
" Maaf tuan bisa kita bicara " Ujar dokter sambil menatap Brad dan Erland .
" Katakan saja " Jawab Erland dingin .
" Tapi tuan ...." Dokter menjeda ucapannya lalu menatap Aurellia membuat Aurellia gugup .
" Apa saya punya penyakit parah Dok " Tanya Aurellia gugup .
" Bukan Non tapi ...."
" Katakan saja " Ujar Brad,dokter menghela napas panjang lalu di hembuskan ke udara dengan kasar " Maaf sebelum nya ini bisa saja salah karena hanya prediksi saya Non, dari yang salah lihat jika Nona Aurellia lagi hamil " Jawab Dokter terbata .
Jawaban Dokter membuat suasana yang ada dalam jet pribadi itu mendadak hening bahkan ketiga manusia itu masih belum bereaksi papa dengan ucapan dokter tadi .
" Tuan ....Non " Panggil Dokter pelan hingga membuat Brad lebih dulu tersadar .
" Ah iya ,makasih dok silahkan ketempat anda " Jawab Brad .
" Baik tuan " Jawab dokter lalu meninggalkan ketiga manusia itu .
" Aurellia " Panggil Brad menyentuh pundak Aurellia membuat wanita itu tersadar dan menatap nya .
" Are you ok " Aurellia mengaguk pelan " Saya tinggal sebentar " Aurellia kembali mengaguk .
Hingga kini hanya tinggal Erland dan Aurellia tapi keduanya sama² membisu .
kenapa aku bisa lupa Ucap Aurellia dalam hati kala ingatan nya kembali berputar di mana keduanya bertengkar .
maaf Lanjutnya ,lalu memejamkan matanya bersandar di sofa .
Erland yang sejak tadi terdiam memilih berdiri menenangkan diri di kamar yang ada dalam jet pribadi itu .
" Ada apa dengan ku " Gumam Erland membuka jaketnya lalu melempar nya ke atas tempat tidur dengan kasar .
" Shiiittt " Umpat Erland mengusap wajahnya kasar lalu mendudukkan dirinya di sofa yang ada ada kamar itu .
" Bukannya aku menginginkan nya tapi kenapa ......Aakkkhhh " Erland menarik rambutnya kasar lalu membuang napasnya dengan panjang .
" Aku membenci mu sangat " Guma Erland pelan lalu memejamkan matanya dengan paksa .
Brad yang kembali tempat semula sudah tidak melihat Erland lalu dia menatap Aurellia yang hanya memejamkan matanya dengan posisi duduk.
" Istirahat lah di kamar " Aurellia membuka matanya dengan perlahan .
" Di sini saja " Jawab Aurellia .
" Pikirkan yang ada dalam perut mu , sekalipun kamu nyaman dengan posisi itu belum tentu nyaman dengannya " Jawab Brad lagi .
" Jangan beritahu ayah atau yang lainnya " Ujar Aurellia
" Aku akan membicarakan sendiri jika sudah siap nanti nya dan menyelesaikan " Lanjutnya lagi.
" Bahkan aku tidak mengatakan papa sejak tadi selain memintamu Istirahat " Jawab Brad.
" Aku tahu " Jawab Aurellia pelan
" Aku tidak tertarik dengan urusan orang ,jadi tidak perlu khawatir " Aurellia mengagguk sebagai jawabannya .
" Jika ingin makan katakan saja kau hanya minum jus pagi ini " Ucap Brad .
" Aku hanya ingin tidur " Brad tidak lagi bersuara membiarkan Aurellia membaringkan tubuhnya di sofa dengan perlahan dia mendekati Aurellia menyimpan bantal di kepalanya " Keras kepala " Aurellia hanya tersenyum tipis .
Brad kembali ke tempat duduknya yang ada di dekat Aurellia sambil menatap wanita itu .
__ADS_1
" Apa segitu nikmatnya hingga lupa memakai pengaman " Gumam Brad lirih .
Lalu dia ikut menyusul Aurellia tidur ,perjalan yang cukup jauh dan lama membuat dia memilih untuk istirahat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menempuh perjalan yang cukup lama kini mereka sudah sampai .
Brad membangunkan Aurellia karena setelah makan wanita itu kembali mengeluarkan isi perutnya hingga membuat lemas dan tidur .
" Are you ok " Aurellia mengaguk pelan .
" pengawal akan mengantar mu ,karena aku harus mengantar tuan Erland " Lanjutnya lagi .
" Iya tidak papa " Jawab Aurellia, Brad membantu Aurellia berdiri hingga keduanya sudah berada di luar pesawat menuruni tangga dengan perlahan hingga Aurellia masuk dalam mobil .
" Apa dia baik² saja " Sekilas Brad menatap ke arah belakang di mana Erland sudah lebih dulu berada di dalam mobil .
" Seperti yang tuan lihat " Jawab Brad memasang seat belt nya .
perlahan mobil yang mereka tumpangi sudah meninggal kan bandara .
Sepanjang perjalan Aurellia terus terdiam banyak hal yang terus berputar di pikirkan nya , begitu juga Erland yang terus menghela napas panjang nya .
20 menit menempuh perjalan kini mobil yang di tumpangi Erland perlahan sudah memasuki masion .
" Tidak ada yang berubah " Gumam Erland dengan helaan napas panjang .
" Apa tuan baik² saja " Tanya Brad khawatir .
" Seharusnya begitu bukan " Jawab Erland
Tidak berselang lama para penghuni rumah itu ke luar membuat Erland dan Brad juga harus ke luar .
" Mommy sehat " Adara hanya mengaguk dalam pelukan Erland .
" Selamat malam tuan ,nyonya " Sapa Brad menunduk kepalanya .
" Malam Nak " Jawab para wanita .
Malam " Jawab para bujangan tersenyum .
" Baby, Erland baru datang biarkan dia masuk dulu " Ujar Raymond .
" Iya " Jawabnya Serak lalu menghapus air matanya .
" I'm fine " Ujar Erland saat Adara menatap nya dengan wajah khawatir secara perlahan Adara melepaskan pelukannya membiarkan Erland menghampiri yang lainnya .
" Erland merindukan Eyang " Ujar Erland berjongkok di depan Daddy Radit sambil mencium kedua tangan nya .
" Apa berat ?? " Erland hanya membalasnya dengan senyuman " Eyang sehat " Daddy Radit mengaguk sambil mengelus pundak Erland .
" Ayo masuk dulu " Ujar Henry .
" Brad ayo Nak " Ajak Adara .
" maaf nyonya itu ...."
" Pulang lah ,nanti besok ke sini " Ujar Raymond .
" Terimakasih Tuan " Jawab Brad menunduk kepalanya.
" Tidak makan dulu " Tanya Elvi lembut .
__ADS_1
" Sudah di tunggu di rumah Nyonya " Jawab Brad kikuk .
" Ah maaf, Oma sudah menahan mu !! Hati² jangan balap² salam buat orang tuamu " Jawab Elvi .
" Iya Nyonya ,kalau begitu Brad pamit dulu " Izin Brad sekali lagi .
" hubungi jika sudah sampai " Ujar Erland .
" Baik tuan " Jawab Brad lalu masuk dalam mobilnya setelah penghuni rumah besar itu mulai menghilang dari pandangan nya .
Huh !!!
Brad membuang napasnya panjang bahkan dia sampai membuka kaca mobilnya dengan lebar .
" Semakin berat ,lebih berat dari pekerjaan " Gumam Brad memikirkan Erland dan Aurellia .
" Apa secepat itu " Lanjutnya sambil menggeleng .
Sedangkan di tempat lain Aurellia yang baru saja datang langsung di peluk Rosna dan adiknya membuat wanita itu mundur beberapa langkah .
" Astaga " Gumam Aurellia .
" Sesak Bu, dek " Tegur Aurellia .
" Kami merindukan kakak " Jawab adik Aurellia .
" Tapi Kaka baru sampai Lo " jawab Aurellia
Cup
Aurellia menatap ke arah samping di mana pria yang begitu dia cintai mencium kening nya .
" Kau sakit " Aurellia menggeleng " Hanya lelah,masuk angin juga " Rehan mengaguk saja .
" Biarkan Aurellia mandi dulu sayang ,dia pasti belum makan " Rosna dan anaknya melepaskan pelukan.
" Mana anak kesayangan ayah " Tanya Aurellia menatap sekeliling nya .
" Di kamar ,dia akan ke luar kalau di panggil ' Jawab adik Aurellia tertawa kecil .
" sana mandi dulu kami tunggu di bawah " Ujar Rehan lembut .
" Bu masakan cumi bakar yang pedas ya " Ujar Aurellia menatap Rosna memohon .
" Kaka belum melupakan nya " Aurellia tertawa kecil mendengar ucapan adiknya .
" Mandi Kaka " Tegur Rehan lagi .
" Iya ayah " Jawab Aurellia memeluk Rehan sebentar baru dia naik ke kamarnya untuk membersihkan diri .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1