London Love Story

London Love Story
Otak mesum


__ADS_3

Erland kembali setelah makan siang ,tapi sebelum itu dia sudah memberi tahu sang istri agar tidak menunggu nya .


Langkahnya terus berjalan hingga dia berhenti di salah satu pintu , perlahan mulai membuka pintu berharap penghuni di balik pintu itu sedang istirahat ,tapi sayang harapan nya tidak sesuai kenginginan nya .


" Hubby " Aurellia langsung menyimpan majalah yang ada di tangannya ,seolah paham apa yang akan terjadi selanjutnya suara sang suami membuat Aurellia menghentikan gerakannya " Tetap di situ " Aurellia memanyunkan bibirnya namun tidak mendapat kan respon apa pun dari suaminya .


Justru pria itu memilih ke kamar mandi yang pasti nya akan membersihkan diri .


10 menit berlalu Erland ke luar langsung berjalan ke arah ruangan ganti tanpa mempedulikan wajah sang istri yang sudah tampak kesal karena merasa di abaikan .


Erland ke luar menuju tempat tidur di mana Aurellia masih memasang wajah kecutnya .


Cup


Satu kecupan mendarat di kenang nya ,namun tetap wajah wanita itu belum enak di pandang .


" Sorry, aku tidak bisa menemani kalian makan siang " Erland bukannya tidak tahu apa yang membuat istri nya itu merajuk .


Tapi dia juga memikirkan anak dan calon anaknya, sejak pagi dia berada di luar bahkan dia takut menyakiti keduanya saat mendekati wanita itu tanpa membersihkan diri .


" Aku tahu " Jawab nya ketus .


" Jangan biasakan OK " Tegur Erland yang tidak suka dengan jawaban sang istri namun tentu nya dia melakukan dengan lembut .


" Baby kangen ,aku juga kangen tapi Hubby mengabaikan kami " Jawab Aurellia cemberut .


" Aku dari luar Mom, nanti kalian sakit " Jawabnya lembut .


" Tapi kan Daddy tahu kalau baby suka Daddy bau keringat " Jawab Aurellia lirih .


" Baby atau Mommy " Erland menahan senyumnya saat Aurellia menatapnya " Siapa Hm " Erland mengelus pipi halus sang istri .


" Baby " Jawab Aurellia gugup,lalu memalingkan wajahnya ke samping .


" Benarkah " Aurellia mengaguk tanpa menatap sang suami " Sayang sekali ,padahal aku tadi sudah memikirkan bagaimana cara kembali berkeringat " Aurellia paham kemana arah pembicaraan sang suami .


Tanpa sadar Aurellia menggigit bibir bawahnya entah kenal dia langsung membayangkan hal itu dan itu membuat bagian bawahnya berdenyut .


" Kenapa Hm " Aurellia menggeleng cepat wajahnya semakin merah kalah otaknya memikirkan hal mesum .


Di mana Erland terus menghujam nya dengan keras dan sedikit Kasar dengan kedua berbaring lewat belakang .


Rasanya ingin sekali melakukan nya ,semakin memikirkan itu miliknya semakin berdenyut bahkan kini sudah mulai basah .

__ADS_1


' Masuki aku " Aurellia sudah tidak tahan ,dia tidak sepolos itu ! toh dia meminta sama suaminya,kenapa harus malu .


" Masuki gimana ? " Tanya Erland memasang wajah bingung nya seolah tidak paham keinginan sang istri.


" Masuki aku seperti biasanya ,aku ingin di penuhi milik mu " Tatapan Aurellia sudah berubah sayu .


" Aku lelah ,kamu juga belum istirahat ini sudah waktunya ...." Ucapan Erland terhenti begitu saja kalah Aurellia sudah menutup mulut tebal itu dengan bibirnya .


Erland menarik sudut bibirnya dia membiarkan sang istri memainkan dirinya ,secara bergantian bibir Erland lahap dengan kasar ,bahkan kini Aurellia sudah berpindah tempat duduk di mana sudah berhadapan dengan sang suami duduk di pangkuan Erland dengan kedua kaki berada di sisi pria itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul 16.10 PM


Erland lebih dulu ke luar dari kamar meninggalkan Aurellia yang kini tengah tertidur dengan damai setelah 2 jam berolahraga di siang bolong .


Langkah kakinya membawa nya ke dapur, tenggorokan nya terasa kering dan air minum di kamar habis sehingga dia memutuskan ke luar kamar itu .


Dia sadar di sini bukan di masion tinggal menelpon pelayan untuk mengantarkan nya karena ibu mertua nya melakukan serba sendiri iya sekalipun di bantu pelayan juga tapi sama saja mereka seperti menerima gaji buta apa lagi pelayan hanya dua orang .


" Aurel masih tidur Nak " Tanya Rosna lembut .


wanita yang sudah tidak muda itu namun masih terlihat cantik sedang sibuk di dapur menyiapkan segala hal yang nantinya akan di santap suami dan anaknya .


" Iya Bu, dia kelelahan " Rosna tertawa kecil mendengar jawaban menantunya .


" Tapi ibu tidak tahu itu cocok di lidahmu atau tidak " Lanjut nya sambil


Erland menarik kursi yang ada di dekat nya mengambil salah satu kue buatan ibu mertua nya .


" Lia pernah membuat kue seperti ini " Rosna menatap menantu nya lekat " Tapi rasanya beda " Lanjut nya sambil menatap sisa kue yang ada di tangan nya .


" Apa tidak enak ?" Tanya Rosna awas .


" Ini enak ,buatan Lia ya begitulah " Erland bingung harus menjelaskan seperti apa ,namun itu membuat Rosna menarik napas panjang lalu tertawa kecil .


" kamu membuat Ibu takut Nak " Erland hanya tersenyum tipis .


" Dulu Ibu sering membuat nya bersama Nona Adara saat tinggal di apartemen ,Tuan Raymond sangat suka karena kaya beliau cocok di lidahnya begitu juga Tuan Reza " Erland menyimak cerita ibu mertua nya dengan tenang .


" Seperti nya bukan hanya Daddy dan Papa yang suka tapi Ayah juga " Rosna mengagguk tersenyum .


" Daddy " Rosna dan Erland menatap ke sumber suara, Aurellia mendekati suaminya dengan wajah bantal nya .

__ADS_1


" Kenapa meninggalkan aku " Rengeknya manja , Erland memundurkan kursinya sedikit membawa sang istri duduk di pangkuan nya .


" buatan kue ibu mengganggu tidur ku " Jawab Erland mengelus rambut sang istri .


" Kue ibu lebih enak dari buatan mu " Aurellia menatap lekat suaminya " Tidak perlu mengatakan itu , Aku tahu kue buatan ibu lebih enak " Jawab Aurellia kesal,rasa ngantuk yang masih menyerang nya hilang seketika .


" Apa tidak bisa berbohong Sedikit " Gerutu nya menyembunyikan wajahnya di leher sang suami .


" Apa kamu suka aku berbohong " Aurellia menggeleng masih dengan posisi nya " Bukan begitu ,tapi bohong nya yang enak aku dengar " Jawabnya lirih .


Rosna menggeleng melihat tingkah sang putri yang begitu manja pada suaminya ,namun dia juga bersyukur karena menantu nya tidak terlalu mempermasalahkan itu.


" Kenapa pemandangan sore ini begitu menggelikan " Suara bariton itu berasal dari Rehan yang memasuki dapur bersama Giselle .


Keduanya baru saja kembali dari kantor ,sedangkan Azzam mungkin sebentar lagi akan kembali karena dia harus les dan latihan .


" Anakmu merengek yah karena di tinggal tidur " Aduh Rosna tersenyum .


" Kakak jangan bikin malu ,astaga " Tegur Giselle menggeleng


" Kenapa harus malu, aku memeluk suami ku ! " Jawab Aurellia tidak terima sambil menatap adik perempuan nya itu .


" Kakak sudah tua ,yang pantas di gendong itu keponakan ku ,bukan Kaka yang sudah jamuran " Jawab Giselle .


" Daddy , Giselle " Rengek Aurellia memanyunkan bibirnya .


" Apa Kaka kesurupan " Giselle mengusap kedua tangan nya merinding melihat tingkah Aurellia. .


" Daddy marahi "


Cup


" Nanti aku minta bosnya untuk memotong gajinya " Kini gantian Gisella yang di buat kesal .


Sedangkan Rosan dan Rehan hanya tertawa melihat perdebatan kedua putrinya , Sudah sangat lama hal ini tidak terjadi lebih tepatnya saat Aurellia ikut tinggal di London bersama Erland dan Brad .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2