
Pagi ini masion tampak berbeda karena kehadiran orang tua Brad , karena ini weekend jadi Erland dan Morgan pun berada di masion .
" Aurel pikir ayah sama ibu tidak akan ke sini ,karena memilih tinggal di hotel " Ucap Aurellia menyindir sepasang suami yang kini duduk di depannya .
Bukannya marah Morgan dan Isna malah tertawa kecil " Sekalian honeymoon Sayang " Jawab Morgan .
" Gimana pertemuan nya ? " Morgan hanya tersenyum sebagai jawabnya " Dia orang baik , Ayah bisa pegang ucapan Aurellia " Hanya anggukan kepala yang di terima Aurellia .
Tidak berselang lama Erland dan Morgan ikut bergabung karena sebelum kedatangan orang tua Brad keduanya sedang di ruangan Gym .
" Maaf baru ikut gabung " Erland mendaratkan bokong nya di samping sang istri.
" Tidak papa tuan muda " Jawab Morgan .
" Iin mana ? " Tanya Aurellia menatap Brad .
" Di kamar " Jawab Brad seadanya .
" Uncle sama Aunty belum sarapan kan, lebih baik kita ke ruangan makan " Pintah Erland .
" Kebetulan sekali " Jawab Morgan tertawa kecil .
Satu persatu mulai meninggalkan ruangan itu menuju ruangan makan sesampai nya di sana masing-masing mengambil posisi duduk.
" Iin tidak sarapan Nak " Tanya Isna lembut.
" Lagi ada pekerjaan di atas Bu " Jawab Brad,Isna hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Masih lama kan di sini " Tanya Aurellia menatap kedua orang tua Brad.
" besok kami akan kembali Nak " Jawab Morgan .
" Kenapa cepat sekali ? Belum juga kita jalan² terus nginap di sini juga belum , tiga hari lagi ya Gimana " Tawar Aurellia menatap mereka bergantian .
" Itu terserah ibu mu saja " Isna menatap Morgan tajam " Kenapa jadi aku ? " Tanya Isna kesal .
" Boleh ya Bu ,please " Isna menghela napasnya panjang ,jika tidak memikirkan Erland mungkin bisa saja dia tolak permintaan Aurellia,itu kenapa Morgan melempar kan padanya " Belum juga ketemu Kaka Eliza " Serangan terkahir membuat Isna pasrah.
" Iya Nak ,kami akan tunda seperti permintaan mu " Jawab Isna .
" Yes, terimakasih ibu memang terbaik " Jawab Aurellia tersenyum .
" Makan dulu ,kasian Baby " Aurellia menatap ke sampingnya lalu mengaguk tersenyum
Apa mereka tidak ikut sarapan bersama ? Tanya Morgan dalam hati karena belum juga melihat Iin dan Salsa di meja makan itu .
Hingga sarapan pagi itu selesai pun orang yang di pikirkan Morgan tidak kunjung datang .
__ADS_1
" Permisi Nyonya " Aurellia mengaguk tersenyum menerima gelas susu dan vitaminnya " Makasih Bi " Ucap Aurellia lembut.
" Sebentar lagi Mas Rehan akan menyusul Mas Arif " Ujar Isna tersenyum.
" Di banding ayah sama Papa Arif ,bukannya ayah lebih unggul bahkan umurnya sudah tiga tahun " Jawab Aurellia tersenyum kuda tapi hanya di tanggapi senyuman oleh Morgan dan Isna .
" Hari ini ibu tidak ada kegiatan kan " Isna mengagguk " Kita jalan gimana ? Tapi hanya kita saja nanti Aurel hubungi Kaka Eliza " Lanjutnya sambil menatap Erland sebagai bentuk meminta izin .
" Bolehkan By " Erland hanya mengaguk sebagai jawabannya " Setelah istirahat " Putus Erland .
" makasih " Aurellia memeluk lengan Erland dengan erat , membuat Morgan dan Isna tersenyum bahagia karena kehidupan kedua insan itu semakin harmonis .
Setelah lama mengobrol di meja makan Isna dan morgan berpamitan kembali ke hotel sebentar untuk mengambil barang-barang mereka,padahal bisa saja meminta anak buah tapi Isna menolak nya dengan halus .
Sedangkan Erland dan Aurellia kembali ke kamar menghabiskan waktu berdua sebelum wanita hamil itu pergi menghabiskan waktu bersama Isna .
Begitu juga dengan Morgan dia kembali ke kamar melihat wanita yang sejak tadi mengurung diri di dalam kamarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Tuan " Iin langsung berdiri dari duduknya " Turunlah makan ,orang tua ku sudah pergi " Ucap Brad dingin tanpa menatap Iin membuat wanita itu gugup dan takut .
" Maaf " Cicit Iin .
" Untuk " Tanya Brad duduk di sofa sedangkan Iin tetap pada posisi nya .
" Kamu harus tahu apa kesalahan mu jika meminta maaf " Lanjutnya saat Iin hanya terdiam di tempatnya " Ke luar lah " Usir Brad tanpa menatap Iin yang berdiri di sampingnya .
Jangan berharap lebih ,di sini kamu hanya pelayan nya bonus simpanan nya Ucap Iin dalam hati .
Ada rasa sesak dan sakit tapi dia harus tetap bertahan demi Salsa setidaknya hanya itu yang bisa dia lakukan sekarang karena di sini mereka bisa aman .
Brad memijat pangkal hidungnya, kepalanya terasa pusing setelah pembahasan dengan orang tuanya sepanjang perjalan pulang keduanya tidak membuka suara sama sekali .
Sesampai nya di lantai bawa Iin tidak langsung ke dapur dia lebih dulu ke kamar Salsa di mana Bibi selalu bersama dengannya .
" Bibi bisa istirahat, Salsa biar sama saya " Ujar Iin lembut .
" Tapi Non salsa belum sarapan Non " Jawab Pelayan sopan.
" Tidak papa ,biar sama aku saja " Jawab Iin tersenyum .
" Kalau begitu saya permisi Non " Ujar pelayan.
" Iya Bi, makasih " Jawab Iin ,dia tidak pernah lupa mengucapkan terima kasih pada pengasuh salsa .
" Anak Mami sudah cantik ,kita sarapan dulu di dapur ya" Salsa mengaguk tersenyum lalu merentangkan tangannya meminta di gendong " Lapal " Ucap nya mengusap perutnya membuat Iin tertawa kecil .
__ADS_1
🪵
🪵
" Hubby " Erland hanya diam saja sambil mengusap perut Aurellia dengan lembut di mana wanita itu duduk di depannya sambil bersandar di dadanya .
" Seperti nya Orang tua Brad tidak setuju dengan hubungan mereka " Ujar Aurellia .
" Apa karena Iin janda ? Tapi kan itu bukan keinginan nya semuanya karena ulah manusia yang tidak tahu diri itu " Omel Aurellia kesal .
" Syukur mereka bukan keluarga ku ,jika iya ! Sudah ku racuni satu persatu ,belum lagi mantan suaminya itu seperti nya dia jelmaan iblis " Lanjutnya memburu .
" Jangan membahas orang lain " Ucap Erland lembut namun penuh penekanan .
" Iin bukan orang lain By ,tapi ...."
" Aurellia " Aurellia memanyunkan bibirnya lalu menatap ke samping di mana Erland hanya diam saja " Selalu nya " protes Aurellia .
" Fokus pada kehamilan mu,jangan memikirkan hal yang bukan urusanmu ! Aku tidak ingin otak anakku rusak karena mommy nya mengurus hal yang tidak penting " Ujar Erland .
PLak
Aurellia memukul lengan Erland yang sejak tadi mengusap perutnya .
" Mana bisa kaya gitu " Jawab Aurellia kesal .
" Sebentar pergilah dengan pengawal ,jangan membawa Iin atau Salsa, kehidupan mereka belum aman dan aku tidak ingin karena itu kamu kena imbasnya ,kamu paham kan maksud ku " Aurellia mengaguk pelan ,padahal dia sudah berencana untuk mendekat kan Iin pada Isna untuk langkah awal .
" Aku bukannya melarang mu tapi untuk sekarang jangan dulu ,jika mereka melihat mu bersama nya itu artinya kehidupan mu juga akan terusik " Lanjutnya dengan lembut .
" Iya Hubby aku ngerti ,tidak usah di jelaskan ! " Jawab Aurellia kesal .
" Aku hanya memberi tahu Aurellia ,karena otakmu tidak bisa bekerja dengan baik " Cibir Erland .
"Jika tidak bekerja dengan baik, aku tidak mungkin menjadi sekertaris mu " Jawab Aurellia cepat .
"Kamu menjadi sekertaris hanya pelengkap saja ,tidak lebih dari itu " Aurellia langsung menegangkan tubuhnya tapi dengan cepat Erland menahannya dan kembali menyadarkan tubuhnya di dadanya " Hei ,Opa memilih ku karena aku pintar " Ujar Aurellia menggebu-gebu.
pertengkaran keduanya terus berlanjut entah sampai kapan berkahir nya ,padahal mereka tidak harus membahas hal itu bukan ,tapi keduanya menikmati masa-masa seperti ini berdebat dan saling menyalahkan tanpa memikirkan apa pun .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟