
Setelah melewati pagi yang begitu melelahkan bagi Aurellia, Kini dia ikut bergabung bersama keluarga suaminya .
" Sudah baikan " Tanya Adara lembut .
" Iya Mom " Jawab Aurellia jujur .
" Kenapa tidak tunggu di kamar saja ,biar pelayan antar ke sana " Ujar Adara .
" Tidak papa Mom, Di kamar kepala ......" Ucapan Aurellia terhenti begitu saja saat mendengar suara seseorang yang begitu di rindukan nya .
" Morning " sapa Erland mencium kepala Aurellia lalu menatap Nora tersenyum .
Sedangkan peserta yang ada di meja makan itu sama halnya dengan Aurellia khususnya para wanita .
" Kapan datang " Tanya Adara bahagia .
" Semalam Mom " Jawabnya ,lalu menarik kursi di samping Aurellia yang di mana wanita itu masih terdiam .
" Koh tidak bilang " Erland hanya memberikan senyuman pada Adara ,fokusnya pada Aurellia yang masih terdiam .
" Kenapa ?" Tanya Erland lembut sambil memegang lengan sang istri hingga membuat Aurellia kaget .
" Hei ,are you ok " tanya Erland lagi membuat peserta di meja makan itu menetap ke arah Aurellia .
" Ah iya ,tidak papa " Jawabnya sambil menggeleng .
" Maaf " Ujarnya lagi ,entah Aurellia sendiri bingung kenapa dia menjadi diam , tadi dia hanya kaget dan berharap dia sedang tidak berhalusinasi tapi memang tidak .
" Kenapa Hm " Tanya Erland sambil mengelus perut Aurellia yang sedikit membuncit membuat pria itu tersenyum .
Sekilas dia menatap perut Aurellia jika di lihat seperti ini memang tidak terlihat tapi saat kita menyentuh nya perut nya akan ketahuan .
" Kamu membuatnya kaget Dek " Ujar Edward .
" Sorry , semalam aku sengaja tidak menemui mu karena sudah sangat larut dan tidak ingin mengganggu tidurmu " Ujarnya jujur .
" jam berapa " Tanya Aurellia terbata .
" Jam 3 kurang " Aurellia tidak bertanya lagi .
" Sudah, nanti di lanjutkan sekarang sarapan dulu " Ujar Ana membuka suaranya .
" Eyang kira kamu tidak akan kembali " Sindir Daddy Radit.
" Ya , pengen nya seperti itu tapi ada seseorang yang mengirim pesan mengumpat dan mengancam ku " Sindir Erland menatap pria yang hanya fokus pada sarapan yang di buatkan istri nya .
" Ya adek harus bersyukur dia hanya mengumpat dan mengancam mu ,tidak langsung menemui mu dan membunuh mu langsung " Jawab Reza tertawa kecil .
" Padahal aku sudah meminta Brad , untuk menjemput Lia " Ujar Erland lagi .
" Aku akan membunuh mu benaran jika kau menjemput nya " Ujar Henry ketus .
" Apa Opa yakin ?? Bahkan Erland tidak seyakin itu " Jawabnya tersenyum miring .
" Stop, habiskan makan nya sayang, setelah ini kamu ke butik " Erland mengaguk tersenyum .
" Temani Ok " Titahnya pada Aurellia yang hanya mengaguk .
🪵
__ADS_1
🪵
Setelah sarapan Erland dan Aurellia kembali ke kamar untuk bersiap karena dia akan menemani pria itu ke butik .
Tapi ada yang membuat Erland bingung karena sang istri banyak diam,hingga Erland membawa wanita itu duduk ke sofa .
" Kenapa " Aurellia menggeleng " Lia " panggil Erland rendah .
" Saya tidak papa tuan " Jawabnya lagi menatap Erland yang juga menatap nya .
" Kau tidak pintar berbohong Aurellia " Aurellia langsung menundukan kepalanya ,apa ekspresi wajahnya begitu terbaca hingga Erland tahu .
" Kenapa " Ulang nya lagi .
"Bukannya kita akan ke butik " Tanya Aurellia tersenyum lembut .
" Aurellia Alexander putri "
" Saya baik² saja ,tuan tidak perlu khawatir begitu juga anak² tuan mereka ...."
" Aurellia " Bentak Erland keras menatap Aurellia tajam yang hanya tersenyum lebih tepatnya mempertahankan senyuman nya .
" Saya ambil tas ...."
" Tidak perlu ,saya akan pergi sendiri " Potong Erland langsung berdiri meninggalkan Aurellia begitu saja .
" I...ya ,hati² " Ujar Aurellia serak sambil menatap pintu yang sudah tertutup rapat dengan keras .
Huh
Aurellia menarik napasnya panjang lalu di hembuskan dengan pelan , Aurellia melakukan itu berkali-kali hingga dia merasa lebih baik .
" Tidak papa ,kamu bisa Aurellia " Aurellia mengusap perutnya " Ibu mohon jangan sakit ya " Pinta nya dengan lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Di kamar " Jawab Erland seadanya melanjutkan langkahnya tanpa mempedulikan peserta yang ada disitu .
" Temui Aurellia " Titah Daddy Radit .
" Iya Opa " Jawab Adara langsung berdiri meninggalkan peserta di situ .
🪵
🪵
Tok ...tok
" Sayang ini Mommy " Ujar Adara lembut .
" Boleh mommy masuk " Adara menempel kan kuping nya di pintu tapi memang tidak ada suara apa pun.
Tidak ingin terjadi sesuatu Adara langsung membuka pintu dan syukur pintu nya tidak terkunci hingga dia bisa masuk .
" Sayang " Panggil Adara langsung mendekati Aurellia " Mana yang sakit " Tanya Adara panik .
" Tunggu sebentar ya " Adara langsung berdiri ke luar dari kamar Aurellia .
" Ibu mohon.....Sssstttt " Aurellia mencoba menahan perut nya dan terus memberi usapan yang lembut .
__ADS_1
Tidak berselang lama satu persatu penghuni rumah itu masuk dalam kamar meninggalkan Daddy Radit ,Nova dan Vika .
Tanpa mengatakan apa pun Henry langsung menggendong Aurellia membawa nya ke luar dari ruangan .
" Jangan menyakiti mommy kalian twins ,Opa akan marah " Ujar Henry tegas sambil membawa Aurellia di ikuti yang lainnya .
" Shiit " Umpat Henry saat merasakan tangan nya basah lalu menatap Aurellia yang semakin pucat .
" Hubungi Davin atau Alister atau siapa pun " Titah Henry tegas .
BRAK
Henry menendang pintu ruangan perawatan di mana Amanda sudah berada di dalam .
" Cepat periksa ,usahakan mereka baik² saja " Titah Henry setelah membaringkan Aurellia dia tidak peduli lagi dengan tangan nya yang berdarah .
" Sayang jangan tidur ya ,Oma di sini Hm " Elvi mengelus kepala Aurellia dengan lembut mencoba menahan Aurellia untuk tetap sadar .
🪵
🪵
🪵
" Hen " Henry mengatur napasnya untuk tidak meledak hingga berimbas pada yang lainnya .
" Diam " Ujarnya dengan napas memburu membuat Jeje dan Alan diam .
Penghuni rumah itu menunggu di luar ruangan dengan perasaan campur aduk .
Beberapa menit kemudian pintu terbuka lebar di mana Amanda menghampiri mereka dengan wajah panik hingga membuat mereka tegang .
"Papi tolong siapkan mobil ,sekalian sama pakaian Aurellia kita ke rumah sakit " Pintanya dengan serius .
" Ah iya " Jawab Jeje terbata
" Daddy ..." Henry langsung masuk tanpa menunggu ucapan Amanda selesai .
" Sayang ....jangan buat Oma takut " Ujar Elvi sesegukan .
Henry mengakat kembali tubuh Aurellia sedangkan Elvi memegang botol infus ke luar dari ruangan itu sambil Menangis .
"Ibu pergi saja ,Raine akan di sini " Elsa langsung mengaguk cepat " Hubungi suami mu sayang " Riane langsung mengaguk " Iya Bu " Jawabnya .
" Eyang ....Eyang " Pekik Nova dan Vika saat melihat Daddy Radit memegang dadanya membuat Alan menatap ke belakang .
" Daddy " Panggil Alan berjongkok di depan Daddy Radit .
" Opa baik² saja kan " Tanya Riane serak yang ikut berjongkok bahkan di sampai mengabaikan ponselnya yang sudah terhubung dengan suamimya .
" Opa " panggil Riane lirih, Alan langsung mengakat tubuh Daddy Radit di ikuti Riane dan meninggalkan Nova dan Vika di rumah besar itu tentunya bersama penjaga .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘