
" Selamat pagi tuan ,nyonya " Peserta di situ menatap ke arah sumber suara .
" Kau bawa barang nya " Tanya Erland yang sudah berdiri dari duduknya .
" Iya Tuan " Jawabnya memberikan kotak pada Erland " Periksa " Brad menerima ponsel dari Erland lalu menatap Erland kembali karena yang ada di tangan nya saat ini ponsel Aurellia .
"Tunggu aku di belakang " Titah Erland lalu meninggalkan mereka begitu saja menuju lantai dua .
" Ada masalah " Tanya Henry menatap Brad .
" Tidak ada tuan " Jawab Brad serius.
" Pergilah sebelum bosmu kembali " Brand mengaguk " Permisi tuan , Nyonya " Pamit Brad meninggalkan peserta di situ.
" Apa tadi itu ponsel Aurellia " Tanya Alan menatap satu persatu peserta yang ada di situ .
" Bisa jadi " Jawab Henry acuh .
" Seperti nya ada hal yang terjadi " Timpal Jeje .
" Brad bisa mengatasi nya tidak perlu khawatir " Ujar Henry tenang .
Di dalam kamar Erland menatap Aurellia masih tertidur begitu pulas ,mungkin karena bangun terlalu pagi lalu mengeluarkan semua isi perut nya belum lagi dia tidak terlalu makan banyak karena lagi² dia muntah .
Erland meletakan ponsel yang di berikan Brad di atas meja samping tempat tidur tanpa niat membangun kan sang istri .
Lalu ke luar kembali dari kamarnya untuk menemui Brad yang menunggunya di halaman belakang ,karena ada hal penting yang ingin dia bicara kan .
Erland menuruni tangga satu persatu saat sampai di bawah dia hanya melirik sebentar ke arah peserta yang duduk di sofa lalu berjalan ke arah belakang .
" Kau sudah memeriksa nya " Brad menatap kebelakang lalu memasukan ponsel yang ada di tangan nya sala saku celananya .
" Sudah tuan " Jawab Brad, Erland duduk di kursi samping kolam renang di susul Brad .
" Temui dia di cafe malam ini sesuai isi pesan itu " Ujar Erland .
" Apa tuan tidak ingin langsung bertemu dengannya " Erland menggeleng " Tidak untuk sekarang ,Kamu sudah menyiapkan semuanya " Brad mengaguk.
" Kita berangkat jam 8 tuan ,Nona Siska dan Ayah nya sudah di amankan sebelum nya mereka ingin kabur " Erland menarik sudut bibirnya ke atas .
" Katakan pada mereka untuk tidak melakukan apa pun , berikan mereka yang terbaik bagaimana pun mereka tahanan yang berharga " Ujar Erland menatap lurus ke depan .
" Baik tuan " Jawab Brad serius .
" Apa Nona Aurellia akan ikut bersama kita Tuan " Tanya Brad menatap Erland .
" Menurut mu bagaimana " Bukannya menjawab Erland malah balik bertanya membuat Brad menatapnya bingung .
" Bukannya tuan meninggalkan nya di sini seperti permintaan Nyonya Amanda " Jawab Brad terbata .
" Ya " Erland menghela nafas panjang" Tapi melihat nya seperti tadi pagi membuatku khawatir untuk meninggalkan dia " Lanjutnya lagi .
" Nyonya Adara dan yang lainnya pasti akan membantu Nona Aurellia " Ujar Brad pelan.
__ADS_1
" Ya aku tahu, tapi aku tidak yakin dengan nya " Brad langsung terdiam karena ucapan pria itu benar .
Lagian siapa yang bisa bersifat biasa saja jika sudah seperti ini, yang awalnya hanya anak dari seorang pengawal kini menjadi istri dari anak bos mereka , apalagi Aurellia tahu jika Erland masih mencintai Wanita lain , pasti itu sangat tidak nyaman untuk nya berada di satu rumah dengan wanita itu .
Bahkan memikirkan itu pun Brad merinding itu kepada dia memilih bekerja dengan Brad saat di berikan pilihan oleh ayah nya dan syukur juga Henry memilih dirinya .
" Mungkin Nona Aurellia hanya belum terbiasa Tuan ,jika sudah menerima nya dia akan seperti Nona Nova " Mendengar nama Nova membuat Erland memicing kan matanya menatap Brad .
Glek
Brad menelan ludahnya dengan susah payah !!
" Kau sudah bosan hidup " Brad menggeleng cepat " Maaf tuan , seperti nya otak kecil ku sedang bermasalah " Jawab Brad menundukan kepalanya.
" Pergilah periksa, aku tidak ingin mempekerjakan mu jika bodoh " Ujar Erland kesal .
" Baik tuan ,kalau begitu saya permisi dulu , mari tuan " Brad meninggalkan Erland sendirian di sana .
Huh
Erland menyandarkan kepalanya di kursi panjang itu lalu kedua kakinya di naikan ke atas .
" Kenapa terasa membingungkan " Ujar Erland dengan helaan napas panjang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ceklek
Erland kembali ke kamar setelah lama berdiam diri di samping kolam renang .
" Sudah bangun " Aurellia mengaguk " Tuan dari mana ? " Tanya Aurellia lembut .
" Di bawah ,tadi membahas sesuatu sama Brad " Jawab Erland duduk di ujung tempat tidur menghadap sang istri .
" Apa saya tidak bisa ikut " Erland mengaguk sebagai jawabannya membuat Aurellia menunduk sedih " Menurut lah biar kalian baik² saja " Ujar Erland Lembut .
" kami baik² saja tuan, bukan kah kata ibu hal biasa orang hamil mual " Tanya Aurellia menatap Erland .
" Aku tahu, tapi kehamilan mu masih muda Lia ,aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu dengan kalian " Jawab Erland .
" Tapi.... tapi saya tidak nyaman berada di sini, maaf " Ujar Aurellia mengeluarkan isi hatinya ,perlahan Erland menarik Aurellia dalam pelukannya.
" Hanya sebentar ,aku akan bicara sama Oma nantinya karena mommy sibuk dengan anak Abang " Aurellia membalas pelukan Erland menenggelamkan Wajahnya di dada Erland .
" Besok aku berangkat jam 8, kamu tetap di rumah tidak usah mengantar ku " Ujar Erland melepaskan pelukannya ,lalu dia menatap ke atas meja mengambil benda yang di berikan Brad tadi " Ponsel mu " Aurellia menerima benda itu lalu menatap sang suami .
" Yang lama aku sudah buang " Aurellia mengaguk tidak ingin bertanya atau protes " Makasih " Jawabnya lalu membolak-balik kan ponsel pemberian Erland.
" Apa nanti saya bisa menghubungi tuan " Erland mengaguk " Bisa, asal tidak waktu istirahat mu !! " Aurellia mengaguk paham .
" Ayo kita turun ke bawah,anak² sudah selesai sekolahnya " Aurellia mengaguk lalu menyimpan kembali ponselnya di atas meja .
🪵
__ADS_1
🪵
" Sudah bangun ,gimana perasaan nya sudah baikan " Tanya Adara lembut .
" Iya Nyonya ,maaf saya baru bisa bergabung " Ujar Aurellia gugup .
" Tidak papa,kami juga tidak melakukan apa pun hanya duduk-duduk melihat para tuyul itu bermain "Ujar Alan menatap para bocil yang sibuk berlari ke sana kemari bahkan mereka belum berganti pakaian setelah selesai sekolah .
" Bibi rujaknya di bawah ke sini ya " Pintah Erland pada pelayan yang hendak ke atas .
" Baik tuan " Jawab pelayan sopan.
" Besok perginya jam berapa " Tanya Henry .
" Jam 8 " Jawab Erland seadanya.
" Aurellia di sini kan Nak " Tanya Elvi menatap Erland dan Aurellia bergantian.
" Iya Oma " Jawab Erland .
" Tidak usah sungkan ,jika menginginkan apa pun katakan saja, Nanti tiap pagi Oma ke kamar jadi tidak usah khawatir " Ujar Elvi lembut .
" Iya Nyonya " Jawab Aurellia tersenyum .
" Eyang mana Opa " Tanya Erland
" Ke rumah sakit sama Opa dan Oma Ana " Jawab Henry,Erland tidak bertanya lagi .
Tidak berselang lama rujak yang di minta Erland sudah datang di letakan di atas meja .
" Non mari " Ujar Aurellia menatap Nova dan Vika .
" Ah kau mau berbagi ,baiklah " Jawab Nova lalu turun dari sofa duduk di atas karpet bulu begitu juga dengan Vika .
" Makasih " Ujar Vika lembut .
Aurellia pun ikut duduk di Karpet bulu karena kedua wanita itu duduk di karpet , Erland tersenyum tipis lalu mengelus kepala Aurellia dengan pelan karena wanita itu duduk di depan nya .
" Jika kurang nanti kita beli lagi " Aurellia hanya menggaguk sebagai jawabannya .
" Oh God !! Aku tidak bisa bayangkan jika ketiga wanita ini melahirkan di waktu yang sama , aku akan menghilang sementara waktu " Gumam Alan pelan .
" Ya dan aku akan meminta Raymond kembali ke perusahaan dan memaksa kan diriku untuk lembur " timpal Henry .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟