London Love Story

London Love Story
Ketiga wanita hamil


__ADS_3

" Selamat pagi tuan ,nyonya " Peserta di situ menatap ke arah sumber suara .


" Kau bawa barang nya " Tanya Erland yang sudah berdiri dari duduknya .


" Iya Tuan " Jawabnya memberikan kotak pada Erland " Periksa " Brad menerima ponsel dari Erland lalu menatap Erland kembali karena yang ada di tangan nya saat ini ponsel Aurellia .


"Tunggu aku di belakang " Titah Erland lalu meninggalkan mereka begitu saja menuju lantai dua .


" Ada masalah " Tanya Henry menatap Brad .


" Tidak ada tuan " Jawab Brad serius.


" Pergilah sebelum bosmu kembali " Brand mengaguk " Permisi tuan , Nyonya " Pamit Brad meninggalkan peserta di situ.


" Apa tadi itu ponsel Aurellia " Tanya Alan menatap satu persatu peserta yang ada di situ .


" Bisa jadi " Jawab Henry acuh .


" Seperti nya ada hal yang terjadi " Timpal Jeje .


" Brad bisa mengatasi nya tidak perlu khawatir " Ujar Henry tenang .


Di dalam kamar Erland menatap Aurellia masih tertidur begitu pulas ,mungkin karena bangun terlalu pagi lalu mengeluarkan semua isi perut nya belum lagi dia tidak terlalu makan banyak karena lagi² dia muntah .


Erland meletakan ponsel yang di berikan Brad di atas meja samping tempat tidur tanpa niat membangun kan sang istri .


Lalu ke luar kembali dari kamarnya untuk menemui Brad yang menunggunya di halaman belakang ,karena ada hal penting yang ingin dia bicara kan .


Erland menuruni tangga satu persatu saat sampai di bawah dia hanya melirik sebentar ke arah peserta yang duduk di sofa lalu berjalan ke arah belakang .


" Kau sudah memeriksa nya " Brad menatap kebelakang lalu memasukan ponsel yang ada di tangan nya sala saku celananya .


" Sudah tuan " Jawab Brad, Erland duduk di kursi samping kolam renang di susul Brad .


" Temui dia di cafe malam ini sesuai isi pesan itu " Ujar Erland .


" Apa tuan tidak ingin langsung bertemu dengannya " Erland menggeleng " Tidak untuk sekarang ,Kamu sudah menyiapkan semuanya " Brad mengaguk.


" Kita berangkat jam 8 tuan ,Nona Siska dan Ayah nya sudah di amankan sebelum nya mereka ingin kabur " Erland menarik sudut bibirnya ke atas .


" Katakan pada mereka untuk tidak melakukan apa pun , berikan mereka yang terbaik bagaimana pun mereka tahanan yang berharga " Ujar Erland menatap lurus ke depan .


" Baik tuan " Jawab Brad serius .


" Apa Nona Aurellia akan ikut bersama kita Tuan " Tanya Brad menatap Erland .


" Menurut mu bagaimana " Bukannya menjawab Erland malah balik bertanya membuat Brad menatapnya bingung .


" Bukannya tuan meninggalkan nya di sini seperti permintaan Nyonya Amanda " Jawab Brad terbata .


" Ya " Erland menghela nafas panjang" Tapi melihat nya seperti tadi pagi membuatku khawatir untuk meninggalkan dia " Lanjutnya lagi .


" Nyonya Adara dan yang lainnya pasti akan membantu Nona Aurellia " Ujar Brad pelan.

__ADS_1


" Ya aku tahu, tapi aku tidak yakin dengan nya " Brad langsung terdiam karena ucapan pria itu benar .


Lagian siapa yang bisa bersifat biasa saja jika sudah seperti ini, yang awalnya hanya anak dari seorang pengawal kini menjadi istri dari anak bos mereka , apalagi Aurellia tahu jika Erland masih mencintai Wanita lain , pasti itu sangat tidak nyaman untuk nya berada di satu rumah dengan wanita itu .


Bahkan memikirkan itu pun Brad merinding itu kepada dia memilih bekerja dengan Brad saat di berikan pilihan oleh ayah nya dan syukur juga Henry memilih dirinya .


" Mungkin Nona Aurellia hanya belum terbiasa Tuan ,jika sudah menerima nya dia akan seperti Nona Nova " Mendengar nama Nova membuat Erland memicing kan matanya menatap Brad .


Glek


Brad menelan ludahnya dengan susah payah !!


" Kau sudah bosan hidup " Brad menggeleng cepat " Maaf tuan , seperti nya otak kecil ku sedang bermasalah " Jawab Brad menundukan kepalanya.


" Pergilah periksa, aku tidak ingin mempekerjakan mu jika bodoh " Ujar Erland kesal .


" Baik tuan ,kalau begitu saya permisi dulu , mari tuan " Brad meninggalkan Erland sendirian di sana .


Huh


Erland menyandarkan kepalanya di kursi panjang itu lalu kedua kakinya di naikan ke atas .


" Kenapa terasa membingungkan " Ujar Erland dengan helaan napas panjang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ceklek


Erland kembali ke kamar setelah lama berdiam diri di samping kolam renang .


" Sudah bangun " Aurellia mengaguk " Tuan dari mana ? " Tanya Aurellia lembut .


" Di bawah ,tadi membahas sesuatu sama Brad " Jawab Erland duduk di ujung tempat tidur menghadap sang istri .


" Apa saya tidak bisa ikut " Erland mengaguk sebagai jawabannya membuat Aurellia menunduk sedih " Menurut lah biar kalian baik² saja " Ujar Erland Lembut .


" kami baik² saja tuan, bukan kah kata ibu hal biasa orang hamil mual " Tanya Aurellia menatap Erland .


" Aku tahu, tapi kehamilan mu masih muda Lia ,aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu dengan kalian " Jawab Erland .


" Tapi.... tapi saya tidak nyaman berada di sini, maaf " Ujar Aurellia mengeluarkan isi hatinya ,perlahan Erland menarik Aurellia dalam pelukannya.


" Hanya sebentar ,aku akan bicara sama Oma nantinya karena mommy sibuk dengan anak Abang " Aurellia membalas pelukan Erland menenggelamkan Wajahnya di dada Erland .


" Besok aku berangkat jam 8, kamu tetap di rumah tidak usah mengantar ku " Ujar Erland melepaskan pelukannya ,lalu dia menatap ke atas meja mengambil benda yang di berikan Brad tadi " Ponsel mu " Aurellia menerima benda itu lalu menatap sang suami .


" Yang lama aku sudah buang " Aurellia mengaguk tidak ingin bertanya atau protes " Makasih " Jawabnya lalu membolak-balik kan ponsel pemberian Erland.


" Apa nanti saya bisa menghubungi tuan " Erland mengaguk " Bisa, asal tidak waktu istirahat mu !! " Aurellia mengaguk paham .


" Ayo kita turun ke bawah,anak² sudah selesai sekolahnya " Aurellia mengaguk lalu menyimpan kembali ponselnya di atas meja .


🪵

__ADS_1


🪵


" Sudah bangun ,gimana perasaan nya sudah baikan " Tanya Adara lembut .


" Iya Nyonya ,maaf saya baru bisa bergabung " Ujar Aurellia gugup .


" Tidak papa,kami juga tidak melakukan apa pun hanya duduk-duduk melihat para tuyul itu bermain "Ujar Alan menatap para bocil yang sibuk berlari ke sana kemari bahkan mereka belum berganti pakaian setelah selesai sekolah .


" Bibi rujaknya di bawah ke sini ya " Pintah Erland pada pelayan yang hendak ke atas .


" Baik tuan " Jawab pelayan sopan.


" Besok perginya jam berapa " Tanya Henry .


" Jam 8 " Jawab Erland seadanya.


" Aurellia di sini kan Nak " Tanya Elvi menatap Erland dan Aurellia bergantian.


" Iya Oma " Jawab Erland .


" Tidak usah sungkan ,jika menginginkan apa pun katakan saja, Nanti tiap pagi Oma ke kamar jadi tidak usah khawatir " Ujar Elvi lembut .


" Iya Nyonya " Jawab Aurellia tersenyum .


" Eyang mana Opa " Tanya Erland


" Ke rumah sakit sama Opa dan Oma Ana " Jawab Henry,Erland tidak bertanya lagi .


Tidak berselang lama rujak yang di minta Erland sudah datang di letakan di atas meja .


" Non mari " Ujar Aurellia menatap Nova dan Vika .


" Ah kau mau berbagi ,baiklah " Jawab Nova lalu turun dari sofa duduk di atas karpet bulu begitu juga dengan Vika .


" Makasih " Ujar Vika lembut .


Aurellia pun ikut duduk di Karpet bulu karena kedua wanita itu duduk di karpet , Erland tersenyum tipis lalu mengelus kepala Aurellia dengan pelan karena wanita itu duduk di depan nya .


" Jika kurang nanti kita beli lagi " Aurellia hanya menggaguk sebagai jawabannya .


" Oh God !! Aku tidak bisa bayangkan jika ketiga wanita ini melahirkan di waktu yang sama , aku akan menghilang sementara waktu " Gumam Alan pelan .


" Ya dan aku akan meminta Raymond kembali ke perusahaan dan memaksa kan diriku untuk lembur " timpal Henry .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2