London Love Story

London Love Story
bingung dan linglung


__ADS_3

" Bicaralah pelan² padanya jangan membuat nya semakin takut " Iin hanya bisa menunduk mendengar ucapan Brad.


" jika kamu ingin membawanya menemui nya pergilah " Iin langsung mengakat kepala nya menatap Brad .


" Bagaimana pun salsa harus tahu siapa ayah nya apa lagi dia ingin bertemu dengan pria itu " Brad berdiri dari duduknya tanpa mempedulikan tatapan Iin .


" Kenapa ....Kenapa saya harus menemui nya " Tanya Iin takut sekaligus kesal .


" Karena dia ayah nya " Jawab Brad seadanya .


" Dia bukan ayah nya " Pekik Iin membuat Brad menatap ke arah nya karena kaget .


" Dia bukan ayah nya, dia monster " Lanjutnya menutup kedua kuping nya sambil menutup matanya .


" DIA MONSTER "


Brad langsung mendekati Iin memegang kedua bahu wanita itu dengan kuat .


" Hei ....Iin "


" Lihat aku " Iin tetap menutup matanya dengan kuat keringat dingin memenuhi keningnya .


" Iin " Bentak Brad membuat Iin membuka kedua matanya yang sudah berkaca-kaca dan ketakutan .


Brad seperti nya membuat kesalahan dan dia baru sadar saat melihat tatapan Iin yang ketakutan apa lagi wajahnya sudah pucat, padahal dia sudah tahu sebelumnya apa yang menimbah Iin hingga adanya Salsa .


" Sorry " Brad langsung memeluk Iin dengan erat ,namun dia kembali menatap wanita yang ada dalam pelukannya.


" Iin " Panggil Brad memukul pelan pipi Iin .


" Shiit " Umpat Brad lalu mengakat tubuh Iin yang pingsang di letakan di atas tempat tidurnya .


Brad bingung harus melakukan apa ,tanpa berpikir panjang dia langsung mengambil ponselnya .


" Kamu gila "


" Maaf Tuan ,apa bisa nona Aurellia ke kamar ku "


" untuk ..."


" Tolong " Erland mematikan panggilan sepihak dan Brad kembali menatap Iin yang masih Beta menutup mata nya .


Ceklek


Erland masuk dalam kamar Brad bersama Aurellia keduanya menatap Brad dengan tatapan datar .

__ADS_1


" Masalah salsa yang mau bertemu ayah nya " Ujar Brad sebelum keduanya membuka suara sekalipun ucapan nya sedikit membingungkan .


" Aku ambil minyak telon dulu " Ujar Aurellia kembali ke luar dari kamar Brad .


" jelaskan dengan benar " Pinta Erland.


" saya memberi tahu nya di mana pria itu ,tapi sepertinya hubungan mereka tidak begitu baik, dia berteriak mengatakan pria itu monster " Ujar Brad .


" Saya pikir saat ayahnya memberikan pada pria itu ....."


" Dia hanya di jadikan alat Brad dan di antara mereka tidak ada hal yang spesial " Erland menatap Brad " Bukannya kamu sudah menyelidiki nya kenapa jadi bodoh " Brad langsung menutup rapat mulutnya .


Dia sendiri bingung kenapa jadi linglung sendiri ,padahal sudah tahu apa yang terjadi dengan Iin sebelumnya.


" Maaf tuan " Erland berdecak menatap Brad yang hanya diam saja


Aurellia masuk dalam kamar Brad berjalan ke arah tempat tidur lalu duduk di ujung .


Perlahan Aurellia mencium kan minyak telon ke arah hidung Iin,beberapa menit kemudian Iin mulai tersadar .


" Mana yang sakit " Tanya Aurellia lembut, Iin membuka kedua matanya dengan cepat saat mendengar suara Aurellia .


" Nyonya " Gumam Iin langsung bangun bangun tapi Brad langsung menahan nya " Istirahat saja " Iin menatap Brad .


" Ayo Darl " Aurellia menatap Erland lalu berdiri dari duduknya " Ini " Brad menatap tangan nya lalu menatap Aurellia " Kalau dia masih pusing ciumkan itu saja " Lanjut nya tersenyum.


Tapi apa peduli Erland dia menarik tangan Aurellia ke luar dari kamar Brad .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di meja makan seperti biasanya Aurellia mulai melayani Erland begitu juga Iin .


Sekalipun Brad melarangnya dan memintanya untuk istirahat tapi dia tetap melakukan tugasnya .


Dia tidak ingin enak²an di ruma besar itu karena dia dan yang lainnya sama yaitu seorang pelayan tidak ada yal yang istimewa.


Toh dia juga tidak sakit atau yang lainnya ,dia hanya syok dan takut jika memikirkan pria ayah dari Salsa .


Apa lagi Brad memintanya untuk mempertemukan salsa dan pria itu, ketakutan nya semakin bertambah hingga membuatnya pingsan .


" Tuan ,apa saya bisa pamit sebentar melihat salsa " Brad hanya mengaguk sebagai jawabannya .


Iin pun berlalu dari ruangan itu mencari keberadaan Salsa .


" Kau seperti bukan Brad " Brad hanya diam mendengar cibiran bosnya .

__ADS_1


" Apa kita tidak butuh 5 bulan " Brad hanya memejamkan matanya .


" Seperti nya begitu By, apa aku perlu menelpon Papa Morgan " Brad menatap sengit ke arah Aurellia .


" Jaga matamu Brad " Aurellia tertawa menang meledek Brad yang hanya menghela napas panjang nya .


" Maaf tuan " Jawab Brad ,lalu kembali fokus pada makanan nya begitu juga Erland dan Aurellia .


Setelah makan malam Aurellia dan Erland langsung ke kamar dan membersihkan diri berganti pakaian tidur .


" By " Panggil Aurellia lembut,tapi Erland hanya diam saja " Ke balkon ,temani " Erland berdiri dari duduknya tanpa menjawab ucapan sang istri .


Kini keduanya sudah berada di balkon, Aurellia memeluk pinggang Erland menyembunyikan wajahnya di bidang dada sang suami menghirup aroma tubuh pria itu yang selalu membuat nya nyaman .


" Lusa ya pergi nya " Tanya Aurellia.


" Hebm "


" Kalau kangen gimana ?? " Tanya Aurellia pelan .


" Terserahmu " Jawab Erland cuek .


" Hubby " Rengek Aurellia kesal .


" Kamu bukan anak kecil lagi Aurellia ,jangan terus merengek " Ujar Erland .


Bugh


" Kau memukul ku " Tanya Erland memegang tangan Aurellia menatap sang istri .


" Biar saja " Jawab Aurellia menggigit dada besar Erland membuat pria itu berteriak.


" aakkhhh "


" Aurellia " bentak Erland menggosok dadanya yang terasa panas .


"Apa kau ingin aku merontokkan gigimu " Aurellia tidak bergeming tetap memeluk Erland .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2