku ada rapat pagi ini " Ujar Brad dia masih berdiri di depan wanita itu tanpa sehelai belang.
" Tuan, apa tidak bisa ...."
" Semakin lama kamu mengulur waktu maka kita akan tetap seperti ini dan jika sampai aku terlambat ke perusahaan orang pertama yang harus di salahkan itu kamu " Iin langsung membuka matanya menatap Brad syok, tapi detik kemudian dia mendapat hal yang tidak terduga dari pria itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf karena part ini semua tentang Brad dan Iin 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘