
" Sudah pulang " Erland menatap ke sumber suara di mana bukan hanya ada Edward saja tapi ada Xana dan adik kembarnya , Kanz ,Ghozi ,Gani yang entah sejak kapan mereka berada di rumah itu .
" Ya " Jawab Erland seadanya .
" Bawa Nora ke kamarmu , pelayan sudah menunggu nya " Ujar Eric .
" Ini sudah larut apa tidak bisa besok saja ,aku lelah " Ujar Erland dia paham ke mana nantinya mereka .
" Lalu kau kira kami tidak lelah, bahkan kami lebih Lelah " Jawab Gani ketus .
" Maka pulang lah dan tidur dengan damai " Jawbanya lalu meninggalkan mereka membawa tubuh Nora yang sudah tertidur di perjalanan setelah kembali dari mengantar Aurellia .
Erland masuk dalam kamarnya yang tidak tertutup karena di dalam ada pelayan .
" Jaga Nora, jangan meninggalkan nya sebelum aku kembali " Ujar Erland serius.
" Baik tuan muda Erland " Jawab pelayan .
Erland meletakan tubuh Nora dengan pelan lalu mengambil pembatas untuk Nora agar tidak jatuh .
" Jika tidak memikirkan kamu Keponakan ku sudah aku nikahi " Gumamnya tersenyum
Setelah itu dia masuk dalam ruangan gantinya mengambil Jaket nya ,sekilas dia menatap ke arah tempat tidur lalu ke luar dari kamarnya menutup pintu kamarnya rapat .
" Ayo " Ajak Edward saat melihat Erland sudah berjalan ke arah mereka .
" Tunggu dulu " Mereka langsung menatap Erland .
" Kita ke club' bukan " Semuanya mengaguk " Mau ngapain " Tanya Erland .
" Cuci mata " Jawab Ghozi
" Hanya itu " Tanya nya lagi .
" Katakan saja tidak usah berputar² " Timpal Rangga kesal .
" Wine ,Vodka deal " Ujarnya tersenyum miring .
" Deal " Jawab Mereka bersamaan lalu ke luar dari mobil itu dengan mobil masing-masing hanya Xana dan si kembar yang memaki satu mobil jika tidak begitu Queen akan melarang mereka .
15 menit mereka sudah sampai di club' yang perna di kunjungi Edward dan yang lainnya .
Para pengunjung langsung menatap ke arah mobil mewah yang berjejer dengan rapi mereka penasaran siapa pemilik dari mobil yang semuanya dari koleksi Bugatti hanya satu yang memaki mobil Rolls tapi jangan salah harganya pun tidak jauh berbeda dengan mereka .
Satu persatu mereka ke luar dari dalam mobil membuat para wanita menjerit saat tahu pemilik dari masing-masing mobil itu .
Tanpa mempedulikan teriakan para wanita yang ada di liar club' itu mereka langsung masuk di mana kehadiran mereka sudah di tunggu pemilik club' itu dan langsung di antar ke lantai dua yang sengaja sudah di kosong kan sebelum kedatangan mereka .
" Wine , Vodka " Titah Erland menatap pria yang ada di depannya .
" Baik tuan " Jawabnya lalu meninggalkan mereka .
" Bicht " Gumam Ghozi saat melihat para wanita yang berjoget dengan liar bahkan mereka tidak peduli dengan pria yang terus menjamah mereka .
" Apa uang segitu gilanya " Tanya Kanz menggeleng .
__ADS_1
Tidak berselang lama minuman pesanan mereka sampai pelayan langsung menuangkan di gelas mereka masing-masing .
Erland langsung mengambil jelasnya lalu meneguknya sekali membuat mereka menatap nya dengan mata melotot .
" Ade " Tegur Eric yang hanya di tanggapi dengan senyuman .
Pelayan kembali menuangkan di gelas Erland dan langsung di minum begitu juga.
" Gila " Pekik Randy menggeleng .
" Ayo kita turun " Ujar Erland langsung berdiri .
" Mau ke mana " Tanya Edward menahan tangan Erland .
" Apa kita ke sini hanya untuk duduk minum dan pulang ,Come'n " Jawab Erland tertawa kecil .
" Apa kamu sudah mabuk " Tanya Gani .
" Apa aku terlihat seperti orang mabuk ' Jawabnya menaikan alisnya sebelah .
" Maaf saya terlambat tuan " Erland mengapa Brad yang baru saja sampai .
' Minumlah baru kita bersenang-senang " Ujar Erland, Brad langsung mengambil gelas lalu meneguk nya hingga tandas membuat yang ada di situ melototkan matanya .
" Seperti nya mereka sudah terbiasa " Ujar Bara menggeleng .
" Jangan macem² Erland " Tegur Rangga serius .
" Semuanya akan baik² saja " Jawabnya lalu keduanya turun ke lantai dansa dengan tegap seperti nya alkohol yang mereka minum tadi tidak berarti papa setelah masuk dalam tubuh mereka
Tidak ingin terjadi papa dengan Erland dan Brad , Edward meminta pengawal untuk menjaga di sekitaran mereka apa lagi Erland akan menikah .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya meja makan tampak sepi di mana para bujangan dan juga hot Daddy masih terlelap di kamar mereka hanya ada para istri mereka .
" Suami mu mana " Tanya Raine menatap Vika .
" Tidur Ma " Jawab Vika .
" Tidur ,bukannya dia harus keperusahan " Tanya Riane bingung .
" Biarkan saja Ma " Ujar Reza .
" Tapi Pa ..." Riane mengehentikan suaranya saat Reza menatap nya .
" Morning " Para peserta menatap Erland yang ikut bergabung bersama Nora yang selalu menempel padanya .
" Kamu tidak tidur Nak " Tanya Adara lembut
" Tidur " Jawab Erland mendudukkan Nora di kursi nya ,lalu berjalan ke arah kursinya .
" Apa mereka belum bangun " Tanya Erland menatap kursi yang kosong .
" Seperti yang kamu lihat " Jawab Raymond .
__ADS_1
" Apa mereka selemah itu " Cibir Erland menggeleng .
" Cih " Lidah Henry berdecak kesal menatap Erland .
" Why " Tanya Erland mengambil roti yang sudah di siapkan .
" Kau membuat mereka seperti orang Bodoh ,kamu tahu mereka jarang minum dan kamu memesan minuman yang beralkohol tinggi " Ujar Henry kesal .
" Erland memesan wine " Jawab Erland .
" Lalu Vodka " Erland hanya tertawa kecil .
" Biar ada rasa " Jawabnya tertawa pelan .
" Opa jadi penasaran " Jeje menatap Erland " Mau coba " Tantang Erland tersenyum miring .
" Jangan macem-macem Boy, kamu sudah mau menikah jangan terus mengonsumsi barang tersebut sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah " Ujar Raymond pelan namun penuh penekanan .
" Iya Dad " Jawab Erland serius .
" Minum dulu, awas kalau Oma dengan kamu masih minum dan membuat kakak mu dan adikmu mabuk " Elvi memberikan minuman lemon pada Erland .
" Thanks Oma sayang " Jawab Erland tersenyum .
Sring
Henry langsung menatap tajam Erland " Jangan pernah memanggil istriku sayang " Ujarnya tegas .
" Iya Opa sayang " Jawab Erland menekan kata sayang membuat Jeje dan Alan tertawa kecil .
" Hari ini mau ke mana " Tanya Reza menatap Erland .
" Menemani nya bermain di taman " Jawabnya sambil melirik Nora .
" Apa dia yang meminta nya " Tanya Raymond , Erland mengagukan kepalanya " Tapi ...."
" Dad, jangan terus menahan mereka biarkan mereka mencari dunianya sendiri " Peserta yang ada di situ langsung terdiam .
" Kamu tahu Nora ...."
" Ya Erland tahu, maka biarkan dia melakukan apa pun yang dia mau begitu juga uang yang lainnya " potong Erland serius .
" Nora lemah karena kalian tidak mempercayai nya dan selalu menganggap nya dia sakit ,itu yang membuat nya tertekan kalian hanya perlu memperhatikan tanpa melarang nya dia melakukan apa pun ,Apa lagi ketiga kakak nya dan juga adiknya Rachel dan Richard harus ikutan seperti nya padahal mereka fine² saja " Lanjutnya lagi .
" Daddy sama Abang cukup percaya dengan Nora atau yang lainnya ,mereka akan berhenti saat tubuh mereka sudah mencapai batasnya , perhatian kecil itu sudah cukup untuk Nora tidak harus kita melarang nya melakukan ini dan itu hanya karena Daddy takut Nora sesak napas dll, Kita punya banyak uang bahkan kita bisa membeli apa yang kita mau tapi tidak dengan kebahagiaan Dad " Ucap Erland panjang lebar .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟