London Love Story

London Love Story
Hamil


__ADS_3

" Maaf tuan bisa kita bicara " Ujar dokter sambil menatap Brad dan Erland .


" Katakan saja " Jawab Erland dingin .


" Tapi tuan ...." Dokter menjeda ucapannya lalu menatap Aurellia membuat Aurellia gugup .


" Apa saya punya penyakit parah Dok " Tanya Aurellia gugup .


" Bukan Non tapi ...."


" Katakan saja " Ujar Brad,dokter menghela napas panjang lalu di hembuskan ke udara dengan kasar " Maaf sebelum nya ini bisa saja salah karena hanya prediksi saya Non, dari yang salah lihat jika Nona Aurellia lagi hamil " Jawab Dokter terbata .


Jawaban Dokter membuat suasana yang ada dalam jet pribadi itu mendadak hening bahkan ketiga manusia itu masih belum bereaksi papa dengan ucapan dokter tadi .


" Tuan ....Non " Panggil Dokter pelan hingga membuat Brad lebih dulu tersadar .


" Ah iya ,makasih dok silahkan ketempat anda " Jawab Brad .


" Baik tuan " Jawab dokter lalu meninggalkan ketiga manusia itu .


" Aurellia " Panggil Brad menyentuh pundak Aurellia membuat wanita itu tersadar dan menatap nya .


" Are you ok " Aurellia mengaguk pelan " Saya tinggal sebentar " Aurellia kembali mengaguk .


Hingga kini hanya tinggal Erland dan Aurellia tapi keduanya sama² membisu .


kenapa aku bisa lupa Ucap Aurellia dalam hati kala ingatan nya kembali berputar di mana keduanya bertengkar .


maaf Lanjutnya ,lalu memejamkan matanya bersandar di sofa .


Erland yang sejak tadi terdiam memilih berdiri menenangkan diri di kamar yang ada dalam jet pribadi itu .


" Ada apa dengan ku " Gumam Erland membuka jaketnya lalu melempar nya ke atas tempat tidur dengan kasar .


" Shiiittt " Umpat Erland mengusap wajahnya kasar lalu mendudukkan dirinya di sofa yang ada ada kamar itu .


" Bukannya aku menginginkan nya tapi kenapa ......Aakkkhhh " Erland menarik rambutnya kasar lalu membuang napasnya dengan panjang .


" Aku membenci mu sangat " Guma Erland pelan lalu memejamkan matanya dengan paksa .


Brad yang kembali tempat semula sudah tidak melihat Erland lalu dia menatap Aurellia yang hanya memejamkan matanya dengan posisi duduk.


" Istirahat lah di kamar " Aurellia membuka matanya dengan perlahan .


" Di sini saja " Jawab Aurellia .


" Pikirkan yang ada dalam perut mu , sekalipun kamu nyaman dengan posisi itu belum tentu nyaman dengannya " Jawab Brad lagi .


" Jangan beritahu ayah atau yang lainnya " Ujar Aurellia


" Aku akan membicarakan sendiri jika sudah siap nanti nya dan menyelesaikan " Lanjutnya lagi.


" Bahkan aku tidak mengatakan papa sejak tadi selain memintamu Istirahat " Jawab Brad.


" Aku tahu " Jawab Aurellia pelan


" Aku tidak tertarik dengan urusan orang ,jadi tidak perlu khawatir " Aurellia mengagguk sebagai jawabannya .


" Jika ingin makan katakan saja kau hanya minum jus pagi ini " Ucap Brad .


" Aku hanya ingin tidur " Brad tidak lagi bersuara membiarkan Aurellia membaringkan tubuhnya di sofa dengan perlahan dia mendekati Aurellia menyimpan bantal di kepalanya " Keras kepala " Aurellia hanya tersenyum tipis .


Brad kembali ke tempat duduknya yang ada di dekat Aurellia sambil menatap wanita itu .

__ADS_1


" Apa segitu nikmatnya hingga lupa memakai pengaman " Gumam Brad lirih .


Lalu dia ikut menyusul Aurellia tidur ,perjalan yang cukup jauh dan lama membuat dia memilih untuk istirahat .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menempuh perjalan yang cukup lama kini mereka sudah sampai .


Brad membangunkan Aurellia karena setelah makan wanita itu kembali mengeluarkan isi perutnya hingga membuat lemas dan tidur .


" Are you ok " Aurellia mengaguk pelan .


" pengawal akan mengantar mu ,karena aku harus mengantar tuan Erland " Lanjutnya lagi .


" Iya tidak papa " Jawab Aurellia, Brad membantu Aurellia berdiri hingga keduanya sudah berada di luar pesawat menuruni tangga dengan perlahan hingga Aurellia masuk dalam mobil .


" Apa dia baik² saja " Sekilas Brad menatap ke arah belakang di mana Erland sudah lebih dulu berada di dalam mobil .


" Seperti yang tuan lihat " Jawab Brad memasang seat belt nya .


perlahan mobil yang mereka tumpangi sudah meninggal kan bandara .


Sepanjang perjalan Aurellia terus terdiam banyak hal yang terus berputar di pikirkan nya , begitu juga Erland yang terus menghela napas panjang nya .


20 menit menempuh perjalan kini mobil yang di tumpangi Erland perlahan sudah memasuki masion .


" Tidak ada yang berubah " Gumam Erland dengan helaan napas panjang .


" Apa tuan baik² saja " Tanya Brad khawatir .


" Seharusnya begitu bukan " Jawab Erland


Tidak berselang lama para penghuni rumah itu ke luar membuat Erland dan Brad juga harus ke luar .


" Mommy sehat " Adara hanya mengaguk dalam pelukan Erland .


" Selamat malam tuan ,nyonya " Sapa Brad menunduk kepalanya .


" Malam Nak " Jawab para wanita .


Malam " Jawab para bujangan tersenyum .


" Baby, Erland baru datang biarkan dia masuk dulu " Ujar Raymond .


" Iya " Jawabnya Serak lalu menghapus air matanya .


" I'm fine " Ujar Erland saat Adara menatap nya dengan wajah khawatir secara perlahan Adara melepaskan pelukannya membiarkan Erland menghampiri yang lainnya .


" Erland merindukan Eyang " Ujar Erland berjongkok di depan Daddy Radit sambil mencium kedua tangan nya .


" Apa berat ?? " Erland hanya membalasnya dengan senyuman " Eyang sehat " Daddy Radit mengaguk sambil mengelus pundak Erland .


" Ayo masuk dulu " Ujar Henry .


" Brad ayo Nak " Ajak Adara .


" maaf nyonya itu ...."


" Pulang lah ,nanti besok ke sini " Ujar Raymond .


" Terimakasih Tuan " Jawab Brad menunduk kepalanya.


" Tidak makan dulu " Tanya Elvi lembut .

__ADS_1


" Sudah di tunggu di rumah Nyonya " Jawab Brad kikuk .


" Ah maaf, Oma sudah menahan mu !! Hati² jangan balap² salam buat orang tuamu " Jawab Elvi .


" Iya Nyonya ,kalau begitu Brad pamit dulu " Izin Brad sekali lagi .


" hubungi jika sudah sampai " Ujar Erland .


" Baik tuan " Jawab Brad lalu masuk dalam mobilnya setelah penghuni rumah besar itu mulai menghilang dari pandangan nya .


Huh !!!


Brad membuang napasnya panjang bahkan dia sampai membuka kaca mobilnya dengan lebar .


" Semakin berat ,lebih berat dari pekerjaan " Gumam Brad memikirkan Erland dan Aurellia .


" Apa secepat itu " Lanjutnya sambil menggeleng .


Sedangkan di tempat lain Aurellia yang baru saja datang langsung di peluk Rosna dan adiknya membuat wanita itu mundur beberapa langkah .


" Astaga " Gumam Aurellia .


" Sesak Bu, dek " Tegur Aurellia .


" Kami merindukan kakak " Jawab adik Aurellia .


" Tapi Kaka baru sampai Lo " jawab Aurellia


Cup


Aurellia menatap ke arah samping di mana pria yang begitu dia cintai mencium kening nya .


" Kau sakit " Aurellia menggeleng " Hanya lelah,masuk angin juga " Rehan mengaguk saja .


" Biarkan Aurellia mandi dulu sayang ,dia pasti belum makan " Rosna dan anaknya melepaskan pelukan.


" Mana anak kesayangan ayah " Tanya Aurellia menatap sekeliling nya .


" Di kamar ,dia akan ke luar kalau di panggil ' Jawab adik Aurellia tertawa kecil .


" sana mandi dulu kami tunggu di bawah " Ujar Rehan lembut .


" Bu masakan cumi bakar yang pedas ya " Ujar Aurellia menatap Rosna memohon .


" Kaka belum melupakan nya " Aurellia tertawa kecil mendengar ucapan adiknya .


" Mandi Kaka " Tegur Rehan lagi .


" Iya ayah " Jawab Aurellia memeluk Rehan sebentar baru dia naik ke kamarnya untuk membersihkan diri .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2