
" Kakak Salsa ,sini duduk samping Lena " Tangan kecil milik Ellena menarik kursi yang kosong di samping nya .
" Iya Non " Jawab Salsa lalu menarik kursi di samping Ellena .
" Lena mau makan apa ? " Tanya Aurellia lembut sambil memegang piring milik putri nya .
" Sayur sama nasi saja Mom " Jawabnya, karena memang Ellena begitu menyukai sayuran.
Jika biasanya anak² seumuran nya sangat membenci sayur beda dengan Ellena dia begitu menyukai sayur bahkan sejak dia di perkenalkan dengan makanan .
" Telur Mom " Aurellia mengambil telur yang juga merupakan makanan favorit anaknya itu ,bahkan dia bingung sendiri karena selera makan Ellena sangat berbanding terbalik dengan kehidupan nya sebagai Cucu dari keluarga Mateo .
" Itu saja " Ellena mengaguk cepat , nasi ,sayur dan telur sederhana sekali bukan ,tapi Aurellia tidak mempermasalahkan itu karena kadang sayurnya di masak SOP jadi bisa di masukan daging ,kadang juga di tumis kering jadi Putri nya itu bisa makan .
Kini gantian Aurellia menyiapkan makanan untuk suaminya begitu juga Iin yang menyiapkan makanan untuk Putra dan suaminya , sedangkan salsa sudah bisa mengambil makanan sendiri .
" Terimakasih Mom " Ucap Salsa saat melihat Aurellia mendekatkan lauk pada nya .
Aurellia dan Erland Memang mengajarkan Salsa dan Zakir untuk memanggil mereka seperti Ellena ,Tapi Brad tetap meminta kedua anaknya untuk menghormati Erland dan Aurellia sebagai majikan mereka.
🪵
🪵
Setelah makan malam Brad dan Erland langsung ke ruangan kerja ,sedangkan istri dan anak-anak mereka berada di ruangan keluarga menemani salsa ,Ellena dan Zakir nonton tentu nya bersama si kembar .
" Tadi Kaka sudah kerja kan tugasnya kan " Salsa menatap sang ibu lalu mengaguk " Sudah Mi " Jawabnya pelan .
__ADS_1
" Kakak " Salsa menatap Ellena " Iya Non " Jawabnya lembut .
" Lena mau ikut Kaka sekolah boleh " Ellena menatap Salsa memohon.
" Kan Lena sudah mau sekolah juga " Aurellia membuka suara sambil menatap sang putri.
" Kapan mom ? Lena sudah tidak sabar " Rengek Ellena manja .
" Nanti tanyakan sama Papi ya " Ellena langsung berdiri dari posisi nya berlari ke arah ruangan kerja ayah nya tanpa mempedulikan panggilan sang ibu .
" Anak itu " Gerutu Aurellia membuat Iin tersenyum " Seperti nya Nona Ellena sudah tidak bisa menunggu terlalu lama Nyonya" Aurellia mengaguk membenarkan " Dia bosan karena dia hanya sendirian di rumah ini , katanya Zakir kebanyakan diam ,terus si kembar masih kecil, salsa pulang nya sorean " Jawab Aurellia tertawa kecil .
" Nyonya benar , bahkan saya bingung kenapa zakir elit sekali bicara ,saya sempat berpikir kalau dia memiliki kelainan tapi ibu mengatakan jika itu yal yang wajah mengingat pabriknya juga begitu " Aurellia langsung tertawa mendengar ucapan Iin ,lalu dia menatap box bayi yang ada di samping nya " Aku jadi penasaran dengan mereka ,apa mereka akan seperti Daddy mereka " Ucap Aurellia tertawa kecil di ikuti Iin .
Tok ...tok ...tok ...
" Daddy , open the door " Tangan kecil Ellena terus mengetuk pintu ruangan kerja Erland ,karena memang tangganya belum bisa menyentuh handle pintu.
" Papi " Sapa Ellena lalu masuk dalam ruangan kerja Erland dan langsung duduk di sofa sekalipun dia sedikit kesulitan naik di tempat duduk itu jika saja Brad tidak membantu nya .
" Thank you Pi " Brad hanya mengaguk tersenyum lalu duduk di samping Ellena .
" Daddy " Ellena menatap ke arah depan di mana Erland yang juga menetap nya dengan lembut .
" Apa yang tadi " Gumam nya sambil menggaruk kening nya untuk mengingat sesuatu hingga membuat nya berkahir di ruangan kerja ayah nya .
" Princess butuh sesuatu ? " Erland membuka suara sambil menahan bibirnya untuk tidak tertawa karena gemas dengan tingkah putri nya .
__ADS_1
' Lena mau sekolah " Ujarnya saat mengingat hal yang akan dia ingin sampaikan pada kedua pria yang kini sedang menatapnya .
" Memang Lena sudah siap ? " Ellena mengaguk cepat " Siap Dad " Jawabnya cepat .
" Di sana tidak ada mommy ,hanya suster yang akan menunggu Lena ! Apa tidak masalah " Ellena kembali mengaguk " Lena sudah jadi kakak " Jawabnya cepat
" Lena sudah berani " Lanjut dengan semangat .
" Dua Minggu lagi Nona Lena sudah bisa sekolah ,untuk sementara Nona Lena belajar di rumah dulu bersama suster nya " Ujar Brad lembut .
" Dua Minggu " Ellena menatap Brad untuk memastikan sambil mengakat kedua jarinya .
" Iya Non ,Papi harus menyiapkan banyak hal agar Non Lena bisa sekolah dengan nyaman " Wajah yang sebelumnya cerah seperti matahari kini mendadak berubah suram.
Erland yang melihat perubahan wajah sang putri langsung berdiri dari kursi kerjanya menghampiri sang putri .
" Lena kecewa ? " Erland mengakat tubuh Putri nya duduk di pangkuan nya .
" Tidak Dad ,tapi terlalu lama " Jawabnya pelan .
" Sabar Sedikit lagi boleh ? " Ellena mengagukan kepala nya lalu bersandar di dada Erland dan memeluk Erland dengan kedua tangan kecil nya " Sambil menunggu Lena sekolah , gimana Lena bermain dengan adik Zakir dulu " Lanjut nya tersenyum.
" Adik Zakir sibuk sendiri " Brad meringis mendengar aduan Ellena ,benar sih bahkan dia saja ayah nya tidak terlalu di hiraukan .
Kecuali Iin yang membuka suara baru pria kecil itu memberi respon nya .
" Main sama Mommy saja gimana ? " Tawar Erland lagi,kali ini Ellena mengaguk tanda setuju .
__ADS_1
" Anak pintar " Ujar Erland ,padahal tanpa dia tahu jika bermain dengan sang istri dia akan membebaskan Putri nya itu ,itu kenapa Ellena tidak membantah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...